Special Plan: Persija gelar aksi donor darah bekerja sama dengan PMI
Persija Gelar Aksi Donor Darah Bekerja Sama dengan PMI
Special Plan – Jakarta – Persija Jakarta, salah satu klub sepak bola terkemuka, mengadakan kegiatan sosial berupa aksi donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) pada Senin malam WIB. Kegiatan ini dilaksanakan menjelang pertandingan melawan Persis Solo dalam pekan ke-30 Liga Super 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno. Dalam kesempatan tersebut, Persija ingin menunjukkan peran aktifnya di luar lapangan, berkontribusi langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menegaskan bahwa aksi donor darah menjadi bagian dari upaya klub untuk memberikan dampak nyata. “Kehadiran Persija tidak hanya terbatas di dalam stadion, tetapi juga berkontribusi pada kehidupan masyarakat secara luas,” ujarnya dalam pernyataan resmi. Ia menjelaskan bahwa program ini mencerminkan komitmen klub untuk mendukung nilai-nilai kemanusiaan dalam kegiatan rutin.
“Semangat ‘Satu Darah, Darah Indonesia’ kami harapkan bisa mengajak lebih banyak pihak untuk peduli dan berkontribusi,” tambah Prapanca.
Dalam perspektif lebih luas, aksi ini juga menunjukkan kerja sama antara lembaga kemanusiaan dan organisasi olahraga dalam memberikan manfaat sosial. Selain itu, Prapanca mengatakan bahwa kegiatan ini memperkuat hubungan antara klub dengan masyarakat sekitar, sekaligus memberikan kesempatan kepada para suporter untuk terlibat secara langsung.
Kegiatan Sebelumnya: Donor Darah dalam Pertandingan Kandang
Dalam rangkaian aksi kemanusiaan, Persija sebelumnya telah melakukan kegiatan serupa di laga kandang melawan Persebaya pada 11 April 2025. Kegiatan ini menunjukkan komitmen klub untuk terus mengadakan program bakti sosial sebelum setiap pertandingan penting. “Donor darah memiliki dampak besar bagi sesama, terutama dalam kondisi darurat atau kebutuhan medis yang mendesak,” kata Sekretaris PMI Kota Jakarta Utara, Ramdansyah.
“Kolaborasi kegiatan donor darah yang digagas oleh Persija, I.League, dan Palang Merah Indonesia (PMI) tidak sekadar menghadirkan aksi sosial, melainkan juga menghidupkan kembali falsafah lama bangsa, yakni gotong royong kemanusiaan,” imbuh Ramdansyah.
Menurut Ramdansyah, program ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai persatuan dan gotong royong di tengah dinamika sosial yang sering kali dikuasai oleh persaingan kompetitif. Ia menekankan bahwa setiap tetes darah yang didonasikan adalah bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam situasi krisis atau penyakit yang memerlukan bantuan darurat.
Transformasi Suporter: Dari Pendukung ke Pahlawan Kemanusiaan
Kegiatan donor darah ini menarik perhatian karena mengubah peran suporter menjadi agen kepedulian sosial yang aktif. Biasanya, suporter hanya menjadi penonton atau pengejar kemenangan, tetapi dalam aksi ini, mereka berperan sebagai pemberi manfaat langsung. “Mereka bukan hanya pendukung, tetapi juga bagian dari upaya kemanusiaan yang menghadirkan dampak positif,” jelas Ramdansyah.
Menurut Ramdansyah, aksi ini menjadi simbol persatuan di tengah rivalitas yang sering terjadi dalam dunia sepak bola. Suporter dari berbagai kelompok bisa saling berbagi, meski memiliki fanatisme yang berbeda. “Dengan menjadi pendonor, mereka menembus sekat identitas dan menciptakan ikatan sosial baru yang lebih kuat,” katanya.
Program yang diadakan Persija menunjukkan bahwa olahraga bisa menjadi wadah untuk menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya donor darah, tetapi juga memperkuat citra klub sebagai institusi yang peduli pada kebutuhan sosial. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak klub sepak bola mulai mengadakan inisiatif serupa, tetapi Persija dianggap sebagai salah satu yang lebih konsisten.
Manfaat dan Dampak pada Masyarakat
Menurut data PMI Kota Jakarta Utara, aksi donor darah pada pekan ke-30 tersebut berhasil mengumpulkan sekitar 50 unit darah. Dengan jumlah tersebut, Persija berkontribusi pada stok darah yang diperlukan untuk keperluan medis di wilayah Jakarta. Kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang prosedur donor darah, sekaligus membangun kesadaran tentang pentingnya kepedulian.
Ramdansyah menyoroti bahwa aksi seperti ini bisa menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat. “Banyak orang muda yang berpartisipasi, dan ini membantu memperluas kesadaran tentang kemanusiaan,” katanya. Ia menambahkan bahwa PMI senantiasa mengapresiasi partisipasi dari klub-klub sepak bola yang memperluas cakupan aksi sosial mereka.
Selain itu, kegiatan ini juga menciptakan lingkungan yang lebih harmonis antara suporter dan klub. Dengan berdonor, para penonton sepak bola memberikan penghargaan terhadap nilai-nilai sosial yang diwujudkan secara konkret. Ramdansyah berharap, aksi ini akan menjadi contoh bagi organisasi lain untuk turut serta dalam upaya kemanusiaan.
Langkah Konkret untuk Kebutuhan Masyarakat
Persija memperkuat komitmen sosialnya dengan aksi donor darah ini, yang sejatinya menjadi bagian dari visi klub dalam membangun masyarakat. Prapanca menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil oleh klub bukan sekadar promosi, tetapi juga pengabdian. “Kami ingin menunjukkan bahwa keberadaan Persija bisa menjadi perpanjangan tangan dari komunitas yang lebih luas,” ujarnya.
Dalam konteks kompetisi yang ketat, aksi ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak perlu berkurang. Justru, Persija menunjukkan bahwa olah
