New Policy: PKS Dorong Anak Muda Mandiri Finansial dan Memiliki Jiwa Pemimpin
PKS Dorong Anak Muda Mandiri Finansial dan Berjiwa Pemimpin
New Policy - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meluncurkan New Policy bertema “Anak Muda Mandiri Finansial dan Siap Memimpin” dalam Webinar Nasional yang digelar di Aula Kantor DPTP PKS, Jakarta. Acara ini menarik partisipasi ratusan pemuda dari berbagai daerah, yang antusias mengikuti pembahasan tentang pentingnya kemandirian ekonomi dan pembentukan karakter pemimpin di tengah tantangan zaman digital. New Policy ini menjadi bagian dari komitmen PKS untuk memperkuat peran generasi muda dalam membangun kehidupan yang lebih baik melalui keterampilan finansial dan kemampuan kepemimpinan.
Program Penguatan Diri untuk Generasi Muda
Kepala Bidang Kepemudaan DPP PKS, Henda Yusamtha, menegaskan bahwa New Policy dirancang sebagai alat edukasi bagi pemuda agar bisa menghadapi dinamika ekonomi modern. “Kita harus menciptakan program yang memberikan kesempatan belajar dan pengembangan diri,” ujarnya dalam keterangan resmi. Menurut Henda, New Policy tidak hanya berfokus pada kader PKS, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum. “Tujuannya adalah membentuk individu yang memiliki kemampuan finansial dan jiwa pemimpin untuk berkontribusi secara aktif,” tambahnya.
"Dengan New Policy ini, kita bisa membuka jalan bagi pemuda untuk mengelola keuangan secara mandiri, sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan tindakan nyata dalam mengubah masa depan bangsa," kata Henda.
Menurutnya, kemandirian finansial menjadi fondasi utama untuk membangun kepercayaan diri dan memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan. “Anak muda yang memiliki New Policy ini akan mampu menghadapi tantangan ekonomi global, sekaligus menciptakan nilai tambah untuk komunitas sekitar,” jelas Henda. Ia menekankan bahwa New Policy mencakup pembekalan tentang pengelolaan dana, investasi, dan penguatan skill set yang relevan dengan era digital.
Kunci Perubahan Melalui Pemuda
Ketua Panitia Webinar, Izharul Haq, Lc MA, menyampaikan bahwa New Policy bertujuan melatih pemuda untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga berperan dalam kemajuan sosial dan ekonomi. “Pemuda harus diberikan alat-alat yang tepat agar bisa menjadi penggerak perubahan,” kata Izharul. Ia menambahkan bahwa New Policy ini merupakan bagian dari upaya menyelaraskan kebutuhan individu dengan tuntutan pembangunan nasional.
"Kita perlu bekerja, berdagang, dan berusaha agar mandiri secara ekonomi, sehingga kontribusi pemuda terhadap umat dan bangsa bisa lebih besar," ujarnya.
Menurut Izharul, kemandirian finansial bukan sekadar kemampuan mengelola uang, tetapi juga dasar untuk menciptakan inisiatif kreatif dan berdampak luas. “Anak muda yang terlatih melalui New Policy akan siap mengambil peran dalam pengambilan keputusan strategis,” paparnya. Ia menekankan bahwa program ini dirancang untuk menumbuhkan mental leadership dan kesadaran akan tanggung jawab sosial.
Peluang Pemuda di Era Digital
New Policy PKS juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perubahan teknologi. Henda Yusamtha menjelaskan bahwa pemuda kini diharapkan mampu memanfaatkan digital untuk meningkatkan produktivitas dan ekonomi pribadi. “Kita perlu menggali potensi mereka dengan pendekatan yang berorientasi solusi,” katanya. Dalam New Policy ini, PKS memberikan materi tentang manajemen keuangan, bisnis kecil menengah, dan penggunaan media sosial untuk memperluas jaringan.
"Era digital menuntut pemuda memiliki kemampuan mandiri finansial dan jiwa pemimpin yang mampu menggerakkan komunitas secara aktif," ujar Henda.
Program ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemuda dan institusi. “Dengan New Policy, kita bisa membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kepemimpinan,” lanjut Izharul. Ia berharap peserta webinar bisa menjadi contoh nyata pemuda Indonesia yang mandiri dan berjiwa besar dalam menghadapi tantangan masa depan.
Integrasi Pendidikan dan Kebutuhan Nyata
Henda Yusamtha menekankan bahwa New Policy dilengkapi dengan materi praktis yang langsung relevan dengan kehidupan sehari-hari. “Pemuda tidak hanya perlu belajar teori, tetapi juga mengaplikasikan ilmu dalam tindakan nyata,” jelasnya. Acara ini memberikan pelatihan tentang investasi, penghematan, dan pengelolaan risiko finansial, serta penguatan kemampuan berkomunikasi dan berorganisasi.
"Kita harus menggabungkan pendidikan dengan kebutuhan nyata pemuda agar program ini benar-benar efektif," kata Henda.
Dengan New Policy, PKS ingin mendorong generasi muda untuk menjadi bagian dari solusi ekonomi dan sosial. “Anak muda yang mandiri akan menjadi pilar kekuatan bangsa di masa depan,” tambah Izharul. Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi juga alat untuk membangun kepercayaan diri dan kepemimpinan di berbagai tingkat kehidupan.