Solusi untuk: Serangan Udara Israel Gempur Warga Iran saat Pawai Hari al-Quds

serangan udara israel gempur warga iran saat pawai hari alquds ahq

Pawai untuk Palestina di Iran Diserang oleh Israel

Pada Jumat terakhir bulan suci Ramadan, ribuan warga Iran menggelar pawai tahunan di berbagai kota untuk memperingati Hari al-Quds, sebuah acara yang menunjukkan dukungan terhadap Palestina. Aksi tersebut berlangsung di Teheran, Isfahan, Tabriz, dan kota-kota lain seperti Qom serta Shahrekord. Demonstran memperlihatkan bendera Iran dan Palestina sambil mengucapkan slogan-slogan pro-Palestina.

Saat pawai berlangsung, serangan udara oleh Israel dilaporkan menghantam area Javadieh di dekat Teheran. Rekaman dari media Iran menggambarkan kekacauan di lokasi tersebut, dengan tumpukan puing dan penyelamat berusaha menangani korban yang terluka. Sebuah ledakan terdengar di jalan utama ibu kota, menurut laporan dari rekan-rekan di lapangan.

Korban dan Reaksi Pemimpin Iran

Media Iran melaporkan bahwa serangan udara menyebabkan satu orang tewas dan beberapa orang terluka. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengatakan bahwa tindakan Israel selama pawai menunjukkan ketidakstabilan dan ketidakpahaman terhadap kekuatan rakyat Iran. “Masalah dengan Presiden Trump adalah ia belum mampu memahami bahwa rakyat Iran kuat, sadar, dan bertekad,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Al Jazeera mencatat bahwa ledakan terdengar di sekitar area demonstrasi di Teheran, termasuk Lapangan Enqelab, tempat ribuan orang berkumpul. Pecahan peluru dari serangan udara juga dilihat oleh kamera media. Beberapa jam sebelum acara dimulai, empat ledakan besar dilaporkan terjadi di wilayah ibu kota.

Penyerangan di Kota-Kota Lain

Dilaporkan bahwa serangan tidak hanya terjadi di Teheran, tetapi juga di kota-kota lain seperti Karaj. Para pejabat militer dan politik Iran turut serta dalam aksi unjuk rasa, yang dianggap sebagai sinyal ketahanan dan resistensi terhadap serangan dari AS serta Israel.

“Masalah dengan Presiden Trump adalah ia belum mampu memahami bahwa rakyat Iran kuat, sadar, dan bertekad.”