FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Facing Challenges: Perankan Karakter Dukun Magang di Film Terbaru, Jefan Nathanio Akui Karakternya Mirip Diri Sendiri

Published Juni 13, 2026 · Updated Juni 13, 2026 · By David Brown

Perankan Karakter Dukun Magang di Film Terbaru, Jefan Nathanio Akui Karakternya Mirip Diri Sendiri

Facing Challenges - Aktor muda berbakat Jefan Nathanio kembali menorehkan nama di dunia perfilman lewat film terbarunya yang berjudul Dukun Magang. Dalam karya ini, ia memerankan karakter utama bernama Raka, seorang mahasiswa yang terjebak dalam situasi unik dan mengharukan demi meraih gelar sarjana. Film bergenre horor-komedi ini menjadi pilihan unik bagi Jefan, yang menggambarkan konflik antara keinginan manusia biasa dan dunia mistis yang tak terduga. Dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Sabtu (13/6), Jefan membuka tentang karakter yang diperankannya dan keterlibatan dalam proyek ini.

Perspektif Pribadi dalam Peran

Jefan menekankan bahwa karakter Raka memiliki kesamaan dengan dirinya sendiri, baik dalam hal status sebagai mahasiswa maupun semangat untuk menyelesaikan tugas akademik. Namun, ia menjelaskan bahwa peran tersebut menyimpan lapisan tambahan yang jauh lebih intens dan dramatis. "Raka seperti versi masa depanku, yang sedang dalam proses menyelesaikan skripsi dengan cara yang tak biasa—jadi dukun," ungkap Jefan dengan penuh semangat. Ia menambahkan bahwa tujuan utamanya dalam film ini adalah menyelesaikan skripsi, meski harus melalui perjalanan seru dan penuh tekanan yang menggabungkan elemen misteri dan kejenakaan.

"Tujuan Raka adalah menyelesaikan skripsinya, tetapi dia harus mencapainya dengan cara yang tidak biasa—menjadi dukun," jelas Jefan di Jakarta. "Karena sebetulnya, Raka ini seperti Jefan, hanya saja dalam situasi yang lebih ekstrem."

Karena kesamaan tersebut, Jefan mengatakan bahwa ia tidak merasa kesulitan untuk mendalami karakter Raka. "Karena aku sudah mengalami hal-hal serupa dalam kehidupan sehari-hari, jadi aku bisa merasakan emosinya secara alami," katanya. Namun, ada beberapa adegan yang membutuhkan usaha fisik ekstra, yang menjadi tantangan tersendiri baginya. Dalam pembicaraan tersebut, Jefan menyebutkan bahwa adegan di sungai adalah yang paling melelahkan, baik secara teknis maupun secara fisik.

Adegan tersebut memerlukan eksekusi yang rumit, termasuk keterlibatan dalam pengambilan gambar yang memakan waktu lama dan membutuhkan konsentrasi tinggi. "Scene di sungai itu memang paling ribet, karena ada banyak detail yang harus diperhatikan dan tubuh harus siap selama berjam-jam," tambah Jefan. Meski begitu, ia menikmati tantangan itu karena memperkaya pengalaman aktingnya. Proses syuting yang berlangsung penuh perjuangan, menurutnya, justru memperkuat ikatan emosional dengan tim produksi dan pemain lain.

Kisah Mahasiswa dan Dunia Mistis

Film Dukun Magang mengisahkan Raka, seorang mahasiswa yang kehilangan arah hidup dan ingin hanya menyelesaikan skripsinya. Namun, keinginan sederhana itu berubah menjadi petualangan tak terduga ketika ia terpaksa menjadi "magang" pada Mbah Djambrong, seorang dukun legendaris di Desa Kalimati. Bersamaan dengan Raka, ada Sekar, seorang mahasiswi yang berani dan cerdas, pewaris tradisi keluarga serta pendamping Raka dalam perjalanan kembali ke kampung halamannya.

Dalam cerita, Raka dan Sekar secara tidak sengaja melepaskan Kuntilanak Hitam yang telah terkurung selama 12 tahun. Kehadiran makhluk mistis ini memaksa Raka belajar secara cepat dan mendalami dunia dukun. Film ini menggambarkan perpaduan antara kejenakaan dan ketegangan, di mana kehidupan seorang mahasiswa ditempa dengan kisah penyesuaian diri di dunia ajaib. "Kemampuan Raka bukan hanya berupa ilmu dukun, tetapi juga perjuangan untuk menyeimbangkan tugas akademik dan tanggung jawab supernatural," kata Jefan.

Dalam proses pengambilan gambar, Jefan mengatakan bahwa ia dan tim harus menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi teknis maupun emosional. "Tapi dari awal hingga akhir, proses syuting ini sangat berharga. Saya menghargai setiap momen bersama kru dan pemain," ujarnya. Bagi Jefan, film ini bukan hanya kesempatan untuk berakting, tetapi juga platform untuk menggambarkan perjalanan seorang mahasiswa yang terjebak dalam situasi ekstrem.

Gambaran Film yang Segar dan Menarik

Film Dukun Magang diharapkan memberikan pengalaman baru bagi penonton dengan menggabungkan elemen humor dan ketegangan yang segar. Cerita yang penuh intrik ini menawarkan alur yang dinamis, di mana Raka harus beradaptasi dengan dunia dukun sambil menjalani tugas akademiknya. "Kemampuan baru Raka tidak hanya menyelesaikan skripsi, tetapi juga menyelamatkan desa dari ancaman Kuntilanak Hitam," kata Jefan.

Dalam film ini, kejenakaan muncul dari perbandingan antara kehidupan sehari-hari mahasiswa dan ritual-ritual mistis yang dipenuhi kekacauan. "Jadi, film ini menyajikan kesan menghibur dan menakutkan secara bersamaan, yang membuatnya unik dan berbeda dari genre lain," jelasnya. Jefan juga menyebutkan bahwa dunia film ini menawarkan peluang untuk mengeksplorasi sisi psikologis karakter, terutama dalam menghadapi tekanan dari peran dukun.

Dukun Magang dirilis pada 18 Juni 2026, dan Jefan berharap film ini bisa menarik perhatian penonton dengan alur yang menarik dan visual yang mengejutkan. "Saya yakin film ini akan memberikan kesan yang mendalam, karena ada banyak hal yang bisa diperkirakan dan juga yang tidak terduga," tuturnya. Selain itu, ia juga ingin menunjukkan bahwa seorang mahasiswa bisa menjadi pahlawan di tengah perjalanan yang penuh liku. "Ini bukan hanya tentang dukun, tetapi juga tentang kemauan untuk bertahan dan menyelesaikan apa yang dianggap sulit," pungkas Jefan.