Kebijakan Baru: Ditjen Imigrasi siapkan tim khusus guna bantu atlet asing di Indonesia

1000343153

Ditjen Imigrasi Siapkan Tim Khusus untuk Memudahkan Atlet Asing di Indonesia

Pertandingan IBL All-Star 2026 Jadi Titik Tolak

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi) tengah mengambil langkah strategis untuk memperkuat ekosistem olahraga nasional. Langkah ini diharapkan memberikan kemudahan dalam layanan imigrasi bagi para atlet dan pelaku olahraga internasional yang berada di tanah air.

Dalam wawancara setelah menghadiri pertandingan IBL All-Star 2026 di Bandung Arena, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (11/4) malam, Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menjelaskan bahwa peran imigrasi tidak hanya terbatas pada pengawasan, tetapi juga sebagai fasilitator yang mendorong pertumbuhan sektor olahraga. “Kami akan membentuk tim khusus yang bertugas menangani sektor olahraga, sehingga para atlet bisa lebih mudah mengurus administrasi,” ujarnya.

Kami akan membentuk tim khusus yang menangani sektor olahraga, dengan begitu para atlet akan lebih mudah dalam proses administrasi,” kata dia seusai menonton pertandingan IBL All-Star 2026 di Bandung Arena, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (11/4) malam.

Tim tersebut dirancang untuk mempercepat layanan keimigrasian bagi atlet asing, baik saat mereka mengikuti kompetisi maupun terlibat dalam kegiatan olahraga lain. Hendarsam menyoroti pertumbuhan konsep sportainment yang mendorong mobilitas atlet lintas negara. “Sistem pelayanan harus adaptif dan efisien agar bisa menyesuaikan kebutuhan industri olahraga,” tambahnya.

Sebagai upaya konkret, Ditjen Imigrasi akan menyediakan jalur prioritas khusus (fast track) untuk atlet di bandara. Hal ini bertujuan mengurangi waktu tunggu di pintu pemeriksaan dokumen. Selain itu, proses administrasi akan disederhanakan dengan penggunaan aplikasi digital, sehingga menghindari pemeriksaan berulang.

Hendarsam menegaskan bahwa kemudahan administrasi penting untuk menjaga kenyamanan atlet. Antrean panjang, menurutnya, berpotensi mengganggu suasana hati dan performa mereka di lapangan. “Ini bisa berdampak pada hasil klub nasional, seperti yang terjadi di Indonesian Basketball League (IBL) atau liga lainnya,” jelasnya.

Ditjen Imigrasi juga menjelaskan bahwa kehadiran atlet asing memiliki peran ganda. Selain meningkatkan kualitas kompetisi, mereka berfungsi sebagai duta yang membawa citra Indonesia ke tingkat internasional. Dalam implementasi, imigrasi tetap menjaga fungsi pengawasan, tetapi pendekatan utamanya fokus pada pembinaan dan pencegahan, termasuk edukasi bagi warga negara asing.

Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem olahraga nasional, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi melalui penyelenggaraan ajang olahraga internasional di Indonesia.