Momen Bersejarah: Perang Iran Memanas, Pasukan Operasi Khusus AS Tiba di Timur Tengah

pasukan khusus australia dituduh terlibat penembakan massal warga sipil di afghanistan 169

Perang Iran Memanas, Pasukan Operasi Khusus AS Tiba di Timur Tengah

Laporan menyebutkan bahwa ratusan personel operasi khusus AS telah tiba di wilayah Timur Tengah. Penempatan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap perang antara AS dan Iran, serta dukungan terhadap Israel dalam konflik tersebut.

Penambahan Pasukan dan Target Potensial

Dilansir dari Anadolu Agency, Senin (30/3/2026), laporan media AS terkemuka, New York Times, mengungkapkan bahwa pasukan elit seperti Army Rangers dan Navy SEALs dikirim ke daerah tersebut. Dengan kehadiran ini, kekuatan militer Washington meningkat, menurut dua pejabat militer.

Laporan menjelaskan bahwa komando tersebut belum diberi tugas jelas, tetapi siap dikerahkan di berbagai titik strategis. Selat Hormuz dan fasilitas nuklir Isfahan disebut sebagai sasaran mungkin. Selain itu, pulau Kharg, yang berperan sebagai pusat pengiriman minyak Iran, juga menjadi fokus potensial.

Peningkatan Kekuatan Militer AS

Total pasukan AS di wilayah itu kini melebihi 50.000, naik sekitar 10.000 dari jumlah biasa. Kenaikan ini meliputi penempatan 5.000 marinir dan nauta untuk memperluas kemampuan operasional.

Pentagon juga mengirim 2.000 tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82. Lokasi pasukan ini masih dirahasiakan, namun pejabat menyatakan mereka bisa membantu operasi darat bersama marinir.

Operasi Udara dan Dampak Ekonomi

Sejak 28 Februari, serangan udara AS dan Israel terus berlangsung, menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Tindakan ini juga menyebabkan penutupan Selat Hormuz, yang mengganggu aliran minyak global. Rata-rata 20 juta barel minyak melewati jalur tersebut setiap hari.

“Kemajuan besar telah dicapai, tetapi jika kesepakatan tidak tercapai segera, dan jika Selat Hormuz tidak segera ‘Dibuka untuk Bisnis,’ kami akan mengakhiri ‘kunjungan’ menyenangkan kami di Iran dengan meledakkan semua pembangkit listrik, sumur minyak, dan pulau Kharg mereka (dan mungkin semua pabrik desalinasi!), yang belum kami sentuh,” ujar Trump dilansir AFP, Senin (30/3).