Program Terbaru: Kemenimipas ganti pimpinan Imigrasi Kepri dan Batam di tengah sorotan

IMG 20260409 WA0019 1

Kemenimipas ganti pimpinan Imigrasi Kepri dan Batam di tengah sorotan

Jakarta – Dalam upacara pelantikan di Gedung Direktorat Jenderal Imigrasi, Jakarta, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melakukan pergantian kepemimpinan. Sekretaris Jenderal Kemenimipas Asep Kurnia menjelaskan bahwa proses ini bertujuan memperbarui struktur organisasi serta memperkuat peran strategis di dalam Direktorat Jenderal Imigrasi maupun Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

“Pengangkatan pimpinan tinggi pratama ini mencerminkan komitmen Kemenimipas dalam meningkatkan kualitas kinerja, terutama di tengah perubahan tugas yang semakin dinamis,” ujar Asep Kurnia.

Guntur Sahat Hamonangan dilantik sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau (Kepri), sementara Wahyu Eka Putra menjabat Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam. Keduanya menggantikan Hajar Aswad dan Ujo Sutojo, yang telah diberhentikan dari posisi masing-masing.

Dalam arahannya, Asep Kurnia menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik serta memastikan layanan publik optimal. Proses ini berdasarkan Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor M.IP-165 dan M.IP-168.SA.03.04 Tahun 2026 tentang pergantian jabatan manajerial dan nonmanajerial.

“Jabatan yang diemban adalah amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab penuh,” tambahnya.

Pergantian pejabat juga melibatkan Johanes Fanny Satria Cahya Aprianto sebagai Kakanwil Ditjen Imigrasi Sumatera Selatan, Ade Agustina sebagai Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Haposan Silalahi sebagai Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Tonny Nainggolan sebagai Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Bengkulu, serta Christo Victor Nixon Toar sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang.

Hajar Aswad, mantan kepala kantor imigrasi di Batam, hadir dalam acara pelantikan. Ia diberhentikan setelah dugaan pungutan liar yang dialami warga negara asing dari Singapura menjadi sorotan publik di media sosial pada Maret 2026.

Asep Kurnia menekankan bahwa mutasi jabatan merupakan cara untuk meningkatkan kinerja organisasi melalui pejabat yang kompeten dan berintegritas. “Kemenimipas berkomitmen terus memperkuat reformasi birokrasi dengan sumber daya manusia yang profesional dan akuntabel,” katanya.