New Policy: Penghargaan Indonesia Most Trusted Companies Bukti Kepatuhan pada Tata Kelola Perusahaan
Penghargaan Indonesia Most Trusted Companies: Tekad PNM dalam Mewujudkan Tata Kelola Perusahaan yang Tangguh
New Policy - Perusahaan PNM, yang bergerak di bidang pemberdayaan ekonomi perempuan prasejahtera, berhasil meraih penghargaan Indonesia Most Trusted Companies dalam acara Corporate Governance Perception Index (CGPI) Award 2025 yang diadakan oleh SWA Media. Pengakuan ini berdasarkan evaluasi terhadap konsistensi penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang dijalankan oleh perusahaan sejak lama. Tidak hanya menekankan kepatuhan terhadap aturan, PNM juga memastikan setiap proses bisnis mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik telah terwujud secara nyata.
Upaya PNM untuk Membangun Budaya Kepatuhan
PNM menekankan bahwa budaya kepatuhan menjadi fondasi utama dalam memberikan layanan yang bermutu kepada 23,3 juta perempuan prasejahtera di seluruh wilayah Indonesia. Menurut Wakil Direktur Utama PNM, Sunar Basuki, tata kelola perusahaan yang solid tidak hanya tentang memenuhi persyaratan regulasi, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan publik. "Kepatuhan tidak sekadar dianggap sebagai pengisian aturan, tetapi tentang menjaga kepercayaan. Setiap individu di PNM, dari level direksi hingga Account Officer di lapangan, memiliki peran penting untuk memastikan proses bisnis berjalan dengan benar, transparan, dan memberikan manfaat," ujar Sunar dalam keterangan tertulis, Jumat (25/6).
"Penghargaan ini mendorong kami untuk terus memperkuat kepatuhan dalam setiap lini organisasi. Dengan tata kelola yang kuat, kami optimis dapat mempertahankan kualitas layanan sekaligus memperluas dampak program pemberdayaan bagi pelaku usaha ultra mikro," tutur Sunar.
Dalam menjalankan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), PNM memastikan bahwa prinsip GCG diterapkan secara menyeluruh. Mulai dari struktur direksi, manajemen, unit kerja, hingga tim lapangan yang langsung berinteraksi dengan nasabah, setiap tingkatan diisi dengan kehati-hatian dan keberlanjutan. Kepatuhan di sini bukan hanya tentang kepatuhan formal, tetapi juga tentang konsistensi dalam menjaga transparansi dan tanggung jawab terhadap masyarakat. Hal ini mencerminkan upaya perusahaan untuk menciptakan lingkungan bisnis yang adil dan berkelanjutan.
Komitmen untuk Membangun Ekosistem Usaha yang Berkualitas
Kemenangan PNM dalam ajang CGPI Award 2025 menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada pertumbuhan finansial, tetapi juga pada peningkatan kualitas tata kelola. Sebagai institusi keuangan yang bergerak di sektor UMKM, PNM berkomitmen untuk menciptakan ekosistem usaha yang berimbang dan mendorong pengembangan kapasitas pelaku usaha. Program Mekaar, yang saat ini melayani jutaan nasabah di berbagai daerah, menjadi contoh nyata dari upaya ini.
Sunar menjelaskan bahwa tata kelola perusahaan yang baik adalah kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat. "Karena pelayanan yang baik harus dimulai dari cara kerja yang bertanggung jawab," tambahnya. PNM menganggap bahwa penghargaan ini sebagai motivasi untuk memperkuat kepatuhan dalam seluruh proses bisnis, mulai dari pengambilan keputusan hingga pelaksanaan program. Dengan memperhatikan prinsip GCG, perusahaan berharap dapat menciptakan kepercayaan yang lebih dalam terhadap layanan yang diberikan.
Inisiatif PNM dalam Memperluas Dampak Pemberdayaan
Di samping penghargaan tersebut, PNM terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan ekonomi, termasuk kampanye #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM. Kedua inisiatif ini merupakan kelanjutan dari upaya sebelumnya dengan hashtag #CariTauLangkahBaru, yang bertujuan untuk memperluas dampak pembinaan dan mendorong pengembangan usaha nasabah. Kampanye ini dirancang agar lebih banyak pelaku usaha ultra mikro bisa merasakan manfaat dari layanan perbankan inklusif yang diberikan PNM.
Kepatuhan terhadap prinsip GCG juga menjadi pondasi dalam menyelenggarakan program Mekaar. Perusahaan memastikan bahwa setiap tahap pelaksanaan, mulai dari pendaftaran hingga pemantauan, dijalani dengan transparansi dan akuntabilitas. "Dengan tata kelola yang kuat, kami yakin mampu menjaga kualitas layanan sekaligus memberdayakan perempuan prasejahtera secara optimal," kata Sunar. Selain itu, PNM juga terus mengevaluasi dan memperbaiki proses bisnis untuk memenuhi standar GCG secara global.
Penghargaan sebagai Buktikan Keseriusan dalam Kepatuhan
Menurut Sunar, penghargaan Indonesia Most Trusted Companies menjadi bukti bahwa PNM telah mencapai tingkat kepatuhan yang memadai. "Ini bukan hanya penghargaan bagi perusahaan, tetapi juga pengakuan terhadap upaya kita dalam menjaga transparansi dan keberlanjutan," tambahnya. Perusahaan berharap penghargaan ini bisa menjadi bahan perbandingan bagi industri keuangan lainnya, terutama dalam mendorong penerapan tata kelola yang lebih baik.
PNM tidak hanya fokus pada pemberdayaan perempuan prasejahtera, tetapi juga pada pengembangan ekosistem usaha mikro dan kecil yang mandiri. Dengan memperkuat budaya kepatuhan, perusahaan optimis dapat menciptakan lingkungan usaha yang lebih sehat dan inklusif. Keberhasilan program Mekaar dalam menjangkau 23,3 juta nasabah adalah bukti bahwa prinsip GCG tidak hanya berjalan di kertas, tetapi juga berdampak nyata di lapangan.
Penghargaan ini juga memperkuat citra PNM sebagai perusahaan yang profesional dan berorientasi pada keberlanjutan. Dengan menjaga standar tata kelola yang tinggi, perusahaan mampu memastikan bahwa layanan yang diberikan kepada masyarakat tetap terjaga kualitasnya. "Kepatuhan terhadap prinsip GCG tidak hanya mendorong kepercayaan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi nasabah dan masyarakat secara keseluruhan," ujar Sunar.
Langkah Baru dalam Penguatan Kepercayaan Publik
PNM terus berinovasi dalam menghadirkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan memperkuat implementasi tata kelola perusahaan, perusahaan berharap dapat mendukung upaya pemberdayaan ekonomi perempuan prasejahtera dan pelaku usaha ultra mikro. Selain itu, perusahaan juga berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan dan menciptakan ekosistem yang lebih transparan serta akuntabel.
Keberhasilan PNM dalam meraih penghargaan ini menunjukkan bahwa komitmen terhadap GCG tidak hanya sebatas pada paparan laporan, tetapi juga diwujudkan dalam setiap aspek kegiatan. Perusahaan menjadikan tata kelola sebagai bagian dari visi misi untuk menciptakan perubahan positif di Indonesia. Dengan kepatuhan yang konsisten, PNM berharap bisa menjadi contoh bagi perusahaan lainnya dalam mendorong keberlanjutan dan kualitas layanan yang memenuhi harapan masyarakat.