FitInfoSehat
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Dorong Talenta Muda Jadi Motor Transformasi Perkebunan Indonesia

Published Juni 10, 2026 · Updated Juni 10, 2026 · By Linda Rodriguez

Dorong Talenta Muda Jadi Motor Transformasi Perkebunan Indonesia

Latest Program - Pada hari Rabu, 10 Juni, Holding Perkebunan Nusantara (PT Perkebunan Nusantara III) menggelar Studium Generale bertema "Membangun Masa Depan Sektor Perkebunan Indonesia: Inovasi, Talenta Muda, dan Keberlanjutan". Acara ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa serta alumni Institut Pertanian Bogor (IPB University), dengan peserta yang terdiri dari berbagai elemen kampus dan industri. Dalam kesempatan tersebut, Denaldy Mulino Mauna, Direktur Utama PTPN III, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mendorong perubahan sektor perkebunan Indonesia, terutama menghadapi tantangan seperti ketahanan pangan, energi, dan dampak perubahan iklim global.

Transformasi Sebagai Kunci Pemulihan Industri

Denaldy mengatakan bahwa sektor perkebunan memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian nasional. "Indonesia perlu membangun sistem perkebunan yang lebih modern dan kompetitif, karena industri ini tidak hanya tergantung pada pengelolaan perusahaan atau kebijakan pemerintah, tetapi juga perlu didorong oleh partisipasi aktif generasi muda," ujarnya. Ia menambahkan bahwa inovasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama untuk menghadapi transformasi industri, terutama dalam bidang digitalisasi, peningkatan produktivitas, dan pembangunan yang berkelanjutan.

“Kita harus bersama-sama membangun sektor perkebunan Indonesia. Masa depan sektor ini tidak hanya ditentukan oleh perusahaan atau pemerintah, tetapi oleh seluruh pihak yang memiliki komitmen untuk mendorong kemajuan bangsa,” ujar Denaldy.

Dalam sambutan resmi, Denaldy memaparkan bahwa tantangan di sektor perkebunan sekarang ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mewujudkan keberlanjutan. "Digitalisasi menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi, sedangkan keterlibatan generasi muda akan memastikan industri ini tetap relevan di tengah persaingan global," jelasnya. PTPN III, sebagai pelaku utama dalam perkebunan nasional, berkomitmen untuk membangun ekosistem yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta lingkungan.

Kolaborasi Akademik dan Industri

Studium Generale ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh, seperti M. Abdan Rofi, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa IPB, serta Prof. drh. Deni Noviana, Ph.D., DAiCVIM, yang memimpin bidang pendidikan dan kemahasiswaan IPB University. Dalam pidatonya, Prof. Deni Noviana menyoroti bahwa kolaborasi antara akademisi dan pelaku industri penting untuk memperkaya wawasan mahasiswa. "Kehadiran para praktisi di tengah diskusi akademik memberi kesempatan bagi para mahasiswa untuk memahami masalah nyata di lapangan, sehingga mereka bisa berkontribusi lebih efektif di masa depan," kata dosen tersebut.

Kompetensi generasi muda dalam menghadapi tantangan pangan, energi, dan perubahan iklim juga dibahas oleh M. Abdan Rofi. "Transformasi sektor perkebunan adalah peluang untuk menghadirkan solusi inovatif. Generasi muda harus terlibat aktif, karena mereka memiliki keahlian teknologi dan kreativitas yang bisa menjawab masalah-masalah kompleks," ujarnya. Menurut Rofi, diskusi ini memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya fokus pada penelitian, tetapi juga aplikasi langsung di lapangan.

“Setiap tantangan selalu menghadirkan peluang. Transformasi sektor perkebunan hari ini dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi, membangun teknologi baru, dan menghadirkan solusi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional,” tambah M. Abdan Rofi.

Pembangunan Kebangsaan Memerlukan Sinergi

Dalam kesempatan ini, Aidil Afdan Pananrang, Founder Rembuk Pemuda, menyampaikan bahwa pembangunan bangsa adalah tanggung jawab kolektif. "Indonesia membutuhkan sinergi dari semua pihak, termasuk generasi muda, untuk memastikan pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan," ujarnya. Menurut Aidil, kemajuan perkebunan tidak bisa dicapai hanya melalui inisiatif perusahaan atau pemerintah, tetapi juga perlu didukung oleh keikutsertaan masyarakat luas.

“Kerja-kerja untuk mengoptimalkan peluang bagi kemajuan bangsa bukanlah kerja satu atau dua pihak saja. Ini adalah kerja bersama lebih dari 200 juta jiwa yang memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan Indonesia terus bergerak maju,” kata Aidil Afdan Pananrang.

Acara yang berlangsung secara interaktif ini menampilkan berbagai topik strategis, seperti peluang karier di bidang perkebunan, pengembangan teknologi pertanian, dan strategi menciptakan industri yang berkelanjutan. Para peserta aktif dalam diskusi, dengan mengajukan pertanyaan dan gagasan yang memperkaya perspektif pembangunan. PTPN III juga menyatakan dukungan terhadap inisiatif akademik yang menciptakan sinergi antara teori dan praktik.

Denaldy menyampaikan bahwa kolaborasi seperti ini akan membentuk talenta muda yang mampu menjawab tantangan ke depan. "Kemajuan nasional akan dicapai ketika generasi muda mampu memadukan ilmu pengetahuan dengan inovasi, sehingga bisa menghasilkan solusi yang berkelanjutan dan inklusif," jelasnya. Dalam pandangan Denaldy, perkebunan Indonesia perlu menjadi contoh keterlibatan aktif generasi muda dalam pengelolaan sumber daya alam.

Komitmen PTPN III untuk Penguatan Ekosistem

Studium Generale dianggap sebagai platform yang membantu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya partisipasi muda dalam transformasi sektor perke