Pembahasan Penting: Demi Selat Hormuz, PBB Hari Ini Akan Putuskan Pengerahan Kekuatan Militer untuk Keroyok Iran

37700 prabowo pidato di sidang umum pbb prabowo subianto prabowo di sidang umum pbb

Demi Selat Hormuz, PBB Hari Ini Akan Putuskan Pengerahan Kekuatan Militer untuk Keroyok Iran

Hari ini, Dewan Keamanan PBB akan menggelar pemungutan suara untuk menentukan penggunaan kekuatan militer dalam upaya membuka kembali jalur perdagangan minyak di Selat Hormuz. Resolusi yang diajukan oleh Bahrain bertujuan memberikan izin untuk menerapkan segala bentuk tindakan pertahanan guna menjaga keamanan jalur tersebut.

Jalur perdagangan internasional ini telah ditutup oleh Iran sejak negara itu menjadi sasaran serangan dari Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Untuk menerima resolusi ini, diperlukan setidaknya sembilan suara dari total 15 anggota Dewan Keamanan, tanpa adanya veto dari lima anggota tetap, yaitu AS, Rusia, China, Inggris, dan Prancis.

Bahrain Mengusulkan Langkah Bersama

Bahrain, yang saat ini memimpin Dewan Keamanan, telah menyusun resolusi yang mengecam tindakan Iran mengendalikan Selat Hormuz secara ilegal. Proposal ini akan menjadi objek voting dalam pertemuan hari ini, dengan harapan mencapai kesepakatan internasional.

“Kami menantikan kesatuan sikap dari dewan yang terhormat ini dalam pemungutan suara atas rancangan resolusi yang akan dilaksanakan besok, insyaallah,” ujar Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif bin Rashid Al Zayani, pada hari Kamis.

Al Zayani menekankan bahwa tindakan Iran merugikan seluruh dunia dan harus direspons secara tuntas. Ia menambahkan bahwa aksi bersama dari komunitas internasional diperlukan guna menegaskan komitmen melindungi jalur perdagangan penting tersebut.

Dukungan dari Negara-Negara Arab

Resolusi Bahrain mendapat dukungan dari sejumlah negara Arab. Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, menyatakan bahwa organisasi itu mendukung usulan yang diajukan oleh Bahrain.

Sementara itu, Inggris melakukan pertemuan dengan lebih dari 40 negara untuk membahas rencana pengerahan militer di Selat Hormuz. Negara tersebut juga mendukung resolusi yang diajukan oleh Bahrain.

Potensi Eskalasi Konflik

Draf resolusi mengizinkan penggunaan “segala sarana pertahanan” untuk merebut kembali kontrol atas Selat Hormuz, yang menjadi jalur penting bagi sekitar 20 persen minyak dunia. Jika resolusi ini disahkan, Iran akan terancam oleh kekuatan militer internasional di wilayah strategis tersebut.

Di sisi lain, Duta Besar China untuk PBB, Fu Chong, sebelumnya menolak penggunaan kekuatan militer untuk membuka kembali Selat Hormuz. Ia mengingatkan bahwa langkah tersebut bisa memicu peningkatan eskalasi konflik.

Donald Trump juga mengeluarkan pesan mendesak kepada NATO untuk mengirim kapal ke Selat Hormuz, sebagai respons atas tindakan Iran yang mengganggu perdagangan internasional.