Rencana Khusus: BGN: Pengadaan kaos kaki bagian dari perlengkapan SPPI di Unhan
BGN: Pengadaan kaos kaki bagian dari perlengkapan SPPI di Unhan
Dari Jakarta, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memberikan penjelasan terkait pengadaan barang seperti kaos kaki yang sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial akibat diperkirakan anggarannya terlalu besar. Ia menegaskan bahwa BGN tidak melakukan pengadaan secara langsung, karena kaos kaki merupakan bagian dari perlengkapan yang diberikan kepada peserta pendidikan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
“Kaos kaki tersebut bukan diadakan oleh BGN, melainkan disediakan saat pelaksanaan SPPI sebagai bagian dari perlengkapan yang diselenggarakan oleh Universitas Pertahanan (Unhan),” jelas Dadan pada Senin di Jakarta.
Dadan juga menyampaikan bahwa program SPPI di Unhan dilaksanakan menggunakan anggaran BGN yang dikelola melalui mekanisme swakelola tipe 2. Dalam skema ini, Unhan bertugas mengelola pelaksanaan kegiatan, termasuk pengadaan perlengkapan, sebagai bagian dari implementasi pendidikan tersebut.
“Perlu dipahami bahwa pengadaan tersebut dilakukan oleh Unhan, bukan langsung oleh BGN, dalam rangka menjalankan pendidikan SPPI,” tambahnya.
Dalam penggunaan anggaran negara di lingkungan BGN, Dadan menyatakan bahwa seluruh proses telah mengikuti mekanisme perencanaan, penganggaran, hingga pengawasan sesuai peraturan yang berlaku. Ia menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menyebarkan informasi yang belum diverifikasi.
“Penyebaran informasi tidak akurat dapat menciptakan kesalahpahaman dan kecemasan di masyarakat, yang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap program pemerintah di BGN,” ingat Dadan.
BGN, lanjut Dadan, berkomitmen untuk menjaga prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. Ia juga menyatakan siap menerima pengawasan dari berbagai pihak, baik internal maupun eksternal, untuk memastikan keberlanjutan program tersebut.
