Pram minta pompa air dirawat untuk persiapan musim hujan September

IMG 9014

Pram minta pompa air dirawat untuk persiapan musim hujan September

Peneliti BRIN: Fenomena El Nino dan IOD Positif Berpotensi Picu Kemarau Panjang

Di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memberikan instruksi untuk merawat pompa air secara optimal sebagai langkah antisipasi menjelang musim hujan September. Menurutnya, pihak terkait diminta memastikan sistem pompa air dalam kondisi siap digunakan, terutama menghadapi perubahan iklim yang diprediksi akan terjadi.

Hal ini karena Jakarta diprediksi menghadapi musim kemarau yang berlangsung cukup lama. Fenomena El Nino, yang akan memengaruhi Indonesia sejak April hingga September 2026, menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai. Meski demikian, Pramono menekankan perlunya persiapan terpadu untuk menghadapi risiko banjir, salah satunya melalui perawatan alat pompa.

“Saya meminta kepada jajaran sumber daya air untuk merawat pompa-pompa yang ada, mempersiapkan untuk nanti pada bulan September dan sebagainya,” ujar Pramono saat diwawancara Rabu.

Di samping itu, gubernur juga mengarahkan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta untuk melanjutkan program normalisasi sungai yang sudah ditetapkan. Ia menyebutkan bahwa proyek ini mencakup normalisasi Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut, serta satu lagi daerah yang sedang dikejar. “Jadi ada empat yang kita lakukan, mudah-mudahan ini menjadi dasar untuk melakukan pembenahan, persiapan menghadapi banjir di Jakarta,” tambahnya.

Sebelumnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan fenomena El Nino dengan intensitas tinggi atau “Godzilla” akan terjadi pada 2026. Melalui akun Instagram @brin_indonesia, institusi tersebut menyampaikan bahwa El Nino akan tiba bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif, yang berisiko memperparah kondisi kekeringan di sejumlah wilayah.

Erma Yulihastin, peneliti dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, mengingatkan pemerintah untuk waspada terhadap dampak negatif fenomena tersebut. Selain memengaruhi pola cuaca, El Nino juga berpotensi mengganggu sektor pertanian dan lingkungan hidup. “Kombinasi keduanya berpotensi memicu musim kemarau yang lebih panjang dan ekstrem,” katanya.