Strategi Penting: Kemenhut sebut Bromo prioritas jadi kawasan wisata berkelas dunia

WhatsApp Image 2026 04 13 at 20.22.48 1 1024x683 1

Kemenhut Fokuskan Pengembangan Bromo sebagai Kawasan Wisata Dunia

Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) – Dalam upaya mewujudkan kawasan wisata berkelas dunia, Kementerian Kehutanan menempatkan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sebagai prioritas utama. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Satyawan Pudyatmoko, menyatakan bahwa penataan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pengelolaan taman nasional secara terpadu.

“Pemerintah berencana mengubah sejumlah taman nasional menjadi destinasi wisata global. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menjadi salah satu yang menjadi fokus utama,” ujar Satyawan saat menghadiri peletakan batu pertama JLKT di kawasan TNBTS, Senin.

Menurut Satyawan, pengembangan JLKT mencakup berbagai aspek, seperti konservasi lingkungan, perlindungan flora dan fauna, pengelolaan sumber daya air, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Ia menegaskan bahwa proyek ini bertujuan menyelaraskan kebutuhan ekonomi dan kelestarian alam.

“JLKT merupakan alat penting untuk mengintegrasikan kepentingan konservasi dengan pengembangan ekonomi masyarakat,” tambahnya. “Kami berharap ini menjadi awal transformasi Bromo menuju pengelolaan yang berkelanjutan, sehingga alam tetap terjaga dan budaya lokal tetap dilestarikan.”

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Probolinggo Mohammad Haris mengungkapkan bahwa pembangunan JLKT merupakan momentum penting untuk menjaga keberlanjutan kawasan Tengger. Ia menjelaskan bahwa jalur kaldera akan diperpanjang hingga 13 kilometer, yang diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara jumlah wisatawan dan pelestarian lingkungan.

“Kawasan Bromo tidak hanya bernilai ekonomi dari sektor pariwisata, tetapi juga memiliki makna spiritual dan budaya yang perlu dipertahankan. Jika alam terjaga, masyarakat akan sejahtera, budaya tetap lestari, dan kawasan ini bisa dinikmati generasi mendatang,” kata Haris.

Dengan penataan ini, Kemenhut berharap TNBTS tidak hanya menjadi destinasi wisata unggulan, tetapi juga contoh sukses dalam menggabungkan pengelolaan lingkungan, budaya, dan ekonomi secara berkelanjutan. Sejumlah 57 taman nasional di Indonesia saat ini menjadi target pengembangan untuk mengukuhkan kelas dunia, dengan Bromo Tengger Semeru menjadi salah satu yang diunggulkan.