Keluarga Dokter Icha Laporkan Tiga Anggota DPRD TTU ke Polda NTT

1783053889_7abe007ad4aa24fbc749

Keluarga Dokter Icha Laporkan Tiga Anggota DPRD TTU ke Polda NTT

Keluarga Dokter Icha Laporkan Tiga Anggota – Keluarga almarhum dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, dikenal sebagai dokter Icha, telah melaporkan tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ke Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Laporan ini dibuat pada Jumat, 3 Juli, sebagai respons atas tindakan intimidasi yang dianggap memberikan dampak psikologis berat pada almarhum. Dalam proses pengajuan laporan, keluarga membawa foto almarhum sebagai bukti, dan datang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT) sekitar pukul 11.30 Wita. Laporan ini menyoroti hubungan antara almarhum dan para anggota DPRD yang disebut terlibat dalam kejadian memicu keputusasaan almarhum.

Anggota Keluarga yang Terlibat dalam Proses Laporan

Laporan tersebut dipimpin oleh ayah almarhum, Gabriel Pakaenoni, dan ibu, Nur Azizah. Dua adiknya, Tiara Maharani Dwi Pakaenoni dan Eveline Pakaenoni, serta paman, Viktor Manbait, turut serta dalam upaya mengungkap peristiwa tersebut. Tiara, yang telah lulus sebagai Sarjana Kedokteran, menjadi salah satu dari empat anggota keluarga yang hadir saat laporan diserahkan. Selain itu, sejumlah anggota keluarga lainnya juga ikut serta untuk mendukung proses ini. Keluarga memperkirakan bahwa laporan ini akan menjadi langkah penting dalam menuntut tindakan yang dilakukan oleh tiga anggota DPRD TTU.

Keluarga almarhum menyatakan bahwa tindakan intimidasi yang dilakukan oleh para anggota DPRD berdampak signifikan pada kondisi mental almarhum. Peristiwa ini terjadi saat Icha sedang menangani pasien di Unit Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona Kefamenanu, yang merupakan pusat medis utama di TTU. Intimidasi yang dilakukan oleh ketiga anggota DPRD TTU dianggap sebagai faktor utama yang memicu keputusasaan almarhum, yang akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya di Kupang, beberapa hari sebelum kejadian. Laporan ini juga menjadi pengingat bagi para anggota DPRD lainnya untuk lebih bijak dalam menggunakan wewenang.

Tiga Anggota DPRD yang Dilaporkan

Tiga anggota DPRD TTU yang menjadi sasaran laporan adalah Veronika Lake, Norbertus Tubani, dan Therensius Lazakar. Veronika Lake berasal dari Fraksi PDI Perjuangan, Norbertus Tubani dari PKB, dan Therensius Lazakar dari Partai Golkar. Keluarga almarhum mengungkapkan bahwa para anggota ini memiliki hubungan dekat dengan Icha, dan tindakan mereka tergolong terus-menerus. Mereka dituduh memberikan tekanan psikologis, mempermalukan almarhum di depan pasien dan rekan kerjanya, serta mengancamnya secara verbal. Perilaku ini diduga menyebabkan almarhum mengalami trauma berat, yang memperparah kondisi mentalnya.

Intimidasi yang dilakukan oleh ketiga anggota DPRD TTU terjadi sebelum almarhum meninggal. Dalam beberapa hari terakhir, Icha diberi tekanan hingga menyebabkan kecemasan berlebihan. Kejadian ini memicu almarhum untuk menghindari lingkungan kerjanya, yang akhirnya menjadi pemicu untuk mengakhiri hidupnya. Laporan keluarga menekankan bahwa tindakan ini tidak hanya merugikan almarhum, tetapi juga memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah daerah. Polda NTT akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengumpulkan bukti dan meminta keterangan dari ketiga anggota DPRD yang dilaporkan.

Konteks dan Dampak Sosial

Dokter Icha dikenal sebagai profesional yang berdedikasi tinggi dalam bidang kesehatan. Ia menjadi bagian penting dalam layanan medis di TTU, terutama di Rumah Sakit Leona Kefamenanu. Kematian almarhum menimbulkan gelombang kecaman di masyarakat, yang menganggap kejadian ini sebagai kejanggalan dalam sistem pelayanan kesehatan. Keluarga berharap laporan ini dapat memberikan keadilan, dan menjadi langkah pengawasan terhadap penggunaan wewenang oleh para anggota DPRD. Polda NTT akan memeriksa laporan secara rinci dan menentukan langkah selanjutnya.

Keluarga almarhum menegaskan bahwa tindakan intimidasi oleh tiga anggota DPRD TTU merupakan penyebab utama keputusasaan almarhum. Mereka berpikir bahwa insiden ini adalah bagian dari konflik politik yang terjadi di lingkungan pemerintah daerah. Laporan ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat bahwa para anggota DPRD harus lebih hati-hati dalam mengambil tindakan terhadap individu yang sedang menjalankan tugasnya. Dengan adanya laporan ini, keluarga harap bisa memperkuat penegakan hukum dan memperbaiki citra institusi DPRD di wilayah TTU.

Proses Penyelidikan dan Harapan Masyarakat

Polda NTT telah menerima laporan dari keluarga almarhum dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Proses ini diharapkan dapat mengungkap fakta-fakta terkait tindakan intimidasi oleh tiga anggota DPRD TTU. Keluarga juga berharap bahwa penyelidikan ini akan segera menyelesaikan kasus tersebut, dan memastikan para pelaku mendapatkan hukuman yang layak. Masyarakat setempat sangat terkejut dengan kematian almarhum, yang dikenal sebagai dokter Icha yang selama ini menjadi contoh kerja keras dan profesional.

Dalam pernyataan resmi, keluarga menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh ketiga anggota DPRD TTU telah menimbulkan trauma berat pada almarhum. Mereka mengungkapkan bahwa kejadian ini tidak hanya terjadi secara individual, tetapi juga mencerminkan dinamika kekuasaan di lingkungan pemerintah daerah. Laporan yang diajukan oleh keluarga Dokter Icha Laporkan Tiga Anggota DPRD TTU menjadi isyarat kuat bahwa masyarakat tidak akan diam jika ada pelanggaran hak individu. Polda NTT akan mengumpulkan bukti, termasuk foto dan saksi mata, untuk menindaklanjuti kasus ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *