Hasil Pertemuan: PLN sampaikan hari operasi pembangkit gas dan batu bara terjaga

3de4b712 dbfb 455c 93ee 12d5033ada1e 0

PLN Sampaikan Daya Operasi Pembangkit Gas dan Batu Bara Tetap Terjaga

Jakarta – Perusahaan listrik nasional, PT PLN (Persero), menyatakan bahwa hingga April 2026, daya operasi pembangkit listrik berbahan bakar gas serta batu bara masih terjaga meski tengah menghadapi ketegangan geopolitik akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa rata-rata hari operasi pembangkit gas mencapai 12 hari. Ia menegaskan bahwa pengiriman LNG sudah terjadwal secara umum dan tidak mengalami hambatan.

Korelasi Harga Gas dengan Pasar Global

Darmawan menyoroti hubungan antara harga gas dan harga minyak dunia. Saat ini, menurutnya, harga LNG di pasar spot berkisar antara 19 hingga 20 dolar AS per mmBtu. “Produknya juga tidak terbatas karena di Qatar terjadi penurunan produksi sebesar 5 juta ton per tahun, dan membutuhkan waktu lima tahun untuk pemulihan,” kata dia.

“Untuk hari ini, Alhamdulillah alokasi dari pemerintah cukup, sehingga kami tidak perlu impor LNG,” ujar Darmawan.

Daya Operasi Batu Bara Nasional

Selain itu, Darmawan menyebutkan bahwa daya operasi batu bara nasional tetap stabil pada level 15,9 hari operasi. Menurutnya, keandalan pasokan batu bara mencerminkan ketersediaan bahan bakar yang memadai. “Oleh karena itu, kami juga mengapresiasi dukungan Kementerian ESDM agar tren daya operasi batu bara terus meningkat,” tambahnya. Ia menekankan bahwa hal ini bertujuan memperkuat stabilitas pasokan listrik nasional.

Status Sistem Kelistrikan Nasional

Dalam rangka memastikan kondisi sistem kelistrikan, Darmawan menyampaikan bahwa hingga Maret 2026, sistem tersebut berada dalam keadaan normal. Kapasitas listrik netto mencapai 71,15 GW, dengan margin cadangan (RM) sebesar 39 persen. RM didefinisikan sebagai selisih antara total kapasitas pembangkit terpasang dan beban puncak penggunaan energi.

“Pasokan listrik nasional dalam kondisi yang andal, dan ini sangat penting untuk mendukung kelangsungan pertumbuhan ekonomi serta kebutuhan masyarakat,” ujar Darmawan.