Kebijakan Baru: PTDI dan BAT kolaborasi cetak SDM MRO berbasis AI dan robotik

eace4100 b799 4813 b071 b43c115c0024 0

PTDI dan BAT Kolaborasi Cetak SDM MRO Berbasis AI dan Robotik

Kota Bandung menjadi tempat pihak-pihak terkait menandatangani perjanjian kerja sama strategis. PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Batam Aero Technic (BAT) berkomitmen mengembangkan sumber daya manusia perawatan pesawat (MRO) yang mampu beradaptasi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta robotik. Tindakan ini bertujuan memperkuat kemampuan industri dalam negeri dalam layanan purna jual pesawat.

Kerja Sama Memperkuat Kapasitas Lokal

Direktur BAT, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan PTDI membuka peluang menghasilkan SDM yang memiliki kemampuan teknis tinggi dan menguasai proses impor-ekspor. “Kita ingin menciptakan tenaga yang tidak hanya mahir secara teknik, tetapi juga terbiasa dengan dinamika pasar global serta siap menghadapi inovasi teknologi seperti digitalisasi dan robotik,” tuturnya dalam pernyataan resmi.

“Tetapi juga memahami mekanisme impor dan ekspor, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk digitalisasi, artificial intellegence, hingga proses berbasis robotic,” ujar Daniel.

Kerja sama ini menjembatani keunggulan PTDI sebagai pelaku industri rancang bangun yang memiliki sertifikasi AMO dengan BAT yang memiliki izin DGCA Nomor 145D-914. BAT dikenal sebagai mitra internasional yang kredibel, sementara PTDI berperan dalam penyelenggaraan pelatihan dengan sertifikasi AMTO.

Strategi Ekspansi Bisnis

Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari strategi memperluas bisnis. “Kerja sama ini bertujuan meningkatkan daya saing sektor layanan purna jual dengan mengoptimalkan potensi sumber daya dalam negeri,” jelas Moh Arif.

“Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pemanfaatan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak, tetapi juga menjadi bagian dari upaya PTDI untuk meningkatkan daya saing di sektor layanan purna jual,” kata Moh Arif.

Menurutnya, program pelatihan yang diinisiasi kerja sama ini diperkirakan mampu meningkatkan efisiensi industri dan menciptakan lapangan kerja baru. Dengan memaksimalkan fasilitas lokal, kebutuhan MRO bisa terpenuhi lebih cepat serta lebih kompetitif, sekaligus memperkuat rantai pasok yang berkelanjutan.