Facing Challenges: John Travolta Ungkap Kedekatan dengan Putrinya di Tengah Kehidupan Penuh Kehilangan
John Travolta Berbagi Kisah Kedekatan dengan Putrinya di Tengah Kehidupan Berisi Rasa Kesedihan
Facing Challenges - Aktor terkenal Hollywood, John Travolta (72 tahun), telah mengungkapkan hubungan yang sangat erat dengan putrinya, Ella Bleu Travolta (26 tahun), dalam wawancara terbarunya. Meski kehidupannya dipenuhi oleh berbagai kehilangan, ia tetap mempertahankan ikatan kekeluargaan yang kuat dengan anak-anaknya. Informasi ini diungkapkan oleh seorang sumber yang mengetahui secara pribadi, sebagaimana dilaporkan Daily Mail beberapa waktu lalu.
Perjalanan Kehidupan yang Terisi oleh Tragedi
John Travolta dan istrinya, Kelly Preston, memiliki dua orang anak bersama, yaitu Ella Bleu Travolta dan Benjamin (15 tahun). Namun, kehidupan keluarga mereka tidak selalu berjalan mulus. Pada 2 Januari 2009, putra mereka, Jett, meninggal dunia di usia 16 tahun saat berlibur di Bahama. Duka ini diperparah oleh kematian Kelly Preston pada 2020, setelah ia berjuang melawan kanker payudara selama beberapa tahun. Kehilangan dua orang yang dicintainya tersebut, menurut sumber, membuat John semakin merawat Ella dan Benjamin.
“John adalah salah satu ayah paling protektif yang pernah saya kenal,” kata sumber tersebut dalam wawancara dengan Daily Mail, yang dilakukan pada hari Minggu (21 Juni) lalu.
Sumber menambahkan bahwa hubungan antara John dan kedua anaknya tidak hanya berupa perhatian, tetapi juga kepercayaan yang dalam. “Mereka adalah pusat dunianya. Mereka memiliki ikatan yang sangat spesial, indah, dan tidak biasa,” ujar sumber ini. Meski demikian, keintiman itu tidak membuatnya terlalu terikat atau menyiksa anak-anaknya, melainkan justru memberikan kehangatan dalam masa-masa sulit.
Moments Kehidupan yang Membawa Harapan Baru
Kedekatan John dengan Ella dan Benjamin terlihat jelas saat mereka berpartisipasi dalam Festival Film Cannes 2026. Keduanya hadir untuk mempromosikan film debut penyutradaraan Travolta, yang berjudul Propeller One-Way Night Coach. Dalam film ini, Ella juga turut bermain bersama sejumlah aktor lain, termasuk Clark Shotwell, Kelly Eviston-Quinnett, dan Olga Hoffmann. Kehadiran mereka di Cannes menjadi momen penting yang menunjukkan komitmen John untuk membangun kembali harapan di tengah kehilangan.
Ella, yang dikenal sebagai sosok tertutup, lebih sering berada di samping ayahnya. Ia tidak suka memperhatikan sorotan publik dan memilih untuk menjalani kehidupan sederhana bersama keluarga. Meski demikian, ia tetap berani menunjukkan wajahnya di hadapan khalayak dalam acara fashion di Amerika Serikat bulan April lalu. Keberanian Ella itu membuat John merasa bangga dan mengunggah perasaan tersebut ke media sosial.
Ajaran Scientology sebagai Sarana Penyembuhan
Sumber menyebutkan bahwa keyakinan John Travolta terhadap ajaran Scientology menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mental mereka. Meski ia jarang membicarakan hal ini di depan umum, kepercayaan tersebut dianggap sebagai fondasi untuk mengatasi rasa kesedihan setelah kehilangan Jett dan Kelly. “Ajaran Scientology membantu mereka melewati masa-masa sulit dengan lebih tenang,” tambah sumber ini.
Kehilangan Jett, yang meninggal saat berusia 16 tahun, dan kematian Kelly Preston menjadi momen yang mengubah pola kehidupan John. Dari kejadian tersebut, ia belajar untuk lebih menghargai kehadiran keluarga. Sementara itu, Ella dan Benjamin terus menjadi sumber kekuatan baginya. Meski usia Ella tidak terlalu muda, keduanya menjalani kehidupan bersama dengan harmonis, meski tidak selalu dianggap sebagai keluarga yang sempurna.
Penampilan Pertama Ella di Layar Kecil
Film Propeller One-Way Night Coach tidak hanya menjadi debut sutradara John Travolta, tetapi juga momen penting bagi Ella. Sebagai salah satu dari sedikit anggota keluarga yang berpartisipasi dalam produksi, Ella berperan sebagai salah satu tokoh utama. Meski ia tidak secara terbuka membicarakan pengalaman syuting, keberadaannya dalam film ini dianggap sebagai langkah kecil menuju masa depan yang lebih cerah. John sendiri secara aktif menantikan respons publik terhadap karya barunya, termasuk peran Ella yang dianggap sebagai bukti hubungan kecil antara ayah dan anak.
Dalam sebuah wawancara, John juga menyampaikan rasa syukur terhadap keberadaan putrinya. “Ella adalah salah satu hal yang membuat saya tetap optimis,” ujarnya. Ia berharap film ini dapat menjadi awal dari kisah baru, baik bagi dirinya maupun untuk keluarga. Meski masih dalam proses pemulihan, keduanya percaya bahwa ikatan mereka akan tetap menjadi sumber kekuatan.
Sementara itu, kisah keluarga Travolta menjadi inspirasi bagi banyak orang. Mereka menunjukkan bahwa bahkan dalam kehidupan yang penuh dengan coba-coba, kehangatan keluarga bisa menjadi tempat pelarian. Dengan membagikan kehidupan pribadinya di media sosial, John menegaskan bahwa ia tidak hanya sebagai bintang layar, tetapi juga sebagai orang tua yang peduli. Kehilangan bukan hanya mengubah hidupnya, tetapi juga memperkuat ikatan dengan anak-anaknya. Dalam konteks ini, hubungan antara John dan Ella menjadi cerminan perjuangan kecil untuk tetap berbahagia.
Sejumlah fans pun mengapresiasi tindakan John dalam membagikan momen kecil kehidupan keluarganya. Mereka melihat peran Ella dalam film sebagai bukti bahwa kehidupan bermakna, bahkan di tengah duka yang berat. Dengan keberadaan putrinya, John Travolta tetap memiliki harapan dan motivasi untuk terus berkarya. Keduanya mungkin tidak akan pernah bisa melupakan kehilangan, tetapi mereka tetap berusaha membangun kembali kebahagiaan bersama.