New Policy: KRISTAInterFOOD 2026 Jadi Ajang Kolaborasi Industri Pangan dan Pariwisata
KRISTAInterFOOD 2026 Jadi Ajang Kolaborasi Industri Pangan dan Pariwisata
Kolaborasi untuk Menguatkan Ekosistem Gastronomi Nasional
New Policy – Menjelang penyelenggaraan KRISTAInterFOOD 2026, acara ini diharapkan menjadi ruang pertemuan strategis antara industri makanan dan minuman dengan sektor pariwisata. Diperkirakan berlangsung pada 4–7 November 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Jakarta, acara ini tidak hanya memperkuat jaringan perdagangan pangan tetapi juga menggali potensi sektor pariwisata Indonesia melalui kuliner sebagai daya tarik utama. Dukungan langsung dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) serta peran aktif Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) membuktikan komitmen multidisiplin dalam mengembangkan industri ini.
Krista Exhibitions, penyelenggara acara, menekankan bahwa KRISTAInterFOOD telah melampaui fungsi tradisional sebagai pameran bisnis. Dalam pernyataannya, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani Mustafa, menjelaskan bahwa acara ini bertransformasi menjadi platform untuk membangun ekosistem gastronomi yang lebih kuat. “KRISTAInterFOOD bukan sekadar pameran atau acara MICE, tetapi telah menjadi wadah yang membentuk dan memperkuat industri pariwisata, terutama sektor gastronomi,” tutur Rizki dalam keterangan resmi.
Kolaborasi Multipihak yang Menghasilkan Sinergi
Rizki menyoroti pentingnya kolaborasi antarpihak, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, hingga media. Dalam konteks ini, penyelenggaraan InterFOOD bertujuan mempertemukan seluruh rantai pasok makanan, mulai dari bahan baku hingga teknologi produksi, serta SDM yang mendukung pengembangan industri. “Melalui sinergi ini, kami ingin membangun ekosistem yang solid dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Pelaku usaha dalam sektor pangan, termasuk UMKM, diberikan kesempatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Rizki juga mengungkapkan bahwa kekayaan kuliner Indonesia menjadi aset berharga dalam meningkatkan daya tarik pariwisata. “Indonesia memiliki keanekaragaman kuliner yang luar biasa, dengan tradisi unik dan sumber daya pangan yang tersebar di berbagai daerah. Potensi ini harus terus dikembangkan agar menjadi bagian dari pariwisata dunia,” ujarnya.
Potensi Pemperkuatan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Kreatif
Menurut Rizki, pengembangan gastronomi juga sejalan dengan upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional. “Kolaborasi antara petani, industri pengolahan, UMKM, dan pariwisata akan menciptakan nilai tambah yang signifikan,” jelasnya. Dengan mengintegrasikan aspek budaya dan ekonomi, KRISTAInterFOOD dianggap sebagai langkah penting dalam memastikan keberlanjutan industri pangan di Indonesia.
Sebagai bagian dari inisiatif pemerintah, Wonderful Indonesia Gastronomy juga ditargetkan untuk memperkuat promosi kuliner ke pasar internasional. Rizki menambahkan bahwa pembentukan ASEAN Gastronomy Network menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong kerja sama regional dalam mempromosikan keunikan makanan Indonesia. “Kami ingin KRISTAInterFOOD menjadi wadah yang menghasilkan peluang bisnis dan investasi yang lebih luas,” katanya.
Modernisasi Venue dan Agenda Kreatif
KRISTAInterFOOD 2026 akan menghadirkan venue yang lebih modern, dengan kapasitas ruang pamer yang ditingkatkan. Selain itu, acara ini menyediakan berbagai agenda edukatif, seperti workshop ekspor produk pangan, pelatihan standar higiene dan keamanan pangan, serta forum investasi yang berfokus pada sektor gastronomi. “Program ini dirancang untuk memberikan pelatihan praktis kepada pelaku usaha, sehingga mereka dapat memperkuat kompetensi dan daya saing di tingkat internasional,” ujar Rizki.
Chief Executive Officer Krista Exhibitions, Daud D Salim, menegaskan bahwa KRISTAInterFOOD bukan sekadar acara rutin, tetapi momentum penting dalam membangun platform pameran yang mumpuni. “Kami telah menumbuhkan KRISTAInterFOOD selama 27 tahun, dengan visi untuk memperkuat industri makanan dan minuman Indonesia,” katanya. Daud menjelaskan bahwa acara ini menjadi jembatan bagi pelaku usaha untuk berinovasi dan terhubung dengan dunia global.
“InterFOOD adalah hasil dari keyakinan, usaha, dan komitmen kami selama lebih dari dua dekade. Kami ingin menghadirkan ruang yang mampu mendukung pertumbuhan industri makanan Indonesia,” ujar Christina Sudjie, Chief Marketing Officer dan Founder Krista Exhibitions.
Christina Sudjie juga menyoroti pentingnya identitas KRISTAInterFOOD yang kini lebih kuat, sejalan dengan perkembangan industri pangan dan pariwisata. “Dengan peluncuran ini, kami menegaskan komitmen untuk terus berkembang bersama para pelaku industri,” katanya. Selain itu, KRISTAInterFOOD 2026 diharapkan menjadi pendorong pengembangan wisata kuliner yang terstruktur dan profesional.
Harapan untuk Keberlanjutan dan Pertumbuhan
Penyelenggaraan KRISTAInterFOOD 2026 tidak hanya menghadirkan ruang fisik yang lebih besar, tetapi juga menggali potensi inovasi dari berbagai pelaku industri. Daud menyebutkan bahwa event ini menjadi ajang untuk memperkenalkan produk baru dan membangun kemitraan strategis dengan mitra ekspor, pelaku ritel, serta perusahaan pangan. “Kami ingin KRISTAInterFOOD menjadi pusat pertemuan yang dinamis, memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata,” tambahnya.
Sebagai momentum penting, KRISTAInterFOOD 2026 juga diharapkan menjadi pemicu perluasan program edukasi dan pelatihan. Dengan adanya La Cuisine Cooking Competition 2026, acara ini tidak hanya memperkaya pengalaman para peserta tetapi juga memberikan panggung untuk promosi kreativitas dan inovasi masakan Indonesia. Rizki Handayani Mustafa menegaskan bahwa event ini memiliki potensi untuk menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ekonomi kreatif dan pariwisata.
Kehadiran KRISTAInterFOOD 2026 diharapkan mampu menciptakan jaringan yang lebih luas, serta mendorong keberlanjutan industri pangan dan pariwisata. Dengan kolaborasi yang intens, acara ini dianggap sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas wisata dan memperkuat daya tarik nasional. “KRISTAInterFOOD 2026 akan menjadi bukti nyata dari upaya kami dalam mengembangkan ekosistem yang mumpuni,” ujar Christina.
Dalam jangka panjang, KRISTAInterFOOD diharapkan tidak hanya menjadi pameran tetapi juga menjadi platform yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengembangan budaya makanan Indonesia. Dengan dukungan dari berbagai pihak, event ini dianggap sebagai pintu gerbang untuk menyebarkan keunikan masakan Indonesia ke seluruh dunia, sekaligus mewujudkan visi pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
