Kunjungan Penting: Ye batal tampil di Wireless Music Festival imbas dicekal masuk Inggris

1000102769

Ye Batal Tampil di Wireless Music Festival Akibat Dicekal Masuk Inggris

Jakarta – Pengumuman pembatalan tampil di Wireless Music Festival terkait dengan keputusan pemerintah Inggris yang membatalkan izin masuk bagi Kanye West. Penyanyi rap yang kini mengganti nama menjadi Ye disebut sebagai salah satu bintang utama festival musik yang diadakan selama tiga hari di Finsbury Park, London, Juli mendatang.

Menurut laporan dari Hollywood Reporter, Selasa (7/4) waktu setempat, Kementerian Dalam Negeri Inggris mencabut visa elektronik (ETA) untuk Ye. Tindakan ini memicu pengunduran diri Ye dari jadwal tampil, sehingga memaksa penyelenggara festival untuk membatalkan acara tersebut. Pemegang tiket akan mendapatkan pengembalian dana, seperti yang dijelaskan dalam pernyataan resmi.

“Kementerian Dalam Negeri telah mencabut ETA YE, sehingga ia tidak bisa memasuki wilayah Inggris. Akibatnya, Wireless Festival dibatalkan dan pengembalian dana akan diberikan kepada seluruh pemegang tiket,” demikian pernyataan resmi penyelenggara acara itu.

Kehadiran Ye dalam daftar penampil menuai kritik, termasuk dari Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Ia mengkhawatirkan dampak negatif kehadiran Ye yang sebelumnya pernah mengeluarkan pernyataan anti-Semit dan memuja Nazisme.

“Antisemitisme dalam bentuk apa pun sangat tidak dapat diterima dan harus dilawan dengan tegas di mana pun muncul. Semua pihak bertanggung jawab memastikan Inggris menjadi tempat yang aman bagi komunitas Yahudi,” tutur Starmer.

Sebelumnya, pemerintah Inggris mengonfirmasi keputusan menolak izin masuk Kanye West dengan alasan kehadirannya dianggap tidak kondusif bagi kepentingan publik. Beberapa tindakan kontroversial Ye antara lain lagu berjudul “Hail Hitler” tahun 2025, penjualan kaus dengan gambar swastika di situs Yeezy, serta pernyataan yang menyangkal Holocaust.

Menanggapi keputusan tersebut, Ye merilis pernyataan bahwa ia ingin bertemu dengan tokoh-tokoh komunitas Yahudi di Inggris. “Saya tahu kata-kata saja tidak cukup,” tulisnya, sambil menjelaskan niatnya datang ke London untuk membawa “persatuan, perdamaian, dan cinta … Saya harus menunjukkan perubahan melalui tindakan. Jika Anda terbuka, saya ada di sini,” kata Ye.