Momen Bersejarah: Wamenpar jalin koordinasi dengan Kemlu soal travel warning dari Korsel

1001278226

Wamenpar dan Kemlu Koordinasi Soal Peringatan Wisata dari Korsel

Jakarta – Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Pariwisata, mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya untuk berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dalam menyikapi peringatan perjalanan yang dikeluarkan pemerintah Korea Selatan. Menurutnya, komunikasi diplomatik juga menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan dengan pihak Korea Selatan, khususnya terkait tingginya jumlah kunjungan wisatawan dari negara tersebut ke Indonesia.

“Kita akan terus menjaga koordinasi dengan Kemlu, dan pendekatan diplomatik juga dilakukan untuk memastikan pihak Korea Selatan tetap mendukung sektor pariwisata Indonesia,” katanya saat diwawancara di Jakarta, Sabtu.

Hingga saat ini, data menunjukkan bahwa jumlah pengunjung asing dari Korea Selatan ke Indonesia masih mengalami peningkatan. Pemimpin kementerian ini menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil akan memperhatikan arahan Kemlu, mengingat Korea Selatan termasuk dalam sepuluh negara utama yang mengirimkan wisatawan ke Indonesia.

Sebelumnya, Kedubes Korea Selatan mempublikasikan peringatan wisata yang meminta warganya berhati-hati saat berkunjung ke Bali. Peringatan tersebut diterbitkan pada Rabu (01/04/2026) dengan judul “Peringatan Keamanan tentang Pencegahan Kejahatan Serius”.

Di dalamnya, pihak Korea Selatan menyoroti risiko serius seperti pembunuhan, penculikan, hingga pelecehan seksual yang terjadi di area populer seperti Jimbaran, Seminyak, dan Canggu. Mereka juga mengingatkan para pengunjung untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga keselamatan diri.

Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, dalam pernyataan di Denpasar, Kamis, menegaskan bahwa situasi keamanan di Pulau Dewata tetap stabil. Ia menambahkan, pihak kepolisian telah memahami kekhawatiran Kedutaan Besar Korea Selatan dan berkomitmen untuk memberikan perlindungan optimal kepada semua wisatawan.