New Policy: Baznas Salurkan Bantuan Sarana Laboratorium Komputer di Kampus Yogyakarta
Baznas Salurkan Bantuan Sarana Laboratorium Komputer di Kampus Yogyakarta
New Policy – Sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong pemberdayaan ekonomi mahasiswa, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia melalui Baznas Kabupaten Sleman memberikan bantuan sarana laboratorium komputer kepada tiga institusi pendidikan tinggi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, Baznas juga melakukan peluncuran Program ZCoffee di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) untuk menunjang ekosistem pendidikan dan pengembangan usaha produktif di lingkungan kampus. Bantuan ini menandai komitmen Baznas dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan ekonomi.
Program ZCoffee untuk Pemberdayaan Mahasiswa
Program ZCoffee, yang diluncurkan di UNISA, menawarkan kesempatan bagi empat mahasiswa mustahik untuk mengelola dua outlet kopi. Bantuan dana yang diberikan mencapai Rp80 juta, dengan harapan dapat meningkatkan kemandirian finansial dan mengembangkan kemampuan manajerial para penerima. “Kehadiran ZCoffee di kampus bukan hanya menambah pilihan tempat bersantai, tetapi juga mendorong tumbuhnya usaha ekonomi yang berkelanjutan,” kata salah satu pengelola outlet. Sampai saat ini, total jumlah outlet ZCoffee Baznas di wilayah Yogyakarta mencapai enam, yang telah mampu menyalurkan manfaat kepada 12 mustahik.
Komitmen Baznas dalam program ini terus diperkuat melalui kolaborasi dengan pihak kampus. Ketua Baznas Kabupaten Sleman, Kriswanto, menjelaskan bahwa bantuan sarana komputer dan perangkat pendukung disalurkan berdasarkan program Sleman Pintar, yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu. “Kami berupaya menyediakan paket komputer, printer, serta televisi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar dan memperkaya pengalaman pembelajaran mahasiswa,” tutur Kriswanto. Rincian bantuan distribusi untuk masing-masing institusi juga diberikan secara transparan, dengan UNISA Yogyakarta menerima Rp115,8 juta, Universitas AMIKOM Yogyakarta Rp115,8 juta, dan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) Rp67,32 juta.
Kolaborasi dan Dukungan Pihak Terkait
Kehadiran Baznas di kampus-kampus Sleman menjadi bentuk sinergi antara lembaga zakat nasional dengan sektor pendidikan. “Bantuan ini diharapkan bisa menjadi wadah pengembangan potensi mahasiswa, sekaligus mendorong penguatan kapasitas akademik dan kompetensi kerja mereka,” ujar Rizaludin Kurniawan, Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan. Ia menekankan bahwa fasilitas pendidikan seperti laboratorium komputer merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya memberi manfaat saat ini, tetapi juga membentuk fondasi keberhasilan masa depan.
Kegiatan penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), yang menjadi pusat perhatian. Harda Kiswaya, Bupati Sleman, menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Baznas dalam meningkatkan akses pendidikan melalui sarana teknologi. “Kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan Baznas adalah langkah strategis untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan,” katanya. Harda juga menegaskan bahwa bantuan ini bertujuan untuk memperkuat keberlanjutan pendidikan dan menjamin mahasiswa memiliki sarana belajar yang memadai.
Dalam kesempatan yang sama, Warsiti, Rektor UNISA Yogyakarta, memberikan sambutan terima kasih atas dukungan Baznas dan Pemerintah Sleman. “Keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada semangat belajar, tetapi juga pada ketersediaan infrastruktur dan sarana prasarana yang memadai,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa alat-alat komputer serta fasilitas pendukung yang diberikan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan beragam.
“Fasilitas pendidikan seperti laboratorium komputer merupakan investasi sosial. Manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga akan mendukung peningkatan kapasitas dan daya saing mahasiswa di masa mendatang,” ujar Rizaludin Kurniawan, Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan.
Baznas juga menyoroti peran aktif kampus dalam mendampingi pengelolaan program ZCoffee. “Kehadiran ZCoffee di lingkungan kampus akan lebih optimal jika ada sinergi yang baik antara Baznas, pihak kampus, dan para mustahik. Dukungan dari institusi pendidikan sangat berperan dalam memastikan program ini berjalan secara berkelanjutan,” tutur Rizaludin. Ia berharap, melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh akses pendidikan yang lebih baik, tetapi juga memiliki kemampuan berwirausaha dan membangun ekonomi produktif di sekitar mereka.
Menurut Rizaludin, partisipasi masyarakat dalam berzakat menjadi kunci sukses pembangunan sosial. “Semakin besar dana zakat yang terhimpun, semakin luas pula peluang program pemberdayaan yang bisa dijalankan. Ini tidak hanya membantu mengurangi kemiskinan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” tambahnya. Dengan berbagai kegiatan seperti bantuan sarana pendidikan dan ZCoffee, Baznas berharap mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, Baznas menekankan pentingnya pemantauan dan peningkatan kapasitas pihak penerima. “Pemantauan berkala akan memastikan bantuan ini digunakan secara efektif dan berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” jelas Kriswanto. Ia juga menyebutkan bahwa program ini dirancang untuk menjadi bagian dari keseluruhan upaya peningkatan akses pendidikan di Sleman. “Kami berharap seluruh institusi pendidikan tinggi di daerah ini bisa menikmati manfaat dari bantuan ini, baik secara langsung maupun melalui pengelolaan yang kolaboratif,” tambahnya.
Program ZCoffee dan bantuan sarana pendidikan dianggap sebagai langkah nyata dalam mewujudkan inisiatif Baznas untuk mengintegrasikan zakat dengan pembangunan sosial. “Dengan menyalurkan dana zakat ke sektor pendidikan dan ekonomi, kami ingin memastikan bahwa manfaatnya dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” pungkas Rizaludin. Ia menegaskan bahwa Baznas akan terus berupaya memperluas kegiatan serupa di wilayah lain, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Kolaborasi antara Baznas, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi di Sleman menjadi contoh yang baik dalam bentuk program pengembangan pendidikan. “Ini adalah momentum penting untuk menunjukkan bahwa zakat bisa menjadi alat transformasi sosial yang efektif,” ujar Harda Kiswaya. Ia berharap, dengan adanya bantuan ini, kemampuan mahasiswa untuk bersaing di dunia kerja akan meningkat, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas.
