Yang Dibahas: BRIN ingatkan PDAM perbarui teknologi penyaringan cegah kontaminan air
BRIN mengingatkan PDAM tingkatkan teknologi penyaringan untuk hindari kontaminan air
Dari Jakarta, peneliti BRIN Ignasius Sutapa memberikan peringatan kepada seluruh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) agar memperbarui sistem filtrasi air. Ia menyoroti adanya perubahan dalam kualitas sumber air yang memerlukan penyesuaian teknologi untuk mengatasi ancaman kontaminan baru.
Ignasius menjelaskan bahwa kini pencemaran di sumber air tidak hanya berasal dari limbah organik, tetapi juga melibatkan bahan kimia, antibiotik, serta mikroplastik yang terbawa aliran sungai. “Jika sumber polutan baru muncul, teknologi lama seperti alat konvensional akan gagal menyaringnya, seperti mikroplastik, yang pasti lolos,” tuturnya dalam diskusi daring yang diadakan Selasa (tanggal).
“Sistem pengolahan air minum konvensional, mulai dari koagulasi, flokulasi, sedimentasi hingga filtrasi standar pasir, tidak lagi mampu menangani polutan mikroskopis yang semakin kompleks,” ujarnya.
Dalam rangka menghadapi dinamika ini, ia menekankan perlunya adopsi teknologi pengolahan air yang lebih mutakhir. Pendekatan seperti nanofiltrasi atau reverse osmosis, menurutnya, bisa menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kualitas air baku.
Kemudian, Ignasius menyoroti pentingnya pengujian berkala terhadap parameter fisik, kimia, dan biologis air produksi. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa air yang diberikan kepada masyarakat tidak mengandung zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan.
Di sisi lain, tantangan dalam menyediakan air bersih yang aman juga diperparah oleh perubahan iklim. Fenomena musim hujan ekstrem, misalnya, sering menyebabkan peningkatan sedimentasi yang membebani kapasitas instalasi PDAM.
Untuk mengatasi masalah tersebut, ia menekankan perlunya integrasi riset inovasi dengan edukasi lintas sektor. Hal ini diharapkan mendorong masyarakat aktif menjaga kebersihan perairan, dari sumber hulu hingga hilir.
