Latest Program: Festival Keluarga Malole Rote Ndao: Peran Ayah dan Kintal Gizi Tekan Stunting

1781020138_195c3d048b0afb490f71

Festival Keluarga Malole Rote Ndao: Peran Ayah dan Kintal Gizi Tekan Stunting

Latest Program – Festival Keluarga Malole di Rote Ndao, NTT, yang diadakan di halaman Rumah Jabatan Bupati pada Selasa, 9 Juni 2026, menyoroti peran aktif ayah dalam membangun kesehatan anak dan ketahanan keluarga. Sebelumnya, stunting di Indonesia lebih dikenal sebagai masalah kurangnya asupan gizi, tetapi kini dianggap sebagai tantangan multidimensi yang memerlukan partisipasi bersama antara ayah, ibu, serta masyarakat. Acara yang diselenggarakan oleh Yayasan Selancar Arungi Indonesia (ARUNGI) dalam kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao ini menjadi momentum penting untuk mengubah pola pengasuhan anak yang selama ini dianggap tanggung jawab tunggal ibu.

Mengubah Perspektif Pengasuhan Anak

Kehadiran ayah dalam peran pengasuhan anak tidak hanya menjadi bagian dari solusi pencegahan stunting, tetapi juga mendukung pengembangan kompetensi keluarga secara keseluruhan. Masyarakat NTT, terutama di wilayah Rote Ndao, masih memiliki anggapan tradisional bahwa tugas merawat anak hanya menjadi kewajiban ibu. Festival ini bertujuan memecahkan paradigma tersebut dengan mengajak ayah untuk berkontribusi aktif dalam asupan gizi dan pengawasan pertumbuhan anak. Prevalensi stunting yang tinggi di daerah ini menunjukkan perlunya kolaborasi antara pemerintah, lembaga swadaya, dan keluarga untuk memperkuat upaya pencegahan.

“Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Kami menyambut baik gerakan ini karena mendorong keterlibatan ayah dan ibu secara bersama-sama untuk membangun generasi masa depan Rote Ndao,” ujar Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H.

Analisis FGD: Keterlibatan Ayah Masih Terbatas

Berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan ARUNGI pada Februari 2026, keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak masih tergolong rendah. Dari 73 ayah yang terlibat, sebagian besar mengakui belum pernah menyiapkan makanan untuk anak secara rutin. Dinnia Joedadibrata, Direktur Eksekutif ARUNGI, menjelaskan bahwa partisipasi ayah secara emosional dan praktis bisa mengurangi beban ibu sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak. “Pengasuhan bersama merupakan bagian penting dari solusi pencegahan stunting,” tegasnya.

FGD ini membuka wawasan bahwa tanggung jawab merawat anak tidak hanya terbatas pada lingkaran ibu, tetapi juga melibatkan ayah sebagai penopang utama. Keberhasilan model Kintal Gizi, yang merupakan inisiatif ARUNGI, menjadi contoh nyata bagaimana keterlibatan aktif orang tua bisa mendorong akses makanan bergizi secara mandiri. Model ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, terutama di tengah tantangan ekonomi dan lingkungan yang menghambat pemberian nutrisi optimal.

Peran Pemerintah dan Kemitraan Strategis

Festival Keluarga Malole dianggap sebagai wadah untuk menggali potensi peran ayah dalam memperkuat ketahanan keluarga. Bupati Paulus Henuk menegaskan bahwa pembangunan manusia harus dimulai dari unit terkecil, yaitu rumah tangga. “Dengan keterlibatan ayah, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan mengurangi risiko stunting di daerah ini,” tambahnya.

Kemitraan antara Pemkab Rote Ndao dan ARUNGI menunjukkan komitmen bersama untuk mereplikasi 1.200 model Kintal Gizi di seluruh wilayah kabupaten pada tahun 2027. Model ini diadaptasi dari pendekatan pendampingan yang telah terbukti sukses dalam meningkatkan kesehatan anak. Dengan pendekatan partisipatif, kebijakan pemerintah diharapkan dapat lebih efektif dalam mencapai tujuan penurunan stunting.

“Pencegahan stunting memerlukan penguatan delapan fungsi keluarga, mulai dari fungsi agama, cinta kasih, hingga pembinaan lingkungan,” ujar Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN, Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto.

Kehadiran Selebritas Sebagai Inspirasi

Kemeriahan festival semakin lengkap dengan kehadiran pasangan selebritas Widi Mulia dan Dwi Sasono. Keduanya, sebagai aktivis keluarga, berbagi pengalaman pribadi tentang bagaimana menjaga keseimbangan antara pekerjaan profesional dan peran sebagai orang tua. Mereka menekankan pentingnya komunikasi terbuka serta pembagian tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak secara optimal.

Kehadiran 300 peserta dan 50 mitra strategis menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap inisiatif ini. Festival ini diharapkan menjadi penggerak perubahan perilaku jangka panjang, dengan fokus pada peningkatan keterlibatan ayah dan pengoptimalan pola asuh keluarga. Dengan program yang terstruktur, masyarakat diharapkan dapat melaksanakan peran mereka secara lebih efektif.

Target Perubahan Berkelanjutan

Pemkab Rote Ndao telah menetapkan rencana strategis untuk melanjutkan kegiatan yang dimulai dari festival ini. Replikasi 1.200 model Kintal Gizi di 2027 akan menjadi pondasi penting dalam memastikan keberlanjutan upaya pencegahan stunting. “Setiap anak di Rote Ndao berhak tumbuh sehat dan bahagia. Fondasi itu ada pada keluarga yang saling mendukung dan menghargai,” tutup Paulus Henuk.

Dalam konteks ini, festival bukan hanya sebagai ajang pameran budaya, tetapi juga sebagai platform untuk memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya partisipasi aktif orang tua. Dengan pendekatan holistik, inisiatif ini diharapkan bisa mengubah pola hidup masyarakat Rote Ndao menjadi lebih sehat, berkelanjutan, dan inklusif. Ketahanan keluarga yang diperkuat akan berdampak langsung pada kualitas hidup anak-anak, mengurangi risiko stunting, dan menciptakan generasi yang lebih berdaya.

Stunting, yang sering dikaitkan dengan malnutrisi, sebenarnya juga dipengaruhi oleh faktor sosial dan ekonomi. Dengan melibatkan ayah dalam proses pengasuhan, kesehatan anak tidak hanya terjamin dari segi gizi, tetapi juga dari aspek psikologis dan lingkungan. Festival ini menjadi langkah konkret untuk menjawab tantangan tersebut, dengan membangun kesadaran bersama bahwa keterlibatan orang tua adalah kunci keberhasilan program pencegahan stunting.

Masyarakat Rote Ndao, yang terdiri dari berbagai desa, kini mulai menyadari bahwa peran ayah tidak bisa diabaikan. Melalui Kintal Gizi, masyarakat diberikan alat praktis untuk mengembangkan kebiasaan sehat di tingkat rumah tangga. Selain itu, festival ini juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk berbagi pengalaman, solusi, dan inovasi dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga.

Dengan keberhasilan awal, Pemkab Rote Ndao berharap inisiatif ini bisa menjadi contoh baik bagi wilayah lain. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak bukan hanya memperkuat keharmonisan rumah tangga, tetapi juga menurunkan angka stunting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *