FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Pusat Belanja Diyakini tetap Ramai meski Rupiah Melemah

Published Juni 11, 2026 · Updated Juni 11, 2026 · By Thomas Lopez

Pusat Belanja Diyakini tetap Ramai meski Rupiah Melemah

Special Plan - Dalam rangkaian acara pembukaan Festival Jakarta Great Sale (FJGS) di Jakarta, Rabu (11/6), Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DKI Jakarta, Mualim Wijoyo, mengungkapkan keyakinan bahwa pusat perbelanjaan di ibu kota akan tetap menarik pengunjung meskipun nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Menurut Mualim, stabilitas konsumsi masyarakat Jakarta masih terjaga berkat kebijakan pemerintah daerah yang terus berupaya memacu aktivitas ekonomi melalui berbagai inisiatif, termasuk gelaran festival belanja dan insentif bagi pelaku usaha. Ia menekankan bahwa FJGS 2026, yang berlangsung mulai hari ini hingga 22 Juli 2026, menjadi momentum penting untuk menopang daya beli warga.

Mualim menjelaskan bahwa keberhasilan pusat perbelanjaan dalam menarik pengunjung tidak hanya bergantung pada harga barang, tetapi juga pada pengalaman yang ditawarkan. Saat ini, mal-mal besar di Jakarta semakin menonjolkan peran sebagai tempat rekreasi dan interaksi sosial, yang membuat kunjungan tetap tinggi meskipun kondisi ekonomi global tidak stabil. "Kita harus optimis. Pertumbuhan ekonomi Jakarta cukup tinggi dan inflasi berhasil kita kendalikan dengan baik," tambah Uus, perwakilan penyelenggara, menegaskan hal serupa.

"Selama ini pemerintah sudah memberikan dukungan. Pemprov DKI mengadakan Jakarta Festive Wonders sebagai ajang pendorong belanja. Jadi, persoalan kenaikan dolar adalah hal yang berbeda dengan antusiasme belanja domestik," ujar Mualim saat acara peluncuran FJGS.

Strategi Penguatan Ekonomi Lokal

Festival Jakarta Great Sale 2026, yang berlangsung dalam rangka HUT ke-499 Jakarta, diikuti oleh 104 pusat perbelanjaan di seluruh wilayah DKI Jakarta. Kehadiran UMKM dalam acara ini menjadi strategi untuk meningkatkan partisipasi ekonomi lokal, sekaligus memperluas pasar bagi usaha kecil dan menengah. "Kita harap mal dapat berperan sebagai 'orang tua' bagi UMKM di sekitarnya melalui kolaborasi yang inklusif," kata Uus, yang menyambut antusiasme pelaku usaha.

Pemprov DKI Jakarta secara aktif menjadikan festival belanja sebagai sarana mendorong minat belanja warga. Salah satu acara yang paling efektif adalah Jakarta Festive Wonders, yang menunjukkan bahwa keterlibatan pemerintah dalam menyediakan kegiatan seru dan menarik dapat mengurangi dampak pelemahan rupiah. Mualim Wijoyo menilai, meskipun mata uang lokal mengalami tekanan, kebijakan yang dijalankan menghasilkan dampak positif, terutama pada segmen konsumen yang membutuhkan alternatif hiburan selain belanja.

Transisi Menuju Experience Center

Mualim juga mengatakan bahwa pusat perbelanjaan kini berubah fungsi. Daya tariknya tidak hanya dari produk yang ditawarkan, tetapi juga dari pengalaman yang bisa dirasakan pengunjung. Ini berarti, konsumen tidak lagi hanya membeli barang, tetapi juga menikmati aktivitas yang memperkaya kualitas hidup. "Daya tarik mal saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada transaksi jual-beli konvensional," tegasnya.

Dengan transformasi tersebut, keberlanjutan bisnis pusat perbelanjaan dinilai lebih baik. Mualim menyebutkan bahwa pengalaman seperti permainan anak, kafe, atau acara musik menjadi bagian integral dari daya tarik mal. Hal ini memungkinkan pengunjung untuk menghabiskan lebih banyak waktu dan uang di tempat tersebut, bahkan saat rupiah mengalami pelemahan. "Kita tetap optimis target penjualan Rp16 triliun dapat tercapai, apalagi momentumnya bertepatan dengan masa libur sekolah," imbuhnya.

Peluang untuk UMKM

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta juga mendapat perhatian khusus dalam FJGS 2026. Mualim menjelaskan bahwa keberhasilan acara ini tidak hanya bergantung pada mall-mall besar, tetapi juga pada partisipasi UMKM sebagai bagian dari ekosistem ekonomi lokal. "UMKM harus didukung agar bisa bertahan dan berkembang, terutama dalam situasi ekonomi yang tidak menentu," tambahnya.

Dalam FJGS 2026, UMKM diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan. Pemprov DKI Jakarta berupaya menciptakan ruang bagi usaha kecil untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Uus juga menegaskan bahwa acara ini merupakan langkah strategis untuk memutar roda ekonomi di tengah tantangan global. "Kita harus optimis, karena pertumbuhan ekonomi Jakarta tetap positif, dan inflasi berhasil dikendalikan," ujarnya.

Dengan dukungan pemerintah, Mualim memperkirakan bahwa pengunjung akan terus mengalir ke pusat perbelanjaan, meskipun nilai tukar rupiah melemah. Acara seperti Jakarta Festive Wonders dan FJGS berperan penting dalam menopang daya beli masyarakat, yang menjadi kunci untuk mempertahankan volume transaksi. "Transaksi di mal tidak hanya bergantung pada kondisi rupiah, tetapi juga pada inisiatif yang diberikan," jelas Mualim.

Kemajuan ekonomi Jakarta dianggap sebagai fondasi utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap belanja. Meskipun tekanan dari kenaikan dolar AS terasa, Mualim menyatakan bahwa momentum positif dari perekonomian daerah tetap menguntungkan. "Pertumbuhan ekonomi yang stabil dan inflasi yang terkendali menjadi alasan kita tetap optimis," pungkasnya.

Acara FJGS 2026 ini diharapkan menjadi pemicu untuk memperkuat keberlanjutan usaha di sektor ritel. Selain itu, program pemerintah juga memberikan dampak yang signifikan bagi pengelola mall dan UMKM. Dengan kombinasi antusiasme belanja domestik dan aktivitas ekonomi yang dinamis, pusat perbelanjaan di Jakarta diprediksi tetap menjadi destinasi utama bagi masyarakat, baik dalam maupun luar masa libur. "FJGS bukan hanya acara belanja, tetapi juga wadah untuk membangun ekosistem ekonomi yang lebih inklusif," tutur Uus.