New Policy: RI dorong peningkatan ekspor non-migas ke Meksiko
RI Dorong Peningkatan Ekspor Non-Migas ke Meksiko
New Policy – Jakarta – Pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan ekspor dari sektor non-migas melalui Paviliun Indonesia dalam pameran ANTAD 2026 yang diadakan di Guadalajara, Meksiko. Pameran ini menjadi platform strategis untuk memperkenalkan produk nasional kepada pasar internasional. Upaya memperkuat ekspor non-migas ini diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Meksiko, dengan kerja sama aktif dari KBRI di Mexico City. Peristiwa ini dilaksanakan sebagai bagian dari inisiatif pemerintah untuk memperluas jaringan ekonomi di luar Asia Tenggara.
Komitmen Dubes RI
Dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat, Duta Besar RI untuk Meksiko Tofery Primanda Soetikno menegaskan bahwa negara ini berkomitmen memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan, serta investasi dengan Meksiko. “Indonesia terus berupaya meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan dengan Meksiko, yang dianggap sebagai mitra strategis di kawasan Amerika Latin,” kata Tofery. Ia menyoroti peluang tumbuh bersama yang terbuka bagi kedua negara, terutama dalam meningkatkan volume perdagangan dan mempererat kerja sama bisnis.
“Indonesia berkomitmen meningkatkan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi; serta terus berupaya memperkuat dan meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan dengan Meksiko sebagai salah satu mitra strategis Indonesia di kawasan Amerika Latin,”
Dubes Tofery juga menyebutkan bahwa kesamaan produk antara Indonesia dan Meksiko dapat menjadi pendorong untuk inovasi serta diversifikasi industri lokal. Ia menekankan bahwa pengembangan produk yang lebih menarik bagi pasar Meksiko akan membantu menjangkau pasar nasional yang lebih luas, sekaligus menguatkan jalinan ekonomi bilateral.
Kolaborasi ITPC Meksiko
Sementara itu, Direktur ITPC Meksiko Leonardo Silaban mengungkapkan antusiasme tinggi dari para pelaku usaha Indonesia yang turut serta dalam pameran ANTAD 2026. “Kami mengapresiasi semangat mereka dalam memperkenalkan berbagai inovasi ke pasar Meksiko,” ujarnya. Silaban berharap partisipasi perusahaan Indonesia terus meningkat dalam pameran berikutnya, sehingga dapat meningkatkan keterlibatan produk nasional di sana.
“Kami mengapresiasi semangat para pelaku usaha Indonesia yang berpartisipasi dalam pameran yang berlangsung pada 18-20 Mei lalu. Leonardo berharap jumlah partisipasi pelaku usaha dan ragam produk Indonesia semakin meningkat pada penyelenggaraan ANTAD selanjutnya, sehingga dapat meningkatkan penetrasi dan variasi produk Indonesia di pasar Meksiko.”
Pameran tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga berperan sebagai wadah dialog antara produsen dan pembeli. Silaban menuturkan bahwa acara ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mengukir kesepakatan strategis dengan negara tetangga di Amerika Latin, sekaligus memperkuat posisi sebagai pengekspor yang andal.
Hasil Kerja Sama
Dalam penyelenggaraan ANTAD 2026, beberapa perusahaan Indonesia mencatatkan pencapaian penting. PT Mayora Indah Tbk. dan JS-JJJ berhasil menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait kerja sama distribusi produk ke Meksiko. Kesepakatan ini diharapkan menjadi fondasi untuk mengembangkan pasokan makanan dan minuman Indonesia di pasar yang kian kompetitif.
Selain itu, perusahaan Dulces de las Delicias meneken surat pernyataan niat kerja sama (LoI) sebagai langkah awal penjajakan impor produk pangan dari Indonesia. LoI ini menjadi indikasi kuat dari keinginan Meksiko untuk menjadikan produk Indonesia sebagai bagian dari kerangka ekonomi bilateral. Menurut Silaban, tindakan ini menunjukkan komitmen konsisten antara kedua negara untuk membangun ekosistem perdagangan yang saling menguntungkan.
Pertemuan dan Kegiatan Tambahan
Sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan bisnis, forum diskusi antara pelaku usaha Indonesia dan Meksiko juga digelar. Acara ini mempertemukan 30 perusahaan anggota COMCE Western Region, terutama dari sektor makanan dan minuman, dengan peserta pameran Indonesia. Pertemuan ini berfokus pada penjajakan kerja sama distribusi serta peningkatan kualitas produk untuk memenuhi preferensi konsumen Meksiko.
Di luar acara utama, jamuan makan malam bisnis diadakan sebagai upaya memperdalam koneksi antar pelaku usaha. Acara ini dihadiri oleh sejumlah mitra usaha Indonesia di Meksiko, termasuk perusahaan dari bidang makanan dan minuman, komponen suku cadang otomotif, tekstil, industri pakan ternak, serta perdagangan batu alam. Jamuan ini menjadi momen untuk membangun kepercayaan serta memperkuat relasi jangka panjang.
Tantangan dan Peluang di Meksiko
Dubes Tofery menambahkan bahwa Meksiko merupakan pasar yang potensial karena memiliki kebutuhan yang beragam. “Dengan diversifikasi produk dan inovasi, Indonesia bisa menjadi salah satu mitra utama dalam pembangunan ekonomi Meksiko,” jelasnya. Ia menyoroti bahwa sektor non-migas Indonesia, seperti makanan, tekstil, dan produk industri, memiliki daya saing yang mumpuni untuk bersaing dengan industri lokal Meksiko.
Dalam konteks tersebut, ITPC Meksiko berperan sebagai penyambung antara pengusaha Indonesia dengan pembeli potensial di Meksiko. Silaban menegaskan bahwa pameran ini tidak hanya menjadi ajang perkenalan, tetapi juga menjadi platform untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi jangka panjang. “Kami optimis bahwa peran Paviliun Indonesia akan semakin besar dalam mendorong ekspor non-migas ke Meksiko,” imbuhnya.
Ekspor non-migas ke Meksiko menjadi bagian dari strategi pemerintah Indonesia untuk mengejar pasar internasional yang tidak hanya mengejar volume, tetapi juga kualitas. Dengan memperkenalkan inovasi produk dan mengoptimalkan kebijakan perdagangan, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan daya tarik ekspor pada tahun-tahun mendatang. Selain itu, keberhasilan dalam mengekspor produk akan menjadi salah satu indikator keberlanjutan perdagangan bilateral.
