Strategi Penting: Intelijen AS Ragu Tujuan Perang Tercapai, Iran Bikin Trump “Menderita”
Intelijen AS Ragu Tujuan Perang Tercapai, Iran Bikin Trump “Menderita”
Laporan Intelijen AS dan Tujuan Militer
Dalam perang antara AS dan Iran yang semakin sengit, laporan internal pemerintah Amerika justru memicu keraguan. Apakah serangan ini benar-benar mampu menggulingkan pemerintahan Iran? Studi terbaru dari intelijen AS menunjukkan bahwa tujuan besar Trump untuk mengganti rezim di Teheran tampaknya tidak tercapai, bahkan jika operasi militer dilanjutkan. The Washington Post mengungkapkan bahwa National Intelligence Council menyimpulkan bahwa perang terhadap Iran kecil kemungkinannya mampu menghancurkan struktur kekuasaan yang berada di negara itu.
Skenario dan Evaluasi Intelijen
Laporan yang diselesaikan pertengahan Februari ini menyebutkan dua kemungkinan skenario tindakan AS. Meski ada perbedaan dalam strategi, hasil akhirnya diperkirakan sama, yakni Iran akan mengikuti prosedur suksesi untuk mengganti pemimpin tertingginya. Pejabat intelijen menilai bahwa oposisi Iran sangat sulit mengambil alih kekuasaan. Di sisi lain, anggota Partai Demokrat di Kongres memperingatkan bahwa serangan udara terhadap Iran mulai memakan biaya besar bagi persediaan senjata AS.
Operasi Militer dan Dampaknya
Perang udara terus berlangsung meski negosiasi diplomatik masih berjalan. Pekan lalu, AS dan Israel meluncurkan serangan besar yang mengenai gedung pemerintahan, instalasi militer, serta bangunan sipil seperti rumah sakit dan sekolah. Dalam operasi tersebut, sebanyak 168 siswa tewas akibat serangan ke sekolah. The Associated Press melaporkan bahwa serangan ini kemungkinan berasal dari militer AS. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, juga menjadi korban serangan tersebut.
Perdebatan dan Pernyataan Trump
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan ke Israel, fasilitas militer AS di Timur Tengah, dan negara-negara lain yang menampung pangkalan militer AS. Trump mengatakan bahwa operasi militer “berjalan sangat baik” saat menghadiri KTT Shield of the Americas di Florida. “Kami menghancurkan 42 kapal angkatan laut mereka, beberapa sangat besar, dalam tiga hari. Itu adalah akhir dari angkatan laut mereka,” tutur Trump. “Mereka gila dan akan menggunakan senjata nuklir, jadi kami melakukan kebaikan untuk dunia,” tambahnya.
“Kami melakukan dengan sangat baik di Iran, Anda bisa melihat hasilnya,” kata Trump, dilansir The Guardian. “Dan itu luar biasa. Kami telah menghancurkan 42 kapal angkatan laut mereka, beberapa di antaranya sangat besar, dalam tiga hari. Itu adalah akhir dari angkatan laut mereka.”
Ketegangan meningkat tajam setelah Israel dan AS menghujam fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu. Meski perundingan masih berlangsung, kembali diluncurkan serangan besar. Trump mengkritik pemerintahan Iran dengan tajam, menyebut mereka sebagai “orang-orang yang buruk.”
