Momen Bersejarah: KOI harap ketua baru IPSI miliki kecintaan kuat terhadap pencak silat
KOI harap ketua baru IPSI miliki kecintaan kuat terhadap pencak silat
Jakarta – Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari berharap ketua baru Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang dihasilkan dari musyawarah nasional federasi itu adalah sosok yang memiliki kecintaan yang kuat terhadap pencak silat.
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, menyampaikan keinginannya dalam sebuah wawancara setelah menghadiri acara pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVI IPSI Tahun 2026 di Jakarta, Sabtu. Ia menekankan bahwa pemimpin baru PB IPSI harus memiliki perhatian yang tulus dan keinginan besar untuk mengembangkan olahraga tersebut.
“Pemimpin baru PB IPSI adalah sosok yang mencintai pencak silat secara mendalam. Ia harus memiliki jiwa yang memanggilnya untuk terus berkontribusi, seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden tadi,” ujarnya.
KOI menargetkan sosok yang mampu melanjutkan misi peningkatan perfilman pencak silat secara global. Posisi Ketua Umum PB IPSI akan diisi oleh figur baru yang menggantikan Prabowo Subianto, yang telah memimpin lembaga tersebut selama lima periode sejak 2004.
Oktohari menyoroti bahwa Prabowo, meski tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum IPSI, tetap aktif mendukung pencak silat dalam kapasitasnya sebagai Presiden Republik Indonesia. Ia menilai penting adanya keharmonisan antara pengurus baru dan dukungan dari pemerintah untuk mendorong olahraga ini ke level internasional.
Nama Menteri Luar Negeri Sugiono jadi favorit
Menteri Luar Negeri Sugiono menjadi kandidat yang banyak dibicarakan dalam konteks pemilihan ketua umum baru PB IPSI. Oktohari mengakui bahwa Sugiono bukanlah orang asing dalam dunia pencak silat, karena saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PB IPSI.
“Saat Kejuaraan Dunia di Abu Dhabi, Pak Sugiono hadir dan secara aktif berinteraksi dengan federasi negara-negara lain,” ungkap Oktohari.
Dukungan dari Presiden terhadap pencak silat dianggap sangat strategis untuk mendorong pertumbuhan olahraga ini. Oktohari berharap pengurus baru dapat memanfaatkan kekuatan tersebut secara optimal, tanpa memandang siapa yang akhirnya terpilih sebagai pemimpin selanjutnya.
