New Policy: Penjualan luar negeri BYD melonjak imbas kenaikan harga bahan bakar

WhatsApp Image 2024 06 30 at 18.19.11

New Policy: Penjualan Luar Negeri BYD Melonjak Akibat Kenaikan Harga Bahan Bakar

New Policy – Jakarta – Pada April 2026, perusahaan otomotif BYD mencatatkan peningkatan signifikan dalam penjualan kendaraan di pasar internasional. Lonjakan ini terjadi karena meningkatnya minat konsumen terhadap mobil listrik, yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar akibat konflik di Timur Tengah. Laporan dari Business Times menyebutkan bahwa penjualan ekspor perusahaan naik 71 persen tahunan, mencapai 134.542 unit. Namun, total pengiriman kendaraan di seluruh dunia mengalami penurunan 16 persen, yaitu sebanyak 321.123 unit.

Strategi Ekspansi dan Faktor Pendorong Penurunan Penjualan Domestik

Keberhasilan penjualan global menunjukkan bahwa BYD memprioritaskan ekspansi sebagai bagian dari New Policy mereka. Perusahaan ini menegaskan bahwa penjualan internasional menjadi penopang utama selama tahun ini, terutama karena penurunan permintaan di pasar dalam negeri. Di China, subsidi kendaraan listrik yang berakhir serta persaingan ketat dari produsen lokal seperti Geely dan Xiaomi mengurangi daya tarik produk. Meski begitu, BYD fokus pada optimasi rantai pasok dan kerja sama dengan dealer global untuk memperkuat keberadaannya di luar negeri.

Target Ekspor dan Kinerja Keuangan

Dalam New Policy 2026, BYD menetapkan target penjualan sekitar 1,3 juta unit kendaraan di luar China, naik 25 persen dari tahun sebelumnya. Target ini mencerminkan optimisme perusahaan terhadap potensi pasar internasional. Meski ekspor tumbuh, kinerja keuangan BYD mulai terdampak oleh penurunan penjualan di pasar domestik selama delapan bulan berturut-turut. Persaingan harga yang ketat dan pengurangan subsidi menjadi faktor utama yang menyebabkan penurunan ini.

Untuk memperkuat posisi di pasar global, BYD terus mengembangkan inovasi teknologi. Perusahaan mengandalkan baterai pengisian cepat dan sistem “blade” yang dianggap lebih canggih. Dalam ajang Beijing Auto Show, mereka memperkenalkan berbagai model baru, termasuk mobil listrik yang memiliki efisiensi tinggi. Inovasi ini mendukung New Policy mereka dalam menarik perhatian konsumen internasional yang mencari kendaraan berperforma tinggi namun ekonomis.

Model SUV Great Tang: Bukti Kesuksesan Strategi

Salah satu model yang menjadi pusat perhatian adalah Great Tang, SUV yang bisa menampung tujuh penumpang. Setelah diluncurkan, model ini langsung menarik lebih dari 30.000 pesanan dalam 24 jam pertama. Spek unggulnya, seperti jarak tempuh hampir 1.000 kilometer per sekali pengisian, memperkuat prestasi BYD dalam New Policy mereka. Meski harga awalnya mencapai 250.000 yuan, keunggulan performa menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen global.

Sementara itu, di pasar dalam negeri, BYD tetap berupaya mempertahankan pangsa pasar melalui diskon. Pada Maret 2026, rata-rata pemotongan harga mencapai 10 persen, angka tertinggi dalam dua tahun terakhir. Strategi ini mencerminkan upaya perusahaan mengatasi persaingan ketat dari produsen lokal. Meski kenaikan harga bahan bakar memengaruhi permintaan internasional, ketergantungan pada diskon di dalam negeri menunjukkan tantangan kompleks yang dihadapi industri otomotif listrik China.

Industri otomotif listrik di China sedang mengalami transisi yang dinamis. New Policy pemerintah, seperti penghapusan subsidi, menjadi pendorong perusahaan untuk meningkatkan kinerja bisnis. Namun, perubahan ini juga mempercepat adopsi kendaraan listrik. Meski BYD sukses di luar negeri, mereka tetap harus menyeimbangkan inovasi teknologi dengan harga kompetitif untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan.