Hasil Pertemuan: Kementan perkuat integrasi peternakan-perkebunan demi pangan RI

66B72BD2 36A0 4155 B068 F6B5FC2643B6

Kementan Perkuat Integrasi Peternakan-Perkebunan demi Pangan RI

Kementerian Pertanian terus memperkuat kerja sama antara sektor peternakan dan perkebunan melalui Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit (SISKA) untuk meningkatkan efisiensi usaha dan mengurangi biaya pakan, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Dalam forum internasional The 3rd Integrated Cattle and Oil Palm Conference (ICOP) 2026 di Pekanbaru, Riau, pada Kamis, Tri Melasari, Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, menjelaskan bahwa SISKA menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas peternak serta memperkuat keberlanjutan pangan.

Strategi Pembangunan Berkelanjutan

Tri menekankan bahwa SISKA merupakan bagian dari rencana besar dalam mengembangkan peternakan yang berkelanjutan. Ia menegaskan, sistem produksi yang efisien dan berbasis sumber daya lokal diperlukan untuk memastikan keberlanjutan usaha peternak. “Dalam konteks ini, integrasi antara sapi dan perkebunan kelapa sawit sangat relevan dan strategis,” ujarnya.

“Pendekatan ini menunjukkan peran negara dalam menciptakan sistem peternakan yang lebih tangguh, efisien, dan berpihak pada peternak,” tambah Tri.

Dalam upaya memperkuat SISKA, pemerintah berharap memberikan solusi konkret bagi para peternak, baik dalam meningkatkan produksi maupun melindungi usaha mereka di tengah dinamika global. Tri juga menyoroti kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha sebagai kunci dalam mengembangkan model ini secara berkelanjutan.

Manfaat Integrasi yang Nyata

Menurut Rachmat Pambudy, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, integrasi antara peternakan dan perkebunan adalah faktor penting dalam memperkuat ekonomi berbasis sumber daya dalam negeri. “Indonesia tidak kekurangan sumber daya, yang dibutuhkan adalah cara mengelolanya secara terpadu, efisien, dan berkelanjutan,” katanya.

“Model ini juga membuka peluang usaha baru berbasis kemitraan yang stabil dan berkelanjutan,” tambah Rachmat.

Rachmat menjelaskan bahwa integrasi sapi dengan kebun kelapa sawit memberikan manfaat langsung, seperti efisiensi biaya pakan melalui penggunaan limbah perkebunan, peningkatan produktivitas ternak, serta tambahan pendapatan bagi peternak. Ia menilai, strategi ini bisa mendukung tercapainya ketahanan pangan nasional dengan memperkuat protein hewani sebagai komponen penting.