Hasil Pertemuan: DKI mulai revitalisasi Kota Tua

IMG 9047

DKI mulai revitalisasi Kota Tua

Jakarta, Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan inisiatif revitalisasi kawasan Kota Tua dengan tujuan mengembalikan ciri khas kota tersebut sekaligus memperkuat status sebagai pusat global yang berakar pada sejarah dan budaya. Rencana ini dipresentasikan dalam acara “Intimate Dialogue Kota Tua Update” yang dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta beserta tim penasihat.

“Di sini kita memberikan keyakinan bahwa Pemprov DKI serius untuk membangun Kota Tua. Kita sudah memiliki tim revitalisasi dan Insya Allah, di waktu yang tepat, saya sendiri akan berkantor di area tersebut,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta sekaligus Ketua Tim Revitalisasi dan Penataan Kota Tua Rano Karno di Balai Kota, Kamis.

Rano menjelaskan, keputusan untuk menetapkan kantor di Kota Tua bertujuan agar proses pengembangan dapat diawasi secara langsung. Selain itu, ia menegaskan bahwa tim telah membentuk kelompok kerja (Pokja) untuk memastikan koordinasi revitalisasi berjalan efektif.

Revitalisasi Kota Tua akan dibagi menjadi tiga zona utama, yaitu zona inti, zona pengembangan, dan zona penunjang. Menurut Rano, fokus awal diberikan pada zona inti, yang mencakup area seluas sekitar 80 hektar dari total 363 hektar Kota Tua. Zona inti ini meliputi Museum Bahari dan Alun-alun Fatahillah.

Menurut Rano, pembangunan area parkir serta tempat pedagang kaki lima (PKL) juga menjadi prioritas dalam upaya menjaga ketertiban serta memperkaya kehidupan masyarakat sekitar. Dua fasilitas tersebut dianggap penting untuk menciptakan suasana yang rapi dan menyenangkan.