Rencana Khusus: Lebaran Betawi perkuat persatuan dan teguhkan identitas Jakarta

InShot 20260411 122219384

Lebaran Betawi Perkuat Persatuan dan Teguhkan Identitas Jakarta

Jakarta menjadi panggung utama bagi perayaan Lebaran Betawi tahun 2026, yang menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memiliki peran penting dalam memperkuat rasa persatuan masyarakat serta mempertahankan identitas budaya kota metropolitan ini. Ia menegaskan bahwa hari raya tersebut adalah kesempatan untuk mengingat kembali akar budaya Jakarta, yang berakar pada tradisi lokal Betawi. “Lebaran Betawi menjadi momentum penting untuk melestarikan jati diri Jakarta. Budaya Betawi adalah identitas utama yang harus tetap hidup dan berkembang di tengah dinamika zaman,” ujar Pramono saat menyampaikan sambutan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu.

Kolaborasi yang Menginspirasi

Dalam sambutannya, Pramono mengawali dengan ucapan terima kasih atas terlaksananya acara yang diprakarsai oleh Majelis Kaum Betawi bersama Bamus Betawi, serta dukungan dari berbagai pihak. Ia menilai kerja sama tersebut menjadi contoh nyata harmonisasi antara masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah dalam menjaga kekayaan budaya di tengah pesatnya perubahan perkotaan. Menurutnya, acara ini mencerminkan upaya kolektif untuk menyelenggarakan tradisi yang relevan dengan masa kini.

Tradisi yang Membawa Makna

“Lebaran Betawi bukan sekadar acara rutin tahunan, tetapi juga wadah yang menyimpan makna sosial dan budaya mendalam,”

Pramono menjelaskan bahwa beberapa praktik khas dalam Lebaran Betawi, seperti tradisi memaafkan kepada orang tua dan sesepuh, mencerminkan penghormatan terhadap nilai-nilai kekeluargaan. Sementara itu, kegiatan “ngider” atau berkeliling mengunjungi kerabat menciptakan jembatan kebersamaan lintas generasi. Selain itu, tradisi *nyorog* atau mengantar makanan menjadi simbol semangat berbagi dan kepedulian sosial yang terbangun dalam budaya Betawi.

Peran Tokoh Betawi yang Membangun

Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menyebut pentingnya menghormati tokoh Betawi yang berkontribusi pada kemajuan Jakarta. Ia menyebut salah satu tokoh yang patut diapresiasi adalah MH Thamrin, yang dianggap sebagai representasi intelektual Betawi yang memainkan peran besar dalam pembangunan dan pengembangan budaya kota ini. “Kita harus terus mengangkat nama dan peran tokoh-tokoh Betawi sebagai bagian dari identitas Jakarta. Ini bukan hanya soal sejarah, tetapi juga inspirasi bagi generasi mendatang,” tegas Pramono.

Pelaku Budaya sebagai Kunci Keberlanjutan

Pramono menekankan bahwa pelestarian budaya Betawi tidak cukup hanya dilakukan melalui pertunjukan atau festival, tetapi memerlukan komitmen bersama untuk menjaga nilai-nilai tradisi dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai bahwa sebagai daerah khusus, Jakarta memiliki sejarah yang terikat erat dengan peran masyarakat Betawi, sehingga melestarikan budaya ini adalah tanggung jawab bersama seluruh warga. “Kalau tokohnya bersatu, semangatnya sama, keinginannya sama, maka budaya Betawi akan semakin maju. Dampaknya juga akan terasa pada peningkatan kualitas masyarakatnya,” ujar Pramono.

Perayaan Budaya yang Berkelanjutan

Pemerintah DKI Jakarta terus mendorong berbagai kegiatan budaya dan agama untuk memperkuat persatuan. Pramono menyebut rangkaian acara budaya akan terus berlangsung sepanjang tahun, mulai dari perayaan Natal, Imlek, Nyepi, Ramadhan, hingga Idul Fitri. Ia juga mengungkapkan rencana untuk menjadikan Lapangan Banteng sebagai pusat kegiatan budaya baru. “Lapangan Banteng ini sangat bersejarah. Banyak peristiwa penting bangsa berlangsung di sini. Kami ingin menjadikannya simbol kebersamaan warga Jakarta,” tambahnya.

Regulasi sebagai Dasar Penguatan Budaya

Dalam kesempatan ini, Pramono mengatakan bahwa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 menjadi landasan kuat dalam memposisikan budaya Betawi sebagai bagian utama identitas Jakarta. Regulasi tersebut, katanya, memberikan tanggung jawab lebih besar kepada pemerintah untuk menjaga sistemik dan berkelanjutan pengembangan budaya Betawi. Ia optimis bahwa kolaborasi masyarakat Betawi dan berbagai elemen lain akan mendorong keberlanjutan identitas budaya kota metropolitan ini.