FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Discussion: Pelatihan AI Diberikan kepada Guru untuk Perkuat Literasi Digital di Sekolah

Published Juni 28, 2026 · Updated Juni 28, 2026 · By Thomas Lopez

Pelatihan AI untuk Guru: Langkah Strategis dalam Meningkatkan Literasi Digital di Sekolah

Key Discussion - Kemampuan guru dalam menguasai teknologi kecerdasan buatan (AI) dinilai menjadi pondasi penting untuk mencetak generasi muda yang terampil dalam era digital. Dalam upaya meningkatkan kompetensi pendidik, Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) bekerja sama dengan Amazon Web Services (AWS) meluncurkan Program IndonesiapandAI, sebuah inisiatif pelatihan gratis yang mengajarkan konsep komputasi awan dan AI generatif. Pelatihan ini ditujukan khusus bagi guru dari sekolah binaan YPKBI, dengan harapan dapat memperkuat kemampuan digital mereka secara berkelanjutan.

Program Membawa Perubahan dalam Pendidikan

Kegiatan yang diadakan di Jakarta berlangsung sebagai penutupan program pelatihan intensif berbasis praktik untuk 22 guru dari lima sekolah unggulan. Peserta tidak hanya mempelajari dasar-dasar AI, tetapi juga mendapatkan sertifikasi internasional AWS Certified AI Practitioner sebagai bekal untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang ini. Kesempatan ini menjadi langkah penting dalam memperluas pemahaman tentang teknologi AI sebagai alat pendidikan modern.

"Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri teknologi membuka peluang bagi para pendidik untuk tidak hanya memahami konsep AI, tetapi juga mengaplikasikannya dalam pembelajaran sehari-hari serta memperoleh pengakuan global melalui sertifikasi," kata Dirgayuza Setiawan, pendiri dan ketua dewan pembina YPKBI.

Program IndonesiapandAI menekankan pendekatan praktis, di mana para guru diberi kesempatan untuk merancang dan membangun aplikasi AI langsung. Platform PartyRock, yang dikembangkan oleh AWS, digunakan sebagai alat utama untuk memberikan pengalaman belajar yang aplikatif. Selain itu, pelatihan ini menyoroti pentingnya literasi digital dalam menghadapi transformasi teknologi yang semakin cepat.

Penguatan Kompetensi sebagai Jalan untuk Kesetaraan Teknologi

Kemampuan pendidik dalam memanfaatkan AI dianggap sebagai kunci untuk mengurangi kesenjangan digital antar daerah. Meutya Viada Hafid, menteri komunikasi dan digital sekaligus ketua dewan pengawas YPKBI, menegaskan bahwa investasi pada pelatihan guru akan memberikan dampak berantai bagi pembentukan talenta digital yang merata. "Kesempatan belajar yang diakses secara luas oleh pendidik akan memastikan manfaat AI mencakup seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya sebagian kecil," ujarnya dalam wawancara.

"Investasi terhadap peningkatan kapasitas guru akan memberikan dampak berantai bagi lahirnya talenta-talenta digital Indonesia. Pemerintah berkomitmen memastikan manfaat teknologi AI dapat diakses secara merata oleh seluruh masyarakat," jelas Meutya Viada Hafid.

Dari lima sekolah yang terlibat, beberapa di antaranya mencakup SMA Al Hikmah Boarding School di Batu, Jawa Timur; MAN Insan Cendekia Serpong di Tangerang Selatan; SMA Global Darussalam Academy di Sleman; SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Kabupaten Bogor; serta SMAN 1 Matauli Pandan di Tapanuli Tengah. Selama pelatihan, para peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga berlatih membuat proyek nyata menggunakan AI. Hal ini diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis yang langsung bermanfaat dalam proses belajar mengajar.

Perubahan Pandangan: Pengalaman Praktis Membuka Potensi Baru

Salah satu peserta, Ahmad Purwanto dari SMA Al Hikmah Boarding School, mengatakan bahwa pelatihan ini mengubah cara ia melihat peran AI dalam pendidikan. "Membangun aplikasi AI secara langsung dan belajar dari praktisi industri memberikan bekal yang relevan untuk mengintegrasikan teknologi ini ke dalam kurikulum," ungkapnya. Ia menekankan bahwa keahlian dalam AI akan memperkaya metode pengajaran, khususnya dalam memfasilitasi proses belajar yang lebih dinamis.

Program IndonesiapandAI juga menyoroti pentingnya pendidikan berbasis teknologi untuk menghadapi tantangan global. Dengan mendorong guru memahami dan menerapkan AI, YPKBI dan AWS berupaya menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan perkembangan industri teknologi. Sejumlah guru menyatakan bahwa pelatihan ini menjadi wadah untuk mengembangkan inovasi di kelas, seperti memanfaatkan AI untuk menciptakan konten edukatif yang interaktif.

Menurut AWS, kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor teknologi adalah kunci dalam mempercepat peningkatan kapasitas digital nasional. Perusahaan berharap pelatihan ini dapat menjadi model untuk menyebarkan pengetahuan tentang cloud computing dan AI dalam bahasa Indonesia. Dengan demikian, lebih banyak pendidik siap menghadapi perubahan yang terus-menerus dalam dunia digital.

Pelatihan sebagai Gerakan Berkelanjutan

Kegiatan ini juga menegaskan bahwa literasi AI bukan sekadar keahlian teknis, tetapi juga bagian dari transformasi pendidikan secara keseluruhan. Dengan menerapkan konsep-konsep yang dipelajari, para guru diharapkan dapat memastikan siswa tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara kreatif. Direktur YPKBI menambahkan bahwa pelatihan ini akan berlanjut secara berkala untuk memperkuat keberlanjutan program.

Program IndonesiapandAI dianggap sebagai langkah awal dalam mewujudkan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan digital. Dengan kehadiran sertifikasi internasional, peserta pelatihan diberi kepercayaan untuk mengembangkan proyek mereka secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk membangun jaringan antar guru yang saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Harapan besar diarahkan pada penggunaan AI sebagai alat pembelajaran yang membuka akses informasi dan meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Dengan peningkatan kompetensi digital guru, YPKBI dan AWS optimis bahwa teknologi AI akan menjadi bagian dari kurikulum yang lebih relevan. Program ini diharapkan mendorong adanya inovasi pendidikan berbasis AI, sekaligus memperkuat peran lembaga pendidikan dalam membangun sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan teknologi. Kesuksesan pelatihan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antar sektor dapat menjadi pendorong utama dalam transformasi digital pendidikan Indonesia.