Agenda Utama: Indonesia Berduka Nama Personel UNIFIL yang Tewas Dibacakan Lantang di Depan Dewan Keamanan PBB
Indonesia Berduka, Nama Tiga Personel UNIFIL yang Gugur Dibacakan di Depan Dewan Keamanan PBB
Tiga anggota TNI kehilangan nyawa akibat serangan ledakan selama melaksanakan tugas di Lebanon sebagai bagian dari misi UNIFIL. Kejadian tersebut terjadi dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB yang digelar pada hari Selasa kemarin.
Penghormatan Terakhir di Ruang Sidang PBB
Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Umar Hadi, membacakan nama-nama korban dalam sidang darurat yang dihadiri oleh delegasi internasional, termasuk perwakilan dari Israel. “Izinkan saya memulai dengan menghormati kenangan para prajurit perdamaian yang gugur dengan menyebutkan nama-nama mereka di Ruang Sidang yang Terhormat ini,” kata Hadi dalam pidatonya.
“Izinkan saya memulai dengan menghormati kenangan para prajurit perdamaian yang gugur dengan menyebutkan nama-nama mereka di Ruang Sidang yang Terhormat ini,” kata Hadi.
Korban yang Dikenang
Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, yang meninggal dunia pada usia 33 tahun, termasuk dalam daftar nama yang dibacakan. Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, berusia 25 tahun, juga menjadi korban. Prajurit ketiga, Kopral Farizal Rhomadhon, yang berusia 27 tahun, gugur saat menjalankan tugas di kawasan strategis Adchit Al Qusayr.
Detil Lokasi dan Kegiatan Misi
Korban terakhir, Farizal, sedang bertugas mengamankan pos Indonesia di Adchit Al Qusayr. Sementara Zulmi dan Ichwan kehilangan nyawa saat mengawal konvoi logistik penting.
Indonesia mengutuk keras serangan tersebut dan menuntut perlakuan terbaik bagi korban luka. Duka mendalam menyelimuti bangsa Indonesia ketika identitas para pasukan perdamaian PBB yang gugur diungkapkan secara resmi.
