Wamendag ajak masyarakat berperan sebagai duta produk Indonesia

ab3a47b3 3e29 4b98 a896 238ccae40d8a 0

Wamendag Ajak Masyarakat Jadi Duta Produk Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, mendorong masyarakat untuk berperan sebagai representasi produk lokal di mata dunia. Dalam wawancara siniar ANTARA di Jakarta, Rabu (4/3), ia mengatakan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menjadi perwakilan produk nasional. “Dengan bangga terhadap barang buatan dalam negeri, kita juga bisa mendukung pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UMKM) Indonesia,” ujarnya.

Menurut Roro, salah satu cara membangun kepercayaan dunia terhadap produk Indonesia adalah dengan mengenakan produk dalam negeri saat berinteraksi dengan teman-teman dari negara lain. “Self-diplomacy selalu kita lakukan, karena kebanggaan terhadap produk lokal menjadi kunci memperkenalkan keunggulan Indonesia kepada masyarakat global,” tambahnya.

Trade Expo Indonesia 41 Targetkan Transaksi 17,5 Miliar Dolar AS

Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga aktif membuka peluang bagi pengusaha UMKM Indonesia menghadapi pasar internasional. Salah satu inisiatifnya adalah Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berlangsung 14–18 Oktober 2026. Acara ini ditargetkan mampu menciptakan transaksi sebesar 17,5 miliar dolar AS, atau sekitar Rp293,30 triliun.

Wamendag optimistis target tahun ini dapat tercapai, didukung pertumbuhan ekspor Indonesia yang mencapai 6,15 persen pada 2025. “Ini waktunya kita menunjukkan keunggulan Indonesia, karena produk yang dipajang sangat beragam—mulai dari makanan dan minuman, furniture, hingga barang teknis seperti mesin,” katanya. Selain itu, ada juga produk tekstil dan pakaian.

“Kalau kita ingin sukses, kita harus proaktif dan bekerja keras. TEI diharapkan bisa menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkomunikasi, membangun jaringan, serta mengambil ilmu,” ujar Roro.

Sejak awal pendaftaran, para peserta pameran mendapatkan fasilitasi melalui business matching dengan calon pembeli asing. Proses ini melibatkan atase perdagangan dan duta Indonesia di 33 negara, sehingga transaksi bisa dipersiapkan lebih matang sebelum acara dimulai. “Ini juga kesempatan untuk networking, karena ada seminar dan talkshow yang membantu menghubungkan pengusaha dengan pihak yang tepat,” katanya.