Rencana Khusus: Forum Anak Natuna dukung penuh PP Tunas

1000824302

Forum Anak Natuna Berpandangan Positif terhadap PP Tunas

Langkah Pemerintah Dukung Perlindungan Anak di Ruang Digital

Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menjadi salah satu daerah yang menyambut baik kebijakan baru berupa Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola dan Perlindungan Anak di Ruang Digital (PP Tunas). Forum Anak Natuna (FAN) menganggap aturan ini sangat penting dalam mengatasi ancaman yang timbul dari dunia maya terhadap kesejahteraan anak.

Ketua FAN, Muhammad Raffi Alfitra, mengungkapkan kegembiraannya atas keluarnya PP Tunas. Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga hak anak dalam ruang digital, yang kini semakin rentan terhadap berbagai masalah negatif, seperti pornografi, kejahatan siber, pelecehan seksual, serta penipuan daring.

“Saya sangat mengapresiasi kebijakan ini, karena menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam memastikan perlindungan anak di ruang digital,” ujar Raffi.

Sementara itu, Raffi menekankan bahwa pembatasan akses anak ke media sosial perlu disertai dengan solusi yang menguntungkan. Ia menegaskan bahwa ruang digital tetap diperlukan sebagai sarana penting bagi anak-anak dalam mengakses informasi positif.

Menurutnya, pemerintah seharusnya menciptakan platform yang aman dan ramah, sesuai dengan tahap perkembangan anak, agar generasi muda bisa terbiasa menggunakan teknologi secara bijak. “Ruang digital aman berarti menyediakan konten layak dikonsumsi, yang mendorong anak menjadi lebih siap bersaing di masa depan,” lanjutnya.

Di samping itu, Raffi menyarankan agar pemerintah memperbanyak kegiatan positif untuk anak. Hal ini diharapkan bisa mengalihkan waktu mereka dari paparan berita negatif ke hal-hal yang bermanfaat, seperti pengasahan keterampilan.

Orang tua juga diberi peran penting dalam menjalankan PP Tunas. Raffi menekankan bahwa para orang tua harus aktif dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak, termasuk konten yang dilihat dan pembatasan durasi akses.

“Tak bisa dipungkiri bahwa waktu terus berjalan, dan anak-anak akan menjadi pemimpin di masa depan. Kami harus paham teknologi, jadi pemerintah perlu menawarkan alternatif platform seperti YouTube Kids atau TikTok Kids agar anak tetap bisa belajar dengan aman,” ujarnya.