Main Agenda: Sulteng perkuat literasi keuangan untuk generasi muda

WhatsApp Image 2026 05 18 at 11.39.30 1 1

Sulteng Perkuat Literasi Keuangan untuk Generasi Muda

Main Agenda – Kota Palu menjadi salah satu tempat yang mendapat perhatian khusus dalam upaya meningkatkan literasi keuangan dan inklusi keuangan bagi generasi muda. Pemerintah Kota Palu bersama Hanna Asa Indonesia, sebuah lembaga pendidikan yang fokus pada literasi keuangan, telah memperkuat kerja sama untuk memastikan program edukasi tersebut lebih efektif. Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah mengatasi tantangan ekonomi yang sering menghambat kemampuan masyarakat, khususnya para remaja dan pemuda, dalam mengelola uang secara bijak.

Mardiyah: Dukungan Pemerintah Kota Palu Berdampak Positif

Pendiri Hanna Asa Indonesia, Mardiyah, menilai dukungan Pemerintah Kota Palu menjadi faktor penting dalam kelancaran program edukasi. “Kami telah intens berkomunikasi dengan Pak Wali Kota selama dua tahun terakhir. Dukungan beliau memperkuat upaya kami dalam memberikan pemahaman keuangan kepada berbagai kelompok masyarakat,” jelas Mardiyah usai bertemu dengan Hadianto Rasyid, Wali Kota Palu. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperjelas rencana kegiatan yang akan dijalankan di masa depan.

“Komitmen Pemerintah Kota Palu sangat berarti dalam membentuk kebijakan edukasi yang lebih inklusif. Kami berharap program ini dapat menjadi contoh baik bagi kota lain,” ujar Mardiyah.

Dalam sesi pertemuan, kedua belah pihak membahas beberapa agenda edukasi keuangan yang akan digelar. Salah satunya adalah Smart Financial Journey, sebuah acara yang akan berlangsung pada Sabtu, 23 Mei. Acara ini dirancang untuk melibatkan ratusan pemuda Sulawesi Tengah dalam pelatihan pengelolaan uang secara profesional. Mardiyah menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan langkah konkret untuk mengajak generasi muda memahami peran keuangan dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi ini juga mencakup rencana pelaksanaan acara di Jakarta pada 12 Juni 2026. Menurut Mardiyah, event tersebut bertujuan memperluas jangkauan edukasi keuangan, terutama kepada pemuda dari daerah lain. “Smart Financial Journey di Jakarta akan menjadi platform untuk mengajak lebih banyak orang terlibat dalam pembelajaran keuangan,” katanya. Selain itu, program edukasi akan disiarkan melalui media sosial agar dapat mencapai lebih banyak audiens.

Survei 2025: Tingkat Literasi Keuangan Masih Rendah

Mardiyah menyoroti hasil survei yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025. Survei tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia hanya mencapai 66,46 persen, sementara tingkat inklusi keuangan sebesar 80,51 persen. Meski tingkat inklusi relatif tinggi, angka literasi masih menunjukkan kebutuhan akan peningkatan lebih lanjut, terutama di kalangan pemuda.

Mardiyah menjelaskan bahwa masih banyak generasi muda yang menghadapi masalah finansial, seperti pendapatan tidak stabil, kurangnya dana darurat, dan risiko terjerat pinjaman online ilegal. “Tantangan ini membuat pentingnya edukasi keuangan yang lebih mendalam dan berkelanjutan,” tambahnya. Oleh karena itu, program Smart Financial Journey dirancang untuk memberikan wawasan praktis tentang pengelolaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

Smart Financial Journey: Membangun Kebiasaan Finansial yang Baik

Kegiatan Smart Financial Journey akan melibatkan pemuda dari berbagai latar belakang, baik yang sudah bekerja maupun yang sedang mencari penghasilan. Acara ini akan menekankan pada pentingnya perencanaan keuangan, pengelolaan risiko, dan penggunaan teknologi dalam memperkuat kesadaran finansial. Selain itu, kegiatan tersebut juga mencakup diskusi tentang cara menghindari skema investasi berisiko tinggi yang sering menipu pemula.

Mardiyah menekankan bahwa penyebaran informasi melalui media sosial menjadi strategi penting untuk memperluas akses. “Dengan menyiarkan kegiatan secara daring, kami dapat mencapai audiens yang lebih luas, terutama di wilayah pedesaan yang belum terakses secara optimal,” jelasnya. Ia juga berharap program ini dapat menciptakan model keuangan yang berkelanjutan, dengan melibatkan masyarakat dalam berbagai aspek, mulai dari tabungan hingga investasi.

Wali Kota Palu: Edukasi Literasi Keuangan Sebagai Kunci Pembangunan

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menyambut gembira kerja sama yang dilakukan dengan Hanna Asa Indonesia. Menurut Rasyid, peningkatan literasi keuangan adalah bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia yang mandiri dan produktif. “Kemampuan mengelola keuangan secara bijak akan membantu masyarakat menghadapi perubahan ekonomi yang terus berkembang,” kata Rasyid. Ia berharap program ini dapat menjadi benchmark bagi daerah lain di Indonesia Timur.

Rasyid menegaskan bahwa Pemerintah Kota Palu akan terus mendukung inisiatif seperti ini, karena keuangan yang baik adalah dasar dari kesejahteraan ekonomi. “Kami ingin generasi muda Palu memiliki keterampilan yang memadai untuk menghadapi tantangan masa depan,” imbuhnya. Kolaborasi antara pemerintah dan lembaga edukasi dianggap sebagai cara efektif untuk menciptakan kesadaran finansial yang lebih kuat.

Langkah Strategis untuk Masa Depan

Kebijakan edukasi keuangan di Palu tidak hanya fokus pada pengelolaan uang, tetapi juga pada penguasaan literasi tentang investasi, perbankan, dan manajemen risiko. Dengan menggabungkan metode tradisional dan digital, program ini diharapkan mampu memberikan solusi yang praktis bagi berbagai kalangan. Mardiyah mengatakan bahwa pelatihan yang disediakan akan mencakup contoh nyata, seperti simulasi keuangan dan studi kasus.

Dalam jangka panjang, peningkatan literasi keuangan akan membantu mengurangi angka kemiskinan dan memperkuat ekonomi lokal. “Kami ingin melibatkan lebih banyak pemuda dalam pelatihan ini, agar mereka dapat menjadi agen perubahan finansial di daerahnya masing-masing,” ungkap Mardiyah. Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dan dukungan pemerintah.

Kesiapan untuk Menghadapi Tantangan Ekonomi

Mardiyah berharap program Smart Financial Journey dapat menjadi wadah bagi pemuda untuk mengembangkan kebiasaan finansial yang baik se