Latest Program: Pemerintah Evaluasi Menyeluruh Latsarmil Calon Manajer KDKMP dan KNMP
Pemerintah Evaluasi Menyeluruh Latsarmil Calon Manajer KDKMP dan KNMP
Latest Program – Pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) masih dalam tahap evaluasi menyeluruh, menurut Pemerintah. Evaluasi ini dilakukan setelah adanya kekhawatiran dari masyarakat terutama setelah terjadi insiden yang menyebabkan kelima peserta meninggal dunia. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB, Mohammad Averrouce, mengungkapkan bahwa proses evaluasi sedang berjalan secara bersamaan oleh Kementerian Pertahanan, BP BUMN, serta Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).
Keterlibatan Berbagai Instansi dalam Evaluasi
Evaluasi mencakup berbagai aspek terkait penyelenggaraan program, khususnya fokus pada kesehatan peserta dan pengawasan medis selama pelatihan. Averrouce menjelaskan bahwa perhatian masyarakat terhadap program ini memicu pemerintah untuk meninjau ulang pelaksanaan Latsarmil. “Kementerian Pertahanan, BP BUMN, dan Panselnas saat ini sedang melakukan evaluasi menyeluruh mengenai standar penyelenggaraan program, termasuk penjagaan kesehatan peserta,” kata Averrouce saat dihubungi pada hari Minggu (28/6).
“Kementerian Pertahanan, BP BUMN, serta Panselnas tengah meninjau semua aspek yang terkait dengan pelatihan, terutama kesehatan peserta dan pengawasan medis selama proses.”
Menurut Averrouce, Kementerian PAN-RB secara dasar mendukung proses seleksi sumber daya manusia dalam Program Hasil Terbaik Cepat Presiden, termasuk pemenuhan SDM untuk KDKMP dan KNMP. Ia menekankan bahwa proses rekrutmen harus memenuhi prinsip transparansi, keadilan, akuntabilitas, dan merit. “Program ini bertujuan untuk menghasilkan pemimpin yang kompeten dan memiliki kualifikasi yang layak, sehingga diperlukan pengawasan ketat terhadap seluruh tahapan,” tambahnya.
Kolaborasi dan Peran Masing-Masing Instansi
Proses pengadaan SDM untuk KDKMP dan KNMP dilakukan secara kolaboratif lintas instansi, sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing. Hal ini diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2026 tentang Panitia Seleksi Nasional Pengadaan SDM dalam Rangka Pemenuhan Program Prioritas Presiden. Dalam skema tersebut, BP BUMN bertindak sebagai koordinator klaster KDKMP dan KNMP, serta menangani pelaksanaan rekrutmen karena calon manajer dianggap sebagai pegawai BUMN di bawah Agrinas.
Averrouce menambahkan bahwa walaupun rekrutmen diarahkan oleh BP BUMN, seluruh aktivitas tetap berada dalam kerangka kerja Panselnas. “Kementerian PAN-RB memastikan bahwa tata kelola seleksi SDM ini berjalan secara profesional dan terukur,” ujarnya. Terkait pelaksanaan Latsarmil, Averrouce menyatakan bahwa kewenangan berada di Kementerian Pertahanan, termasuk penentuan standar pelatihan dan pemeriksaan kesehatan sebelum peserta memulai latihan.
“Standar latihan dasar kemiliteran, termasuk prosedur pemeriksaan kesehatan peserta, ditetapkan oleh Kementerian Pertahanan berdasarkan Keppres di atas dan Inpres Nomor 5 Tahun 2026 sebagai penyelenggara pelatihan,” tambah Averrouce.
Di sisi lain, BP BUMN menjadi pihak yang mengkoordinasikan mekanisme pelatihan secara teknis, sementara Kementerian Pertahanan bertugas mengawasi kesehatan peserta. Averrouce menuturkan bahwa pemeriksaan kesehatan dilakukan sesuai dengan protokol yang berlaku untuk Latsarmil. “Hal ini dilakukan untuk memastikan peserta mampu menghadapi tantangan fisik dan mental selama proses pelatihan,” jelasnya.
Keprihatinan atas Insiden yang Terjadi
Dalam evaluasi yang sedang berlangsung, Kementerian PAN-RB juga menyampaikan keprihatinan terhadap insiden yang menyebabkan lima peserta meninggal dunia. “Kementerian PAN-RB menyampaikan duka cita yang dalam atas kejadian tersebut dan terus memperkuat fokus pada keselamatan serta kesehatan seluruh peserta,” kata Averrouce. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola program agar lebih baik lagi.
Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi celah dan kelemahan dalam penyelenggaraan Latsarmil. Dengan meninjau ulang proses, pemerintah berharap dapat meminimalkan risiko serupa di masa depan. “Langkah ini tidak hanya untuk memperbaiki keselamatan peserta, tetapi juga untuk menjamin kualitas SDM yang diterima,” imbuh Averrouce. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada koordinasi yang harmonis antar instansi.
Pelaksanaan dan Kebutuhan Penyempurnaan
Saat ini, pemerintah belum mengambil keputusan apakah akan mengurangi atau menghentikan pelaksanaan Latsarmil. Fokus utama tetap terletak pada evaluasi menyeluruh untuk memastikan aspek keselamatan, kesehatan, dan tata kelola berjalan dengan optimal. “Kementerian PAN-RB terus mendorong penguatan mekanisme pelatihan dan pemeriksaan kesehatan agar program ini menjadi lebih efektif dan aman bagi peserta,” tutur Averrouce.
Latsarmil dirancang sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk membangun SDM yang berkualitas di sektor koperasi desa dan kampung nelayan. Program ini bertujuan melatih calon manajer agar memiliki kemampuan dasar kemiliteran yang bisa diterapkan dalam pengelolaan koperasi. Dalam konteks ini, keberhasilan Latsarmil sangat berpengaruh terhadap efisiensi dan kinerja organisasi-organisasi yang terlibat.
Averrouce menegaskan bahwa evaluasi juga mencakup aspek teknis seperti mekanisme pelatihan dan tahapan pemeriksaan kesehatan. “Pemerintah akan meninjau seluruh prosedur untuk memastikan tidak ada kesalahan yang terlewat,” lanjutnya. Ia berharap evaluasi ini bisa menghasilkan rekomendasi yang konkret untuk perbaikan selanjutnya.
Sebagai tambahan, Averrouce menyebutkan bahwa pemerintah akan memperkuat koordinasi lintas instansi untuk memastikan program berjalan secara terpadu. “Kolaborasi antar lembaga sangat penting dalam mencapai tujuan yang diharapkan, termasuk pemenuhan SD
