Key Strategy: HIMKI: Perkuat pasar kerajinan lewat kreativitas dan industrialisasi

66feef65 318b 44df b33d 30d93860c61a 0

HIMKI: Perkuat Pasar Kerajinan Melalui Kreativitas dan Industrialisasi

Key Strategy – Jakarta – Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) yakin, negara ini mampu memperkuat posisi dalam industri kerajinan global dan memanfaatkan peluang ekonomi di sektor tersebut dengan menggabungkan inovasi kreatif serta pengembangan industri secara sistematis. Dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu, Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur menjelaskan bahwa kekuatan industri ini didukung oleh berbagai faktor, seperti kawasan manufaktur yang berkembang, rantai pasok yang terintegrasi, pendidikan teknik yang memperkuat pengembangan sektor, keberanian dalam berinvestasi teknologi, serta budaya kerja yang fokus pada efisiensi dan kualitas produk.

Kreativitas dan Teknologi sebagai Kunci Kemajuan

Menurut Abdul Sobur, Indonesia memiliki fondasi kuat untuk menjadi pemain utama di pasar internasional. Hal ini berdasarkan eksistensi sektor kerajinan domestik yang didukung oleh seni, desain, serta kekayaan budaya lokal. Ia menekankan bahwa kreativitas tanpa pendukung industrialisasi akan sulit berkembang menjadi kekuatan ekonomi global, sementara industrialisasi tanpa kreativitas hanya menghasilkan produk massal yang kurang beridentitas. Oleh karena itu, masa depan industri Indonesia, menurutnya, tergantung pada kemampuan menggabungkan keduanya: kreativitas yang diimbangi disiplin industri dan teknologi modern.

Dalam kunjungan yang dilakukannya di Qingdao, Shandong, China, pada Jumat (15/5), Abdul Sobur meninjau langsung kawasan industri furnitur dan mesin woodworking. Ia menyatakan bahwa pengalaman ini memperkuat keyakinannya bahwa industri kerajinan nasional memiliki potensi besar untuk berkembang. Kegiatan tersebut meliputi partisipasi dalam pameran furnitur serta mesin pengolahan kayu, sekaligus observasi proses produksi mesin premium, termasuk lini mesin finishing high gloss dan piano finish yang digunakan untuk membuat produk berkualitas tinggi. “Pertemuan antara kreativitas dan industrialisasi adalah formula untuk membangun industri yang mampu bersaing secara global,” ujarnya.

Industri Kerajinan sebagai Motor Ekonomi

Abram Sobur menjelaskan bahwa kota-kota kreatif seperti Bandung menjadi sumber daya penting untuk menggerakkan ekonomi nasional. Di sini, terdapat banyak talenta kreatif, perajin berprestasi, serta desainer yang memiliki kemampuan unggul. Kekuatan tersebut, menurutnya, bisa menjadi bahan bakar untuk meningkatkan nilai ekspor dan membangun ekosistem industri yang lebih kuat. Dengan pendekatan ini, industri kerajinan tidak hanya menjadi bagian dari sektor manufaktur, tetapi juga menjadi simbol identitas nasional yang bisa menarik minat dunia.

“Bila kreativitas Indonesia dipertemukan dengan keberanian industrialisasi dan konsistensi kebijakan, maka Indonesia tidak hanya bisa menjadi pasar dunia, tetapi juga salah satu pusat produksi kreatif global di masa depan,” ujar Abdul Sobur.

Kemenperin, dalam upaya mendukung visi ini, menargetkan Indonesia sebagai pusat produksi furnitur dunia. Target tersebut mencakup penguatan hilirisasi kayu secara berkelanjutan dan peningkatan daya saing industri nasional. Sebagai bagian dari strategi ini, sektor kerajinan juga memainkan peran krusial dalam perekonomian. Industri ini menyerap ratusan ribu tenaga kerja, serta terhubung langsung dengan pasar global yang mencapai nilai hampir 736,21 miliar dolar AS. Kemenperin yakin, dalam lima tahun ke depan, Indonesia bisa meningkatkan kapasitas produksi, serta memimpin dalam aspek desain dan keberlanjutan.

Program Restructurisasi untuk Meningkatkan Efisiensi

Untuk memperkuat sektor ini, Kemenperin meluncurkan program restrukturisasi mesin serta peralatan industri pengolahan kayu. Program tersebut, menurut Abdul Sobur, telah memberikan manfaat signifikan. Hingga saat ini, program ini telah mendukung 35 perusahaan dengan total nilai reimbursement mencapai Rp26,1 miliar. Hasilnya, efisiensi produksi meningkat sebesar 10,70 persen, kualitas produk meningkat 36,28 persen, dan produktivitas mencapai 32,65 persen. Angka ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam transformasi industri.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan industri pengolahan pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 5,30 persen, lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11 persen. Faktor ini menegaskan bahwa sektor kerajinan bisa menjadi motor penggerak ekonomi yang berdampak luas. Peningkatan pertumbuhan tersebut juga menggambarkan potensi industri dalam mendorong pertumbuhan nasional secara keseluruhan.

Strategi untuk Membangun Industri yang Kompetitif

Abram Sobur menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri. Ia menyebutkan bahwa dengan menggabungkan kreativitas lokal dengan teknologi modern dan sistem produksi yang terpadu, Indonesia bisa menjadi negara yang unggul dalam industri kreatif global. “Kreativitas harus didukung oleh proses industri yang rapi dan teknologi yang canggih,” imbuhnya. Pihaknya berharap, kebijakan pemerintah bisa mengakselerasi pertumbuhan sektor ini, sekaligus menciptakan lingkungan bisnis yang mendorong inovasi.

Sementara itu, Kemenperin terus berupaya meningkatkan daya saing industri kerajinan. Fokus utamanya adalah penguatan kapasitas produksi, keterlibatan teknologi, serta ekspor yang terarah. Sebagai contoh, program restrukturisasi mesin tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat kualitas produk, sehingga bisa bersaing dengan produk dari negara-negara lain. Proses ini berjalan bertahap, dengan pengawasan ketat terhadap perusahaan yang terlibat, serta evaluasi berkala untuk memastikan hasil yang optimal.

Abram Sobur menyampaikan bahwa industri kerajinan Indonesia memiliki potensi untuk menjadi salah satu negara paling inovatif di Asia. Hal ini berdasarkan kemampuan masyarakat lokal dalam menggabungkan seni tradisional dengan konsep modern. Ia menekankan bahwa keberhasilan sektor ini tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kebijakan yang konsisten, serta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. “Kami yakin, dengan keseriusan mengembangkan kreativitas dan industrialisasi, Indonesia bisa menjadi pusat produksi kreatif yang diperhitungkan,” ujarnya.

Kapasitas dan Potensi Indonesia dalam Industri Kerajinan

Kemenperin juga menyatakan bahwa industri kerajinan berpotensi menjadi bagian dari upaya transformasi ekonomi nasional. Dengan sumber daya alam yang melimpah, pasar domestik yang besar, bonus demografi, serta posisi geopolitik yang strategis, Indonesia memiliki modal untuk memperkuat industri ini secara berkelanjutan. Keberhasilan di sektor ini bisa menjadi contoh bagus bagi industri lainnya dalam memanfaatkan kekayaan lokal untuk menghadapi tantangan global.

Kebijakan yang dijalankan oleh Kemenperin dan HIMKI, menurut Abdul Sobur, merupakan langkah penting menuju industri yang berdaya saing tinggi. Kombinasi kreativitas dan industrialisasi, katanya, bisa menjawab tantangan global serta memastikan produk Indonesia tetap relevan di pasar internasional. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif pelaku usaha, sektor ini bisa terus berkembang, bahkan mengalahkan pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.

Indonesia, dengan kekayaan seni dan desainnya, bisa menjadi tempat yang ideal untuk industri kerajinan modern. Pengembangan kreativitas di satu sisi, serta penguatan industri di sisi lain, merupakan dua pilar yang saling melengkapi. Hal ini tidak hanya meningkatkan nilai ekspor, tetapi juga menciptakan lapangan kerja yang stabil, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan strategi yang tepat, industri kerajinan nasional bisa menjadi tulang punggung ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.