Program Terbaru: Mendiktisaintek minta kampus berikan dosen WFH satu hari dalam sepekan

b59a8473 7539 4144 84d0 b643040bc823 0

Mendikbudristek Ajak Kampus Berikan Dosen WFH Satu Hari Seminggu

Jakarta – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Brian Yuliarto mengajak seluruh institusi perguruan tinggi di Indonesia untuk menyediakan satu hari kerja jarak jauh (WFH) bagi dosen dan tenaga kependidikan (tendik) per minggu. Dalam wawancara dengan wartawan di Jakarta, Senin, ia menjelaskan bahwa pihak kampus diminta melakukan evaluasi terhadap kegiatan akademik, termasuk memastikan adanya jatah satu hari WFH untuk tenaga pengajar.

Metode Pembelajaran Daring dan Hybrid

Mendikbudristek menyebutkan bahwa metode perkuliahan jarak jauh (PJJ) atau hybrid bisa menjadi solusi efektif untuk meningkatkan efisiensi kerja. “Karena kampus dan program studi yang paling memahami mana mata kuliah yang bisa dilakukan secara daring atau hybrid, serta mana yang harus diadakan secara tatap muka,” tutur Brian. Ia mencontohkan, mata kuliah yang sifatnya membutuhkan interaksi langsung seperti praktikum atau studio bisa tetap berlangsung di kelas, sementara mata kuliah teori bisa diadaptasi ke format digital.

Kita mendorong transformasi pola kerja agar bisa lebih efisien, baik dalam pengeluaran maupun kegiatan administratif. Efektivitas ini berdampak positif bagi semua pihak, termasuk tenaga pendidik,” ujar Brian.

Penggunaan Platform Digital

Di samping itu, Mendikbudristek mendorong optimalisasi layanan platform digital untuk segala urusan kampus. “Kalau kita melakukan transformasi budaya kerja, maka segala kegiatan bisa lebih terorganisir dan menghemat biaya operasional,” tambahnya. Dalam surat edaran Nomor 2 Tahun 2026 yang diterbitkan pada 2 April 2026, ia juga menekankan penerapan PJJ secara proporsional, dengan pengecualian untuk mata kuliah yang membutuhkan kehadiran fisik.

Reformasi Jadwal Kuliah

Sebagai langkah ketiga, Brian menyarankan pengaturan jadwal kuliah agar tenaga pengajar memiliki fleksibilitas. “Dosen bisa dikonsentrasikan di hari tertentu, sehingga satu hari seminggu bisa digunakan untuk kerja di rumah. Contohnya, jika jadwal di Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis, maka Jumat bisa jadi hari WFH,” katanya. Kebijakan ini diharapkan mampu menyeimbangkan kebutuhan akademik dan keseimbangan kerja para dosen.