New Policy: Industri Aset Digital Perkuat Ekosistem Kenyamanan Bandara
Industri Aset Digital Perkuat Ekosistem Kenyamanan Bandara
New Policy – Kemitraan antara industri aset digital dan sektor hospitality bandara semakin berkembang, dengan peningkatan signifikansi kolaborasi strategis dalam meningkatkan pengalaman pelanggan. Salah satu contoh kerja sama baru adalah antara IAS Hospitality dengan Indodax, yang bertujuan memperkuat jaringan layanan kenyamanan di bandara melalui penggunaan teknologi digital. Kolaborasi ini diperkirakan akan menciptakan nilai tambah yang lebih luas bagi pengguna, sekaligus menawarkan akses ke fasilitas premium yang selaras dengan gaya hidup modern.
Perjanjian antara kedua perusahaan ini tidak hanya fokus pada kehadiran merek, tetapi juga pada pengembangan ekosistem yang lebih inklusif dan efisien. Dalam pernyataan tertulis, IAS Hospitality menyatakan bahwa kerja sama ini akan menjadi langkah penting untuk menghadirkan layanan yang lebih mudah dijangkau oleh pengguna. Nilai tambah tersebut, kata mereka, mencakup berbagai peningkatan kenyamanan, mulai dari akses ke ruang lounge hingga layanan khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
Sebagai bagian dari inisiatif ini, anggota Indodax akan mendapatkan privilege eksklusif di jaringan lounge milik IAS Hospitality. Berbagai fasilitas premium yang termasuk dalam program ini antara lain makanan dan minuman berkualitas, area duduk yang nyaman, fasilitas bisnis, serta akses internet berkecepatan tinggi. Selain itu, layanan hospitality yang personal juga menjadi salah satu unggulan yang ditawarkan. Hal ini menunjukkan bahwa kemitraan ini tidak hanya memperkuat hubungan bisnis, tetapi juga menciptakan pengalaman yang lebih holistik bagi pengguna.
Kemitraan yang Membuka Peluang Sinergi
Kerja sama antara IAS Hospitality dan Indodax berpotensi menjadi titik balik dalam transformasi sektor airport hospitality. Dalam pernyataan yang diterbitkan Rabu (10/6/2026), Direktur Komersial IAS Hospitality, Ariadevi Hermaini, menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan memperluas jangkauan layanan kenyamanan, sekaligus meningkatkan keterlibatan pelanggan. “Kami sangat antusias menyambut komunitas Indodax ke dalam ekosistem airport hospitality kami,” ujar Ariadevi. “Kemitraan ini sejalan dengan komitmen kami menghadirkan pengalaman premium yang semakin mudah diakses melalui kolaborasi strategis,” tambahnya.
“Kami percaya nilai tambah bagi pengguna tidak hanya hadir melalui layanan di dunia online, tetapi juga melalui pengalaman yang memberikan kenyamanan dalam aktivitas sehari-hari,” papar William Sutanto, CEO Indodax.
Kemitraan ini juga diharapkan membuka peluang sinergi di sektor perjalanan, khususnya bagi pengguna yang memprioritaskan kemudahan dan kualitas dalam perjalanan. Dengan lebih dari 10 juta anggota di Indonesia, Indodax memiliki basis pengguna yang signifikan, yang dianggap sebagai peluang besar untuk mendorong pengembangan layanan kenyamanan di bandara. Fasilitas yang diberikan kepada anggota Indodax, seperti diskon hingga 15 persen untuk anggota reguler dan potongan harga hingga 20 persen untuk anggota prioritas, menunjukkan komitmen kedua belah pihak dalam meningkatkan daya tarik dan kepuasan pelanggan.
Menurut William Sutanto, kolaborasi ini adalah bentuk apresiasi terhadap kontribusi anggota Indodax dalam mendukung industri digital. Ia menekankan bahwa penggunaan aset digital bukan hanya sekadar tren, tetapi juga menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat, terutama generasi Milenial dan Gen Z yang memiliki mobilitas tinggi. “Kami berharap ini bisa menjadi awal dari inisiatif-inisiatif lain yang menggabungkan teknologi digital dengan layanan fisik, sehingga menciptakan pengalaman terpadu dan unik,” ujarnya.
Pengalaman Perjalanan yang Lebih Nyaman
Kenikmatan perjalanan di bandara dapat ditingkatkan melalui integrasi aset digital ke dalam ekosistem hospitality. Dengan akses ke lounge yang menjadi pusat relaksasi dan produktivitas, pengguna Indodax dapat menikmati layanan yang lebih praktis. Fasilitas premium seperti makanan dan minuman berkualitas, serta internet cepat, akan menjadi daya tarik tambahan bagi pengguna yang menginginkan kepuasan sepanjang hari.
Kemitraan ini juga membuka kemungkinan ekosistem yang lebih luas, di mana pengguna dapat memanfaatkan berbagai layanan yang terhubung secara digital. Misalnya, transaksi akses lounge bisa dilakukan melalui aplikasi Indodax, sehingga mengurangi kebutuhan fisik dan meningkatkan kenyamanan. “Dengan integrasi ini, pengguna tidak hanya mendapatkan keuntungan finansial, tetapi juga kemudahan dalam mengakses fasilitas kenyamanan,” jelas Ariadevi.
Selain itu, kehadiran Indodax dalam ekosistem bandara diharapkan bisa mendorong peningkatan kualitas layanan di sektor hospitality. Dalam konteks digitalisasi, keberadaan perusahaan seperti Indodax menjadi wadah untuk menggabungkan teknologi dan pengalaman nyata, sehingga menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. “Kami yakin ini akan memberikan dampak positif pada industri bandara, khususnya dalam meningkatkan daya saing dan kenyamanan pelanggan,” tambah Ariadevi.
Dalam beberapa bulan terakhir, industri aset digital terus berkembang pesat, dengan berbagai inovasi yang menawarkan solusi kebutuhan masyarakat. Kemitraan IAS Hospitality dan Indodax menjadi contoh nyata bagaimana teknologi bisa diintegrasikan ke dalam layanan fisik, menciptakan harmonisasi antara dunia digital dan nyata. Dengan meningkatkan akses ke fasilitas premium, kedua perusahaan juga berupaya memperkuat ekosistem perjalanan yang lebih inklusif dan mudah dijangkau.
Penggunaan aset digital dalam sektor hospitality bandara tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga mempercepat proses transaksi dan layanan. Dengan layanan yang bisa diakses melalui aplikasi, pelanggan bisa mengatur aktivitas mereka lebih efisien, sekaligus mendapatkan pengalaman yang lebih personal. “Kami ingin menjadi bagian dari perjalanan pelanggan, baik sebelum, selama, maupun setelah mereka menginap di bandara,” ujar William Sutanto.
Sebagai bagian dari ekosistem yang terpadu, kemitraan ini juga diharapkan dapat menjadi fondasi untuk ekspansi lebih luas ke sektor lain. Dengan memanfaatkan potensi aset digital, IAS Hospitality dan Indodax berupaya menciptakan lingkungan bisnis yang lebih dinamis dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. “Kemitraan ini akan membuka jalan untuk kolaborasi dengan berbagai pihak, sehingga menghadirkan solusi yang lebih komprehensif,” tutur Ariadevi. Dengan begitu, pengalaman perjalanan di bandara akan semakin terintegrasi dengan kebutuhan digital masyarakat.
