Xpeng sedang dalam pembicaraan untuk beli pabrik Volkswagen di Eropa
Xpeng sedang dalam pembicaraan untuk beli pabrik Volkswagen di Eropa
Xpeng sedang dalam pembicaraan untuk beli – Menjelang bulan Mei, perusahaan otomotif Tiongkok Xpeng dikabarkan sedang mengejar kesepakatan pembelian salah satu pabrik Volkswagen di benua Eropa. Langkah ini diungkapkan oleh Elvis Cheng, direktur pelaksana Xpeng untuk wilayah Eropa Timur, selama acara Future of the Car yang diselenggarakan Financial Times. Cheng menyebutkan bahwa perusahaan sedang aktif berdiskusi dengan Volkswagen untuk memastikan penggunaan fasilitas produksi lokal di Eropa.
Peningkatan Penjualan Mendorong Kebutuhan Produksi
Menurut laporan Arena EV pada Sabtu (16/5), Xpeng terus memperluas pasarnya di luar Tiongkok. Dalam empat bulan pertama tahun 2026, perusahaan telah mengirimkan 17.563 kendaraan listrik ke luar negeri, naik 55 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Peningkatan ini memaksa lini produksi Xpeng mencapai batas maksimal kapasitasnya. Di bulan April 2026 saja, ekspor perusahaan mencapai 6.006 unit, meningkat 28 persen dibandingkan bulan Mei 2025. Untuk memenuhi permintaan yang semakin tinggi, Xpeng membutuhkan lebih banyak ruang produksi.
Kebutuhan Pabrik Lokal untuk Mengurangi Biaya
Membangun mobil di Eropa menjadi strategi untuk menghindari tarif impor yang tinggi. Kendaraan listrik Tiongkok, kata Cheng, dikenai pajak hingga 35,5 persen ketika masuk ke Uni Eropa. Dengan memperoleh pabrik Volkswagen, Xpeng diharapkan dapat mengurangi biaya logistik dan mempercepat distribusi ke pasar Eropa. Namun, beberapa pabrik milik perusahaan Jerman tersebut, menurut Cheng, “agak tua” dan mungkin tidak memenuhi standar teknis modern yang dibutuhkan untuk produksi kendaraan listrik canggih. Jika negosiasi tidak berjalan mulus, Xpeng siap membangun pabrik dari awal.
Produksi di Graz dan Persiapan untuk Masa Depan
Saat ini, Xpeng sudah memiliki kerja sama dengan Magna Steyr di Graz, Austria. Pabrik tersebut mulai memproduksi SUV listrik G6 dan G9 sejak September 2025, serta menyelesaikan produksi uji coba sedan listrik P7+ 2026 pada Januari 2026. Meski demikian, perusahaan tetap membutuhkan kapasitas tambahan untuk menjaga pertumbuhan penjualan. Dengan ekspor yang meningkat, Xpeng harus menambah volume produksi agar tidak terjadi kekurangan stok.
Strategi Kompetisi dengan BYD
Xpeng bukan satu-satunya produsen kendaraan Tiongkok yang menargetkan pabrik Eropa. Perusahaan pesaing, BYD, juga sedang berdiskusi dengan Stelantis serta pihak lain untuk mengakuisisi jalur perakitan yang kosong. Selain itu, BYD sudah mulai membangun pabrik di Hongaria, yang diharapkan beroperasi tahun ini. Pabrik tersebut akan menjadi bagian dari rencana ekspansi perusahaan di Eropa. Di samping itu, BYD juga berencana meluncurkan fasilitas senilai 1 miliar euro di Turki, yang akan mulai berfungsi pada akhir Desember 2026.
Kesepakatan yang Tepat Waktu
Dalam diskusi di Future of the Car, Cheng mengungkapkan bahwa Xpeng sangat optimis mengenai prospek ekspor. Dengan peningkatan penjualan sebesar 28 persen di bulan April, perusahaan sedang mempercepat perencanaan ekspansi. Namun, keberhasilan ekspor juga bergantung pada kemampuan memenuhi permintaan pasar secara cepat dan efisien. Membeli pabrik Volkswagen bisa menjadi pilihan strategis untuk mendukung pertumbuhan tersebut.
Berita tentang negosiasi Xpeng ini sejalan dengan upaya produsen Tiongkok lainnya untuk menguasai pasar Eropa. Pabrik lokal memungkinkan perusahaan mengurangi ketergantungan pada rantai pasok internasional, serta meningkatkan kualitas produk melalui produksi langsung. Hal ini juga membantu menghadapi persaingan ketat dari merek asli Eropa yang mulai menyesuaikan diri dengan tren kendaraan listrik.
Langkah-Langkah untuk Masa Depan
Cheng menegaskan bahwa Xpeng terus mencari opsi yang paling efektif untuk memperluas kapasitas produksi. Dengan mengakuisisi pabrik Volkswagen, perusahaan bisa memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, sementara membangun dari awal membutuhkan waktu dan investasi lebih besar. Kedua jalan ini dianggap sebagai solusi untuk menjaga momentum pertumbuhan di pasar global.
Dalam konteks industri otomotif yang berubah cepat, langkah Xpeng dan BYD mencerminkan upaya untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar Eropa. Selain tarif impor, faktor lain seperti kecepatan produksi, kualitas kontrol, dan kesesuaian standar lingkungan juga menjadi pertimbangan utama. Pabrik lokal dikenal mampu memenuhi standar yang ketat, sehingga menjadi pilihan ideal untuk meraih kepercayaan konsumen Eropa.
Kesimpulan dan Tantangan Mendatang
Kesepakatan akuisisi pabrik Volkswagen berpotensi menjadi langkah krusial bagi Xpeng dalam menguatkan posisinya di Eropa. Namun, tantangan seperti kesepakatan antara perusahaan Jerman dan Tiongkok, serta kompetisi dari BYD, perlu diatasi secara hati-hati. Selain itu, Xpeng juga harus memastikan bahwa penggunaan pabrik baru atau yang dibeli bisa berjalan mulus tanpa mengganggu operasional yang sudah ada.
Dengan keberhasilan ekspor yang terus meningkat, Xpeng dan BYD menunjukkan komitmen kuat untuk memperluas pangkalan produksi mereka. Ini mengindikasikan bahwa perusahaan Tiongkok sedang bergerak cepat dalam memasuki pasar Eropa, yang dikenal sebagai salah satu sasaran utama untuk pertumbuhan industri kendaraan listrik global. Jika rencana akuisisi berjalan lancar, Xpeng akan bisa memperkuat posisi sebagai pesaing utama di benua tersebut.
Perbandingan dengan Pabrik yang Dibangun
BYD, misalnya, sudah memulai konstruksi pabrik di Hongaria yang diharapkan beroperasi tahun ini. Pabrik ini akan menjadi salah satu dari banyak proyek ekspansi perusahaan, yang sebelumnya juga membuka fasilitas di Turki. Dengan adanya pabrik lokal, BYD bisa mengurangi biaya produksi dan meningkatkan kecepatan respons terhadap permintaan pasar. Hal ini sejalan dengan kebutuhan Xpeng untuk memperkuat jaringan produksi di Eropa.
Sebagai pengganti, Xpeng juga bisa memilih membangun pabrik baru. Namun, langkah ini memerl
