Yang Dibahas: 2 Hotel Bahrain Dihantam Rudal, Arab Saudi-Qatar Cegat Drone Iran
Serangan Rudal ke Bahrain dan Tindakan Arab Saudi-Qatar
Pemerintah Bahrain mengumumkan bahwa dua hotel serta satu bangunan perumahan di ibu kota negara tersebut, Manama, menjadi korban serangan udara. Serangan ini dikaitkan dengan keberadaan Iran. Sementara itu, Arab Saudi dan Qatar menyatakan bahwa mereka berhasil menangkal rudal serta drone yang menargetkan wilayah udara mereka. Kementerian Dalam Negeri Bahrain melalui X-Net menegaskan bahwa serangan terbaru hanya menyebabkan kerusakan finansial, tanpa ada korban tewas.
Iran Beri Peringatan dan Memulai Serangan Baru
Satu hari sebelumnya, pangkalan militer AS di Bahrain juga menjadi sasaran rudal Iran. Pihak Iran belum memberikan respons terhadap laporan serangan tersebut, tetapi mengklaim bahwa mereka sedang meluncurkan serangan rudal dan drone dalam putaran baru. Mereka juga mengungkapkan penggunaan rudal Khyber dalam operasi ini.
“Operasi pencegatan menyebabkan beberapa pecahan rudal berjatuhan, menyebabkan kerusakan material terbatas, termasuk kerusakan pada sebuah mobil, dan tidak ada korban luka yang tercatat,” tulis juru bicara militer Kuwait di X-Net.
Kerusakan di Fasilitas Kesehatan dan Evakuasi Kedutaan Besar AS
Kementerian Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa telah terjadi 13 serangan terhadap fasilitas kesehatan di Iran dan satu serangan di Lebanon. Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan: “Berdasarkan hukum humaniter internasional, layanan dan fasilitas kesehatan harus dilindungi serta tidak boleh menjadi sasaran.”
Beberapa hari sebelumnya, foto dan video menunjukkan kerusakan signifikan di Rumah Sakit Gandhi di Teheran, yang memaksa seluruh pasien dipindahkan. Selain itu, jaringan berita mitra BBC di AS melaporkan bahwa Amerika Serikat memerintahkan evakuasi kedutaannya di Kuwait, dengan staf diperintahkan menghancurkan informasi dan menghapus data rahasia, menurut dua pejabat AS kepada CBS News.
“Kapal itu merasa aman di perairan internasional, tapi justru dihantam torpedo,” kata Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth. “Gelombang yang lebih besar akan datang. Kami baru memulainya,” tambahnya.
Sebelumnya, Angkatan Laut Sri Lanka mengumumkan bahwa kapal perang Iran, IRIS Dena, tenggelam di Samudra Hindia, dengan sekitar 140 awak kapal hilang. Sementara itu, Hegseth menyatakan bahwa kapal selam AS menenggelamkan “sebuah kapal perang Iran” dalam serangan yang dianggap tidak seimbang. Menurutnya, kejadian tersebut adalah bagian dari strategi AS untuk menyerang Iran saat negara itu “sedang terpuruk.”
Kapal IRIS Dena terlihat berlabuh di Pelabuhan Rio de Janeiro, Brasil, pada Februari 2023. Angkatan Laut Sri Lanka menyelamatkan 32 orang setelah menerima panggilan darurat dari kapal tersebut, dengan menyatakan bahwa lokasi kapal masih dalam zona pencarian dan penyelamatan mereka.
Presiden Donald Trump juga menyebutkan bahwa dirinya harus memiliki peran langsung dalam memilih pemimpin baru Iran. Ia menekankan kepada tentara Iran agar meletakkan senjata dan meminta diplomat negara tersebut mencari perlindungan di tempat tugas mereka.
