Official Announcement: BPBD: 285 Warga Parigi Moutong Terdampak Gempa, Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Rusak
BPBD: 285 Warga Parigi Moutong Terdampak Gempa, Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Rusak
Perkembangan Dampak Bencana di Parigi Moutong
Official Announcement – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, melaporkan adanya dampak serius akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut beberapa hari silam. Menurut informasi yang dihimpun dari sumber resmi, sebanyak 285 orang atau 91 kepala keluarga (KK) terkena kerusakan akibat bencana alam ini. Jumlah ini menyebar di 19 desa yang terdapat dalam 7 kecamatan di kabupaten tersebut.
“Warga yang terdampak berada di berbagai titik geografis, sehingga perlu dilakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi,” jelas Moh Rivai, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong, saat dihubungi dari Palu pada Minggu (21/6).
Proses pendataan kerusakan dilakukan oleh tim BPBD melalui penilaian langsung di lapangan. Setelah data dikumpulkan dan diverifikasi, laporan akan disampaikan ke BPBD Provinsi Sulawesi Tengah sebagai dasar untuk penanganan lebih lanjut. Gempa yang berkekuatan magnitudo 7,6 terjadi pada Selasa (16/6), menyebabkan kerusakan pada berbagai infrastruktur. Dari jumlah yang tercatat, sekitar 87 rumah mengalami kerusakan, terdiri atas 83 unit rusak ringan, tiga unit rusak sedang, serta satu unit rusak berat.
Kerusakan tidak hanya terbatas pada hunian warga. Sejumlah fasilitas umum juga mengalami gangguan. Dua kantor pemerintahan dilaporkan rusak, sementara satu unit masjid, satu gereja, dan satu sekolah terkena dampak. Tercatat pula dua pura yang mengalami kerusakan signifikan. Rivai menjelaskan bahwa dari total 5 fasilitas kesehatan yang rusak, tiga di antaranya mengalami kerusakan ringan, sedangkan dua lainnya mengalami kerusakan sedang.
Dalam masa tanggap darurat yang berlangsung dari 17 hingga 23 Juni 2026, pemerintah setempat telah melakukan beberapa upaya percepatan penanganan. Selain asesmen kerusakan, bantuan logistik langsung disalurkan kepada warga terdampak. “Kami sudah menyalurkan 100 paket bantuan, terdiri dari 25 paket dari BPBD dan 75 paket dari Dinas Sosial,” tambah Rivai. Bantuan ini bertujuan memenuhi kebutuhan pangan serta barang penting bagi masyarakat yang terkena dampak gempa.
Rivai menambahkan bahwa selama masa tanggap darurat, posko kesehatan khusus tidak didirikan. Sebagai gantinya, layanan kesehatan difokuskan ke puskesmas yang berada di sekitar area terdampak. “Warga bisa mengakses layanan kesehatan secara langsung melalui fasilitas ini, sementara tim medis terus memantau kondisi mereka,” ujarnya.
Update Dampak Gempa di Sigi
Di sisi lain, BPBD Kabupaten Sigi juga melaporkan dampak gempa yang cukup signifikan. Hingga Sabtu (20/6), jumlah rumah yang rusak mencapai 2.335 unit. Dari jumlah tersebut, 1.955 unit mengalami kerusakan ringan, 226 unit rusak sedang, dan 154 unit rusak berat. Selain itu, jumlah warga yang terdampak mencapai 8.586 jiwa atau 2.775 kepala keluarga.
“Korban gempa tercatat sebanyak 17 orang mengalami luka berat, 108 orang luka ringan, serta tiga warga meninggal dunia,” kata perwakilan BPBD Sigi, yang belum disebutkan nama lengkapnya.
Menurut laporan, dampak gempa di Sigi lebih luas dibandingkan Parigi Moutong. Pemkab Sigi sedang berupaya mengkoordinasikan penanganan bantuan, termasuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari bagi warga yang terkena bencana. Sementara itu, BPBD Parigi Moutong tetap fokus pada rekonstruksi dan pemulihan di daerahnya. Dengan data yang terkumpul, pihak terkait berharap bisa mempercepat proses pemulihan.
Gempa berkekuatan 7,6 pada Selasa (16/6) menjadi penyebab utama kerusakan di wilayah Sulawesi Tengah. Meski dampak di Parigi Moutong lebih terbatas, kerusakan pada fasilitas umum tetap menjadi prioritas untuk diperbaiki. Pemerintah daerah bersama BPBD dan lembaga lain sedang bekerja sama memastikan pengungsi dan warga terdampak menerima bantuan yang memadai.
Pendataan juga menunjukkan adanya perbedaan tingkat kerusakan antar wilayah. Dalam Parigi Moutong, kerusakan di fasilitas publik tergolong ringan, tetapi di Sigi kondisinya lebih parah. Hal ini mengindikasikan bahwa gempa yang terjadi berdampak lebih luas, mungkin karena lokasi dan intensitas getaran yang berbeda. Meski demikian, upaya pemerintah dalam merespons bencana tetap terus berjalan meski harus melalui proses yang panjang.
Kerusakan pada rumah warga dan fasilitas umum mengharuskan perhatian serius dari berbagai pihak. Selain bantuan logistik, pemulihan infrastruktur seperti jalan raya, jembatan, dan bangunan pemerintahan menjadi fokus utama. Pemkab Parigi Moutong menegaskan bahwa pendataan terus dilakukan untuk mengetahui kebutuhan selengkapnya, termasuk makanan, air bersih, dan perlengkapan kebutuhan pokok.
Sebagai contoh, di Parigi Moutong, BPBD telah mengirimkan bantuan sebanyak 100 paket. Paket tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal atau mengal
