Rencana Khusus: Mentan bertekad jadikan Indonesia “superpower” pangan dunia

fdb91061 05dd 43fc 9621 b65b471734de 0

Mentan Bertekad Jadikan Indonesia “Superpower” Pangan Dunia

Makassar, Sulawesi Selatan – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan komitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai negara pangan dunia super. Ia menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk bersatu memperkuat ketahanan nasional, demi masa depan yang mandiri, berkembang, dan berkelanjutan.

“Kita ingin Republik Indonesia bertahan ribuan tahun ke depan, dan dalam waktu singkat, menjadi superpower pangan,” ujarnya saat meninjau Gudang Bulog Panaikang bersama Wakil Direktur Utama (Wadirut) Perum Bulog Marga Taufiq.

Menurut Mantan, Indonesia kini berada di posisi kuat dengan ketahanan di bidang air, pangan, energi, serta protein. Ia menilai potensi negara ini besar, terutama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dianggap visioner. Kepemimpinan tersebut, kata mantan, mendorong pengembangan menuju kemandirian dan ketahanan di berbagai sektor strategis, termasuk pangan dan energi.

Meski optimis, Mantan mengingatkan adanya kelompok yang ingin menghalangi langkah kemandirian Indonesia. Ia menduga ini berasal dari pihak tertentu yang memiliki kepentingan, seperti dugaan mafia. Kelompok tersebut, menurutnya, bisa berorientasi pada keuntungan negara lain, terutama jika Indonesia menghadapi kesulitan dalam mencapai swasembada pangan.

Dalam situasi saat ini, Mantan memastikan kemajuan signifikan telah tercapai. Ketersediaan bahan pangan dianggap stabil, kebutuhan akan protein telah terpenuhi, dan sektor energi menunjukkan tren positif melalui penurunan ketergantungan impor. Selain itu, ekspor meningkat, dan kesejahteraan petani mencapai level tertinggi sejak kemerdekaan.

Penurunan Ketergantungan Impor dan Kenaikan Stok Beras

Kondisi ini, kata Mantan, menjadi bukti keberhasilan pembangunan sektor pertanian. Ia mengajak masyarakat bersyukur atas pencapaian tersebut, menyebutnya sebagai momentum penting dalam sejarah ketahanan pangan Indonesia.

Sebagai contoh, produksi di Sulawesi Selatan melonjak dari sekitar 300 ribu ton menjadi 761 ribu ton, atau meningkat lebih dari dua kali lipat dalam waktu singkat. Secara nasional, stok beras sekarang mencapai 4,5 juta ton. Dalam 20 hari ke depan, stok diperkirakan naik menjadi 5 juta ton, bahkan bisa mencapai 6 juta ton dalam dua bulan mendatang.

Mantan membandingkan pencapaian ini dengan tahun sebelumnya, saat stok beras di periode yang sama hanya sekitar 1,5 juta ton. Artinya, terjadi peningkatan hingga tiga kali lipat, atau sekitar 200 persen.

Ia juga menekankan bahwa Republik Indonesia adalah milik seluruh rakyat dan membutuhkan kolaborasi semua pihak untuk menjaga keberlanjutan pembangunan. Kritik, menurutnya, adalah bagian dari demokrasi, tetapi setiap warga negara memiliki peluang berkontribusi lebih besar di masa depan, termasuk mengambil peran dalam pemerintahan.

Mantan optimis dengan kebersamaan, Indonesia bisa menjadi negara maju dan berpotensi menjadi kekuatan besar dunia.