Topics Covered: Prodi Digital PR Tel-U Gelar Abdimas Internasional di Prince of Songkhla University, Thailand
Topics Covered: Program Studi Digital PR Tel-U Gelar Abdimas Internasional di Thailand
Topics Covered – Telkom University atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tel-U kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi akademik mahasiswa melalui berbagai inisiatif internasional. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah oleh Program Studi Digital Public Relations di bawah naungan Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial. Institusi ini menyelenggarakan program pengabdian masyarakat yang melibatkan kunjungan akademik ke Prince of Songkhla University, tepatnya di Fakultas Humanitis, Pattani, Thailand. Kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 8 hingga 11 Juli 2026.
Program ini dibagi menjadi tiga kelompok kajian utama yang masing-masing dipimpin oleh dosen berpengalaman. Kelompok pertama fokus pada Soft Diplomacy dan di bawah bimbingan Dr Dedi Kurnia Syah Putra. Kelompok kedua membahas Digital PR Writing in Mass dan Social Media, yang dipandu oleh Dr Muhammad Sufyan Abd. Sementara itu, kelompok ketiga mengangkat tema Digital Public Speaking with Story Telling dengan pendampingan Ayub Ilfandy Imran, P.hD.
Topik Bahasan yang Diangkat dalam Kegiatan
Topics Covered – Setiap kelompok memiliki fokus pembahasan yang berbeda namun saling melengkapi. Dr Dedi Kurnia Syah Putra memimpin diskusi tentang soft diplomacy yang menekankan pentingnya diplomasi budaya dalam hubungan internasional. Dr Muhammad Sufyan Abd membahas teknik penulisan PR digital yang efektif untuk media massa dan platform sosial media. Ayub Ilfandy Imran, P.hD, membawa pendekatan storytelling dalam public speaking digital yang telah terbukti berhasil di berbagai negara.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama lanjutan, baik dalam kolaborasi riset, pengajaran, hingga student exchange,” ungkap Ketua Tim, Muhammad Armein, di Gedung Fakultas Humanities & Social Sciences, Pattani.
Respons positif datang dari pihak universitas tuan rumah. Dekan Fakultas Humanities & Social Sciences, Cherdchai Udomphan, P.hD, menyambut hangat kedatangan delegasi dari Indonesia. Ia menyampaikan harapan agar hubungan kerjasama dapat terus diperkuat dan bahkan membuka peluang kunjungan balasan ke Telkom University di masa mendatang.
Kegiatan ini melibatkan enam mahasiswa yang terbagi dalam tiga kelompok. Bintar Mupiza dan Muhammad Rio Fariza bergabung dalam kelompok Dr Dedi Kurnia Syah Putra. M Armein Syifaa Sutardjo dan Gendra Wisnu Buana menjadi anggota kelompok Dr Muhammad Sufyan Abd. Sementara itu, Febrianti Claudia dan Elvi Bertha Debora mengikuti kelompok Ayub Ilfandy Imran.
Tim penyelenggara dari PSJ dipimpin oleh Dr Djusmalinar dengan bantuan Sumaiyah, keduanya merupakan dosen Bahasa Melayu di fakultas tersebut. Kehadiran mereka memastikan kelancaran komunikasi dan koordinasi selama kegiatan berlangsung. Topics Covered – Kehadiran tim pengajar dari Indonesia juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa Thailand untuk belajar langsung dari praktisi dan akademisi berpengalaman.
“Saat ini keberadaan nano dan micro influencer justru makin diperhitungkan. Pengikut mereka tidak banyak tapi tingkat interaksinya tinggi, sehingga apa yang mereka sampaikan, itu lebih natural dan diikuti khalayak,” katanya.
Dalam paparannya, Muhammad Armein S.S menekankan pentingnya kemampuan adaptasi bagi seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi perubahan cara berkomunikasi publik. Transformasi digital telah mengubah lanskap komunikasi, terutama melalui pemanfaatan media sosial yang semakin masif. Topics Covered – Hal ini sejalan dengan visi Program Studi Digital PR Tel-U untuk menghasilkan lulusan yang kompeten di era digital.
Ayub Ilfandy Imran menambahkan bahwa penerapan digital storytelling telah menunjukkan keberhasilan di tingkat nasional. Pemerintah Thailand dan Korea Selatan telah menerapkan strategi ini dengan sukses, membuat produk budaya mereka semakin digemari oleh masyarakat global. Ia juga menyebutkan bahwa masyarakat kampus dapat menjadi pemengaruh ilmu pengetahuan melalui teknik bercerita tersebut.
Sementara itu, Rio Fariza melakukan pendekatan soft diplomacy melalui permainan interaktif. Ia mengajak mahasiswa Thailand yang sedang mempelajari bahasa Melayu untuk saling melafalkan, memeragakan, dan menyampaikan beberapa kosakata dalam bahasa Indonesia. Puluhan peserta dari berbagai jurusan di PSU tampak antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 tersebut. Topics Covered – Kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga membangun jaringan internasional yang berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik.
