Key Strategy: Menteri Pariwisata puji nilai historis Bukittinggi dan Jam Gadang

3014b7d1 8caa 4914 9f18 4cac80aa15d1 0

Menteri Pariwisata puji nilai historis Bukittinggi dan Jam Gadang

Key Strategy – Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, menjadi sorotan dalam kunjungan resmi Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana yang berlangsung Rabu. Dalam perjalanan tersebut, Menpar menyampaikan apresiasi terhadap kota wisata sejarah ini serta monumen Jam Gadang yang dianggap memiliki nilai historis unik. “Kota Bukittinggi dan Jam Gadang memiliki makna besar dalam sejarah Indonesia, sehingga layak menjadi pusat perhatian bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia,” ujarnya.

Kontribusi Sejarah dalam Pariwisata

Kunjungan Menpar ke Bukittinggi disambut antusias oleh warga setempat, yang mengharapkan peningkatan promosi destinasi wisata tersebut. Menurut Menpar, sejarah menjadi faktor utama dalam menarik minat pengunjung. “Bukittinggi pernah menjadi ibukota negara, sehingga memiliki pondasi historis yang luar biasa. Jam Gadang, sebagai simbol waktu, telah berdiri selama 100 tahun sejak 1926,” jelasnya.

“Desain terakhir Jam Gadang yang berbentuk gonjong khas Minangkabau sangat menarik. Kami berharap, acara puncak perayaan satu abad monumen ini dapat menjadi momentum untuk menegaskan eksistensi Bukittinggi di tingkat internasional,” kata Widiyanti Putri Wardhana.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Menpar juga mengunjungi lokasi pembangunan dan memeriksa kondisi bangunan Jam Gadang. Monumen ini, menurutnya, menggabungkan elemen desain dari berbagai periode sejarah, termasuk zaman Belanda dan Jepang, serta revisi yang dilakukan pasca-kemerdekaan. “Kami sangat tertarik melihat bagaimana kota ini menjaga keaslian budaya dan arsitektur sepanjang waktu,” tuturnya.

Dukungan untuk Pengembangan Wisata

Menpar menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan destinasi wisata di Bukittinggi dan Sumatera Barat secara keseluruhan. “Pariwisata harus menjadi pilar ekonomi kota. Dengan melibatkan investor, memperbaiki infrastruktur dasar, dan memperkuat ajang promosi, kita bisa menghadirkan pengalaman wisata yang lebih baik,” katanya.

Dalam dialog dengan pihak setempat, Menpar menyampaikan rencana kerja sama yang lebih intensif. “Kami akan membantu merancang itinerary wisata dan produk paket yang dapat dipasarkan di expo internasional. Jika daerah memiliki anggaran untuk berpartisipasi, itu akan menjadi langkah strategis,” tambahnya.

“Wisata Bukittinggi adalah ikon yang bisa dijadikan pembelajaran bagi pengunjung. Kami mendengarkan rencana pemerintah daerah dan mendukung semua langkah yang bertujuan memperkuat citra kota ini,” ujar Menpar.

Kota Bukittinggi, sebagai kota yang dikenal dengan kekayaan budaya dan sejarah, memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan dari luar negeri. Menpar berharap, melalui kolaborasi yang lebih baik, destinasi ini dapat menghadirkan pengalaman yang memadukan tradisi lokal dengan inovasi modern.

Respons Pemerintah Kota

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyambut baik kunjungan Menpar sebagai momen penting untuk memperkuat posisi kota ini sebagai destinasi wisata sejarah kelas dunia. “Kami bersyukur atas dukungan Ibu Menpar terhadap kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pariwisata. Terutama dalam persiapan acara ‘Satu Abad Jam Gadang’ yang akan digelar bulan Juni,” katanya.

“Kota Bukittinggi memiliki visi besar untuk menghadirkan sejarahnya di kancah internasional. Dengan bantuan pemerintah pusat, kami yakin bisa menciptakan daya tarik yang lebih luas dan berkelanjutan,” tambah Ramlan Nurmatias.

Dalam kunjungan tersebut, Menpar didampingi oleh anggota DPRD RI Irman Gusman dan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen pemerintah pusat untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata di provinsi tersebut. “Kami ingin menggali potensi wisata Bukittinggi lebih dalam, agar bisa bersaing di tingkat regional maupun global,” imbuh Mahyeldi.

Pengembangan Infrastruktur dan Promosi

Kunjungan Menpar juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kebutuhan infrastruktur dasar yang mendukung pariwisata. “Peningkatan fasilitas transportasi, penginapan, dan akses informasi sangat penting untuk memastikan pengunjung bisa menikmati seluruh potensi kota ini,” katanya.

Menpar menyoroti peran penting promosi dalam menghadirkan destinasi wisata ke masyarakat luas. “Kami berencana menghadirkan paket wisata yang menonjolkan nilai sejarah dan budaya Bukittinggi. Selain itu, kita juga akan mengajak daerah lain di Sumbar untuk bergabung dalam inisiatif ini,” jelasnya.

Wali Kota Bukittinggi mengakui bahwa kunjungan Menpar memberikan semangat baru untuk mengembangkan sektor pariwisata. “Kami akan menyusun rencana kerja bersama dengan Kementerian Pariwisata dan pihak terkait lainnya. Tujuannya adalah menjamin keberlanjutan destinasi ini sebagai tempat wisata unggulan,” katanya.

Menpar juga menyampaikan bahwa kota-kota lain di Sumatera Barat perlu diteliti lebih lanjut untuk memastikan keberagaman destinasi wisata. “Kita ingin menawarkan berbagai pilihan yang menarik, agar setiap wisatawan dapat menikmati sesuai minat dan kebutuhan mereka,” pungkasnya.

Dengan bantuan dari pemerintah pusat dan daerah, diharapkan Bukittinggi dapat menjadi pusat sejarah yang dikenal secara internasional. “Selama ini, kota ini sudah populer, tapi kita perlu memastikan pengembangan berkelanjutan agar tetap relevan di masa depan,” kata Menpar sembari meninjau beberapa tempat wisata lain di kota tersebut.

Langkah Strategis untuk Wisatawan Global

Kehadiran Menpar dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa pemerintah pusat berkomitmen untuk memperkuat daya tarik wisatawan dari luar negeri. “Dengan menghadirkan produk wisata yang menarik, kami yakin Bukittinggi bisa menjadi salah satu tujuan utama di Indonesia,” katanya.

Menpar juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat. “Kami siap mendukung kegiatan-kegiatan yang berdampak positif bagi pariwisata, seperti acara budaya, festival, dan pameran. Selama ini, Jam Gadang sudah menjadi simbol penting, tapi kita perlu menjaga konsistensinya dalam promosi,” tuturnya.

Kota Bukittinggi, yang dikenal dengan keindahan alam dan arsitektur kolonial, memiliki peluang besar untuk menarik wisatawan internasional. Menpar berharap, melalui berbagai langkah yang diambil, destinasi ini bisa lebih dikenal ke berbagai penjuru dunia. “Kami akan terus mendorong inovasi dalam promosi, agar pengunjung bisa mengetahui seluruh potensi yang ada di kota ini,” pungkasnya.