Latest Program: Anggota DEN sebut tingkat kesulitan Blok Ganal tinggi
Anggota DEN sebut tingkat kesulitan Blok Ganal tinggi
Latest Program – Dari Jakarta, anggota DEN Muhammad Kholid Syeirazi menjelaskan bahwa Blok Ganal termasuk dalam proyek Indonesia Deepwater Development (IDD), yang dikenal memiliki tantangan besar dalam segi teknologi, modal, dan risiko. Proyek tersebut, menurutnya, memerlukan investasi yang luar biasa, dengan teknologi canggih yang mendukung operasionalnya. Dalam keterangan yang disampaikan Senin di ibu kota, ia menegaskan bahwa jika badan usaha milik daerah (BUMD) diberikan hak partisipasi (PI) dalam Blok Ganal, maka daerah tersebut akan kesulitan memenuhi kebutuhan dana yang tinggi.
Kholid menjelaskan bahwa PI untuk BUMD tidak hanya menuntut persiapan dana, tetapi juga membutuhkan keahlian teknis yang mumpuni. Dalam praktiknya, penyetoran equity untuk proyek IDD cukup kompleks karena membutuhkan pengelolaan yang stabil. “Blok Ganal adalah proyek IDD yang berisiko tinggi dan intensif modal. Karena itu, jika BUMD menjadi pemilik PI, akan ada tekanan besar bagi daerah setempat,” ujarnya. Menurut dia, proyek ini membutuhkan komitmen jangka panjang, baik dari segi finansial maupun operasional.
“Jika BUMD diberikan PI di Blok Ganal, justru akan menjadi masalah bagi daerah tersebut. Ini proyek IDD yang capital intensive, high tech, begitu juga berisiko tinggi. Tentu saja investasinya juga besar, sehingga jadi masalah biasanya,”
Kholid menambahkan bahwa ada aturan yang menjamin keberhasilan PI untuk daerah. Ia menyebutkan bahwa dalam skema ini, BUMD tidak langsung menjadi operator, tetapi hanya menerima manfaat dari kegiatan hulu migas. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah provinsi akan mengajukan permintaan untuk terlibat dalam pengelolaan cadangan migas raksasa Blok Ganal, meskipun lokasi sumur berada di luar batas kewenangan daerah.
Blok Ganal, yang merupakan salah satu wilayah kerja strategis, ditemukan di Sumur Geliga dan Sumur Gula. Berdasarkan hasil eksplorasi, potensi cadangan minyak dan gas terbuka sangat menjanjikan, dengan diperkirakan lebih dari tujuh triliun kaki kubik gas serta sekitar 375 juta barel minyak. Kaltim, sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan lokasi proyek, ingin memperoleh bagian dari manfaat yang dihasilkan, meskipun pembagian hak ini dilakukan melalui mekanisme PI.
Kholid menyoroti bahwa PI untuk BUMD tidak hanya melibatkan penyetoran dana, tetapi juga kepercayaan dalam mengelola risiko teknis. Dalam praktiknya, proses ini bisa memakan waktu, karena PI hanya diberikan setelah proyek mencapai tahap “pay off”. “Bagian BUMD biasanya diberikan setelah masa awal berjalan, sehingga hasilnya baru bisa dinikmati setelah beberapa tahun,” kata dia. Ia menjelaskan bahwa ini dilakukan agar kontraktor utama memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk menutup biaya operasional sebelum daerah diberikan bagian.
“Jadi nyicil, ditalangi dulu kemudian bagian BUMD dipotong. Sehingga biasanya tahun pertama sampai ke-6, sampai pay off baru dapat bagian. Jadi baru menikmati hasil setelah pay off,”
Kholid juga menyebutkan bahwa situasi Blok Ganal yang berat bisa menjadi peluang untuk mempertimbangkan alternatif lain. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah dapat menawarkan PI kepada BUMN yang memiliki modal lebih kuat, seperti Pertamina. “Ini menimbang tingkat risiko teknis dan modal kegiatan hulu migas lepas pantai,” ujarnya. Menurut Kholid, jika operator seperti ENI dan Sinopec ingin melepaskan bagian kepemilikan (farm out), maka BUMN bisa menjadi pilihan ideal untuk menanggung risiko eksplorasi.
Menurutnya, strategi ini bisa mengurangi beban keuangan daerah karena BUMN secara teknis lebih mampu menangani proyek IDD yang berat. “Jika ada share yang ingin dilepas, itu mungkin saja. Dan saya kira ini adalah strategi terbaik, karena Pertamina sebagai BUMN tidak menanggung risiko eksplorasi,” tambah Kholid. Ia menekankan bahwa pengelolaan cadangan migas raksasa ini tidak hanya membutuhkan modal besar, tetapi juga keahlian teknis yang kompleks.
Kaltim, sebagai provinsi yang menginginkan kontribusi dari Blok Ganal, telah mengajukan rencana untuk terlibat dalam pengelolaan proyek tersebut. Bambang Arwanto mengatakan bahwa pemerintah daerah akan memastikan adanya pembagian manfaat yang adil, meskipun lokasi sumur berada di wilayah laut. Cadangan migas yang ditemukan di Sumur Geliga dan Sumur Gula memberikan harapan besar bagi perekonomian daerah dan kebutuhan energi nasional.
Kholid juga menyoroti bahwa pemberian PI kepada BUMD tidak selalu mudah. Proyek IDD memerlukan keterlibatan pihak-pihak yang mampu menangani tantangan teknis dan finansial. “Karena beratnya kondisi Blok Ganal, tidak menutup kemungkinan pilihan untuk menawarkan PI kepada BUMN yang lebih siap,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa peran operator sangat kritis dalam menjaga keberlanjutan proyek ini, dengan ENI dan Sinopec sebagai pemegang peran utama.
Kepala ESDM Kaltim menjelaskan bahwa meskipun lokasi sumur berada di luar kewenangan provinsi, pemerintah tetap ingin mengambil bagian dalam pengelolaan cadangan migas. Proyek ini, yang ditemukan di lepas pantai, memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi energi Indonesia. Kholid menambahkan bahwa meskipun terdapat aturan untuk memastikan keberhasilan PI, tetap saja proyek ini memerlukan kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah dan operator.
Menurut Kholid, proyek IDD seperti Blok Ganal membutuhkan sistem yang terstruktur dan koordinasi antarpihak. Ia menilai bahwa BUMD memiliki kesulitan dalam menyediakan dana karena tingkat investasi yang tinggi, sementara BUMN memiliki kapasitas yang lebih baik. “Dengan sistem PI yang terarah, pemerintah daerah bisa tetap mendapatkan manfaat dari proyek, meskipun hanya setelah memenuhi kondisi tertentu,” katanya.
Dengan adanya proyek Blok Ganal, Kaltim berharap bisa memperoleh bagian dari manfaat ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam. Kholid menegaskan bahwa penawaran PI kepada BUMN bisa menjadi jalan keluar yang lebih efektif. “Ini adalah strategi yang bisa mengurangi te
