FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Historic Moment: Terapi Regeneratif Makin Dilirik, Digunakan untuk Estetika hingga Cedera Sendi

Published Juni 19, 2026 · Updated Juni 19, 2026 · By Lisa Miller

Terapi Regeneratif Makin Dilirik, Digunakan untuk Estetika hingga Cedera Sendi

Historic Moment - Seiring kemajuan ilmu medis, terapi berbasis sel punca semakin menjadi perhatian khusus. Awalnya, teknik ini lebih dikenal dalam konteks riset dan peremajaan kulit, namun kini cakupannya meluas ke berbagai bidang, mulai dari perawatan cedera jaringan hingga penanganan masalah muskuloskeletal. Kebutuhan akan terapi yang minim invasif ini semakin meningkat, mengingat kemampuannya merangsang regenerasi sel-sel tubuh secara alami. Salah satu contoh nyata adalah penerapannya dalam bidang ortopedi, di mana sel punca dianggap sebagai alternatif yang efektif untuk mempercepat pemulihan cedera yang sebelumnya memerlukan operasi besar.

Manfaat dalam Bidang Ortopedi

Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi dari Brawijaya Hospital, Auliya Akbar, menjelaskan bahwa sel punca serta turunannya memiliki potensi untuk memperbaiki kerusakan jaringan secara mendalam. "Sel punca dan turunannya mampu merangsang proses regenerasi serta mengembalikan fungsi sel yang rusak," tutur Auliya. Teknologi ini mulai digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi, seperti regenerasi tendon, tulang rawan sendi, ligamen, meniskus, rotator cuff, dan diskus tulang belakang yang terluka atau robek. Dengan pendekatan ini, pasien dapat mengalami pemulihan lebih cepat tanpa mengalami rasa nyeri berlebihan selama prosedur.

"Kemampuan sel punca dalam mendukung regenerasi jaringan dari dalam membuatnya lebih efektif dibandingkan terapi estetika konvensional," ujar Auliya. Selain itu, terapi ini juga menghasilkan faktor pertumbuhan yang berperan dalam meningkatkan kualitas jaringan tubuh.

Menurut Auliya, terapi sel punca sudah memiliki standar layanan yang diterapkan oleh Kementerian Kesehatan. Hal ini memastikan prosedur dilakukan dengan aman, terukur, serta efektif. Dengan adanya standar tersebut, para dokter dapat memberikan perlakuan yang sesuai dengan kondisi pasien tanpa mengabaikan aspek keamanan.

Penerapan di Bidang Estetika dan Bedah Plastik

Kemajuan terapi regeneratif tidak hanya terbatas pada bidang medis ortopedi. Teknologi ini juga makin diterapkan dalam bidang estetika dan bedah plastik. Salah satu contoh adalah untuk memperemajaan kulit wajah, pemulihan jaringan yang rusak, serta penanganan kebotakan. "Terapi sel punca dapat digunakan sebagai solusi untuk berbagai tindakan estetika, seperti peremajaan wajah, kontur wajah, atau penanganan luka bakar," tambah Tasya Anggrahita, dokter spesialis bedah plastik dan estetika Brawijaya Hospital.

"Dibandingkan terapi skin booster seperti salmon DNA, terapi berbasis sel punca menawarkan pendekatan yang lebih menyeluruh," kata Tasya. "Sel punca bekerja dengan memperbaiki kerusakan pada tingkat sel dan menghasilkan faktor pertumbuhan yang memperkuat proses regenerasi," lanjutnya.

Menurut Tasya, sel punca tidak hanya memperbaiki struktur jaringan tetapi juga mendorong pertumbuhan sel yang sehat. Ini menjadikannya pilihan yang lebih baik untuk prosedur estetika yang berfokus pada peningkatan kualitas dan kecantikan secara alami. Teknologi ini juga bisa menjadi pendukung dalam penyembuhan luka kronis atau bakar, karena mampu meningkatkan kecepatan penyatuan jaringan.

Proses Seleksi dan Kualitas Material

Sebelum terapi sel punca dilakukan, pasien harus menjalani evaluasi medis yang ketat. Proses ini disebut Strict Patient Selection, yang bertujuan memastikan penggunaan terapi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan individu. Dokter konselor stem cell Brawijaya Hospital, Venty Muliana Sari Soeroso, menjelaskan bahwa keamanan pasien adalah prioritas utama dalam setiap tahap terapi. "Setiap pasien diberikan evaluasi terlebih dahulu untuk memastikan bahwa terapi yang diberikan efektif dan aman," ujar Venty.

"Semua proses dilakukan secara hati-hati, sesuai standar medis yang berlaku, dan menggunakan bahan dari laboratorium yang telah bersertifikat CPOB," tambahnya.

Kualitas material sel punca juga menjadi fokus utama. Brawijaya Hospital bekerja sama dengan Laboratorium Regenic, yang telah memperoleh sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Kolaborasi ini memastikan sel punca yang digunakan memiliki konsistensi dan keandalan. Selain itu, tindakan terapi dilakukan oleh tim dokter yang berpengalaman dan tercertifikasi, sehingga meminimalkan risiko kesalahan.

Peluncuran Pusat Layanan Regeneratif

Dengan melihat pertumbuhan pemanfaatan terapi regeneratif, Brawijaya Hospital secara resmi meluncurkan Brawijaya Regenerative Stem Cell Center. Pusat ini menawarkan layanan terapi untuk bidang estetika, bedah plastik, dan ortopedi di seluruh jaringan rumah sakit Brawijaya. Selain sel punca, pusat ini juga menyediakan terapi secretome, yaitu zat aktif yang dihasilkan sel punca dan mengandung berbagai faktor pertumbuhan.

"Terapi secretome bertujuan memperkuat proses regenerasi dan pemulihan jaringan tubuh secara holistik," kata Venty.

Dalam peluncuran pusat layanan ini, Presiden Direktur Brawijaya Hospital Group Devin Wirawan menyatakan bahwa tujuan utamanya adalah memperkenalkan teknologi terapi regeneratif yang bisa diakses oleh masyarakat Indonesia. "Kami mengintegrasikan teknologi tercanggih dengan satu misi: meningkatkan kualitas hidup pasien melalui prosedur yang nyaman dan efektif," ujarnya. Devin menegaskan bahwa penggunaan terapi ini tidak hanya mengurangi waktu pemulihan tetapi juga memberikan hasil yang lebih tahan lama dibandingkan metode tradisional.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Brawijaya Hospital terus mengembangkan inovasi di bidang medis. Dengan adanya pusat layanan terapi regeneratif, pasien kini memiliki akses lebih luas untuk memperbaiki kondisi fisik dan estetika. Pemilihan teknologi ini didasarkan pada kebutuhan pasien, keamanan, dan kualitas hasil yang diharapkan. Devin berharap, pusat ini dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin menikmati manfaat terapi regeneratif secara optimal.

Terapi regeneratif sendiri memiliki berbagai keuntungan. Selain minim invasif, teknik ini memungkinkan pemulihan jaringan yang lebih cepat dan efektif. Tidak hanya itu, terapi ini juga bisa memperbaiki kondisi jaringan yang rusak secara permanen. "Dengan sel punca, pasien dapat mendapatkan solusi yang lebih berkelanjutan," kata Auliya. Hal ini menunjukkan bahwa terapi regeneratif bukan hanya sekadar perawatan kecantikan, tetapi juga alat untuk memperbaiki fungsi tubuh secara menyeluruh.

Dengan adanya layanan terapi regeneratif di Brawijaya Hospital, masyarakat kini memiliki akses ke teknologi canggih yang mungkin sebelumnya hanya tersedia di fasilitas medis elit. Proses seleksi pasien dan kualitas material sel punca tetap menjadi penjamin utama keberhasilan terapi ini. Devin menegaskan bahwa penggunaan teknologi ini diintegrasikan dengan standar medis yang ketat, sehingga memastikan hasil terapi yang maksimal dan aman.

Dari segi manfaat, terapi regeneratif memberikan solusi alternatif yang beragam. Dalam bidang estetika, teknik ini bisa memberikan hasil yang lebih alami dan tahan lama. Di bidang ortopedi, terapi ini bisa mengurangi risiko komplikasi dari operasi tradisional. Dengan perkembangan ini, masyarakat semakin banyak yang mempertimbangkan terapi sel punca sebagai pilihan utama untuk kesehatan dan penampilan mereka.