Hasil lomba dalam Kejurnas Akuatik Indonesia 2026

eb1e2d02 1422 4e70 ab59 56c4ff58a6c7 0

Hasil Lomba dalam Kejurnas Akuatik Indonesia 2026

Hasil lomba dalam Kejurnas Akuatik Indonesia 2026 – Jakarta, Jumat (Tanggal) – Kompetisi nasional olahraga akuatik Indonesia 2026 berlangsung secara resmi di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Acara ini menutup babak lomba yang mencakup berbagai cabang olahraga renang. Berdasarkan pengumuman resmi melalui akun Instagram @akuatikindo, DKI Jakarta mencatatkan prestasi terbaik dengan total 38 medali emas, 34 medali perak, dan 24 medali perunggu. Diikuti oleh Jawa Berat yang meraih 32 medali emas, 23 medali perak, serta 28 medali perunggu. Sementara itu, Jawa Timur berada di posisi ketiga dengan 21 medali emas, 27 medali perak, dan 26 medali perunggu.

Klasemen Akhir Perolehan Medali

Kompetisi ini menjadi ajang penting bagi para atlet akuatik dari berbagai daerah di Indonesia. Selama beberapa hari, ribuan peserta dari seluruh penjuru negeri memperebutkan gelar juara dalam berbagai kategori, mulai dari lomba individual hingga tim. Hasil akhir menunjukkan bahwa DKI Jakarta menguasai sebagian besar kejuaraan dengan dominasi dalam medali emas, sementara Jawa Berat dan Jawa Timur juga menunjukkan konsistensi yang baik.

A post shared by Akuatik Indonesia (@akuatikindo)

Kemenangan DKI Jakarta tidak hanya mencerminkan kemampuan atlet lokal, tetapi juga efektivitas pelatihan dan dukungan dari pihak terkait. Dalam beberapa kategori, daerah ibukota menunjukkan keunggulan yang signifikan, terutama dalam acara lomba yang menitikberatkan pada kecepatan dan teknik renang. Sementara Jawa Berat dan Jawa Timur masing-masing mengharumkan nama daerahnya melalui perolehan medali yang memadai, meskipun belum bisa menyaingi DKI Jakarta dalam jumlah emas.

Hasil Pertandingan Super Final

Pada hari pertandingan akhir, sejumlah acara penting diadakan, termasuk Super Final yang menjadi penutup untuk sejumlah kategori. Berikut hasil lengkap dari sesi sore:

200m Gaya Ganti Individu Putra 1. JAWA BARAT – Aflah Fadlan Prawira dengan waktu 2:07.19 2. JAWA TIMUR – Farrel Armandio Tangkas dengan 2:07.34 3. DKI JAKARTA – Akmal Insan Purwandha dengan 2:09.44

200m Gaya Ganti Individu Putri 1. Unattached – Azzahra Permatahani dengan waktu 2:20.48 2. DKI JAKARTA – Adelia Chantika Aulia dengan 2:22.48 3. DKI JAKARTA – Gusti Ayu Made Nadya Saraswati dengan 2:23.96

100m Gaya Ganti Individu Putra 1. DKI JAKARTA – Jason Donovan Yusuf dengan 22.67 detik 2. DKI JAKARTA – Samuel Maxson Septionus dengan 23.08 detik 3. DKI JAKARTA – Kevin Erlangga Prayitno dengan 23.20 detik

100m Gaya Ganti Individu Putri 1. JAWA BARAT – Nadia Aisha Nurazmi dengan 26.01 detik 2. DKI JAKARTA – Adelia Chantika Aulia dengan 26.35 detik 3. JAWA TIMUR – Chelsea Alexandra dengan 26.51 detik

100m Gaya Ganti Tim Putra 1. DKI JAKARTA dengan waktu 3:47.56 2. BANTEN dengan 3:52.51 3. JAWA BARAT dengan 3:55.42

100m Gaya Ganti Tim Putri 1. DKI JAKARTA dengan 4:28.14 2. JAWA BARAT dengan 4:29.26 3. JAWA TIMUR dengan 4:30.10

Berdasarkan data terkini, DKI Jakarta juga memperoleh kemenangan dalam kategori 4x100m gaya ganti estafet putra dan putri. Untuk estafet putra, DKI Jakarta menjadi juara pertama dengan waktu 4:00.30, diikuti Jawa Timur dengan 4:01.47 dan Bali dengan 4:04.83. Di kategori estafet putri, DKI Jakarta kembali menempati posisi teratas dengan 4:28.14, sementara Jawa Barat dan Jawa Timur menduduki peringkat kedua dan ketiga.

Hasil ini menunjukkan bahwa DKI Jakarta memiliki dominasi kuat dalam sejumlah kategori, terutama dalam acara lomba individu dan estafet. Meskipun Jawa Berat dan Jawa Timur juga menunjukkan kemampuan yang baik, mereka belum bisa meraih medali emas secara signifikan. Akuatik Indonesia mengapresiasi partisipasi aktif dari semua peserta dan berharap hasil ini menjadi momentum untuk meningkatkan prestasi di ajang internasional.

Kemenangan DKI Jakarta di Berbagai Kategori

Kemenangan DKI Jakarta pada beberapa kategori lomba tidak hanya diunggulkan pada acara estafet, tetapi juga pada lomba individual. Misalnya, dalam 200m gaya ganti putra, Jawa Barat mendapat medali emas, sementara DKI Jakarta menempati peringkat ketiga. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun DKI Jakarta memimpin klasemen akhir, ada beberapa bidang di mana daerah lain menunjukkan keunggulan. Namun, secara keseluruhan, DKI Jakarta tetap menjadi juara umum karena jumlah medali emas yang dominan.

Perolehan medali di Kejurnas Akuatik Indonesia 2026 menjadi indikator kuat akan kemampuan atlet dari DKI Jakarta dalam olahraga akuatik. Selain itu, kemenangan tersebut juga mencerminkan dukungan pemerintah dan masyarakat Jakarta terhadap kegiatan olahraga nasional. Dengan menguasai lebih dari separuh medali emas, DKI Jakarta menunjukkan konsistensi dalam pembinaan atlet dan fasilitas olahraga yang memadai.

Di sisi lain, Jawa Barat dan Jawa Timur juga menunjukkan performa yang mengesankan