Agenda Utama: BNN fokus perkuat pendekatan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba
BNN dan Menteri Imigrasi Perkuat Kolaborasi dalam Penanganan Narkoba
Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia menggelar diskusi dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) di Jakarta, Kamis (9/4). Kepala BNN, Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antar sektor dalam menghadapi tantangan narkoba yang semakin rumit. Menurutnya, banyak kasus penyalahgunaan narkoba masih ditangani melalui pemidanaan, sehingga individu tersebut menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
“Ini mengingat masih terdapat penyalahguna narkotika yang penanganannya berujung pada pemidanaan sehingga menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan (lapas),” tutur Komjen Pol. Suyudi, seperti dikutip dari pernyataan yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyampaikan bahwa masalah hunian melebihi kapasitas di lapas tetap menjadi tantangan utama. Ia menjelaskan bahwa upaya seperti pembangunan unit lapas baru dan redistribusi warga binaan sedang dilakukan untuk mengatasi kepadatan yang terjadi. Selain itu, penguatan integritas petugas serta peningkatan pengawasan juga menjadi prioritas, demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan berorientasi pemulihan.
BNN terus mengoptimalkan penindasan jaringan peredaran gelap narkoba dan menegaskan pentingnya pengawasan terhadap warga negara asing. Pembenahan sistem intelijen pun diupayakan agar penanganan narkoba lebih efektif. Kepala BNN dan Menteri Imipas menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama dalam implementasi P4GN, yang mencakup pencegahan, penindakan, rehabilitasi, serta pembinaan.
Kolaborasi yang lebih erat ini diharapkan mendorong tindakan terpadu dan berkelanjutan antar instansi, sekaligus mendukung pembentukan sistem pemasyarakatan yang adaptif dan berintegritas. Pertemuan antara Kepala BNN dengan Menteri Imipas menjadi momen strategis untuk meningkatkan sinergi dalam upaya mengurangi dampak narkoba di masyarakat.
